KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

Sosialisasi Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi di Lingkungan Pendidikan

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 16 Desember 2016
  • Dibaca : 1197 Kali
...

 

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

KONFRENSI PERS

 

Sosialisasi Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008

Tentang Pornografi di Lingkungan Pendidikan

Siaran Pers Nomor: B- 136 /Set/Rokum/MP 01/12/2016

Bandung (15/12) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KEMENPPPA) melaksanakan sosialisasi Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang bahaya pornografi di lingkungan pendidikan yang bertempat di Hotel Grand Asrilia, Buah Batu. Kegiatan ini sebelumnya telah dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kep. Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kota Bekasi. Fokus utama dari KEMENPPPA adalah mencegah dan melindungi anak-anak agar tidak menjadi korban pornografi, baik dari konsumsi pornografi, korban pelampiasan dari orang yang mengkonsumsi maupun menjadi konten dari pornografi. Pada acara ini KEMENPPPA mengundang para siswa/i dan para guru dari beberapa sekolah sebagai peserta.

 

Di dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008, arti pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. Hal ini sangat penting untuk diwaspadai oleh seluruh pihak yang berada di dunia pendidikan anak untuk melindungi anak-anak dari pornografi. Penyebaran pornografi saat ini sangat tinggi dan cepat melalui gadget yang terkoneksi melalui internet, dimana gadget ini pun sudah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi anak-anak untuk berkembang dan mendapatkan informasi terkait pendidikan mereka.

 

Ada pun dampak langsung dari pornografi adalah ketagihan, menuntut lebih, ketidak pedulian atau menjadi tidak sensitif terhadap konten pornografi dan mengingini pelampiasan. Dimana dalam jangka panjang dapat berdampak terciptanya Sexually Active Society yang ditandai dengan masyarakat yang aktif secara seksual (desakraslisasi seks atau seks bukan lagi dianggap sebagai hal yang sacral), tidak ada norma yang mengatur hubungan seksual dan banyak orang yang hidup sebagai suami istri tanpa ikatan perkawinan, atau hubungan di luar nikah menjadi tidak haram ,berhubungan seks bebas menjadi hal yang biasa.

 

“Anak mempunyai hak untuk dilindungi dari informasi yang tidak layak bagi mereka, orang tua dan orang dewasa harus melindungi anak dari informasi yang asusila bagi mereka karena informasi tersebut justru membahayakan bagi mereka,” ungkap Hasan, Kepala Biro Hukum dan Humas KEMENPPPA.

 

Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini KEMENPPPA menghimbau sekaligus membuka ruang diskusi dengan pihak sekolah untuk membuat peraturan sekolah yang dapat membatasi dan melindungi anak dari pornografi di antaranya peraturan penggunaan gadget maupun sanksi yang diberikan sekolah apabila ada siswa/i yang mengkonsumsi dan membuat konten pornografi. Kerja sama ini tidak terbatas hanya dengan pihak sekolah saja tapi peran penting orang tua juga untuk memantau pergaulan dan perkembangan anak mereka, karena melindungi anak dari pornografi adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, harus bersama-sama bergandengan tangan.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 21 November 2017

KABUPATEN KOTA WARINGIN TIMUR SEPAKAT LINDUNGI ANAK (18)

"Seluruh masyarakat Kabupaten Kota Waringin Timur harus segera memberikan perhatian khususnya  pada Anak-anak, jangan lagi terjadi kekerasan terhadap mereka dalam…
Siaran Pers, Selasa, 21 November 2017

Hari Ikan Nasional ke-4 Tahun 2017 : “Ikan Untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat” (45)

Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden RI No 3 tahun 2014 tentang Hari Ikan Nasional dan bertepatan dengan…
Siaran Pers, Selasa, 21 November 2017

KAMPANYE ANAK INDONESIA HEBAT TANPA ROKOK (51)

Hasil Survei Indonesia Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) 2016 menujukkan prevelensi perokok usia anak (di bawah usia 18 tahun) meningkat dari 7,2%…
Siaran Pers, Senin, 20 November 2017

KOMITMEN KATINGAN MENUJU KABUPATEN LAYAK ANAK (42)

Data yang dikeluarkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tahun 2017 menyebutkan bahwa Kalimantan Tengah mempunyai angka kehamilan…
Siaran Pers, Minggu, 19 November 2017

PERAN PRAMUKA PUTRI DALAM MEMBANGUN BANGSA (56)

"Peran pramuka putri tidak hanya ke internal, seperti menjadi putri, isteri dan ibu bagi anak-anaknya sendiri, melainkan sebagai sosok perempuan…