KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

Puncak Perayaan Hari Anak Nasional 2017

  • Dipublikasikan Pada : Minggu, 23 Juli 2017
  • Dibaca : 535 Kali
...


KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA
 
PRESS RELEASE
 
Puncak Perayaan Hari Anak Nasional 2017
 
Siaran Pers Nomor: B- 073/Set/Rokum/MP 01/07/2017


 
Pekanbaru, Riau (23/7), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) akan menyelenggarakan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2017 di Pekanbaru, Riau. Dalam Peringatan HAN 2017 ini, bertema Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga, dengan pesan utama “Saya Anak Indonesia, Saya Gembira”, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise berinteraksi langsung dengan duduk bersama dengan anak-anak Indonesia. Begitu ceria dan antusiasnya anak-anak bermain, mendengarkan dongeng dan menampilkan seni budaya bersama Presiden.


 


Peringatan HAN dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap  perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air.   Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) telah diselenggarakan sejak tahun 1986 silam, berdasarkan Keputusan Presiden No. 44 tahun 1984.


Menurut Yohana, perlu adanya kesadaran yang dapat mendorong keluarga Indonesia agar memiliki pengasuhan yang berkualitas, berwawasan, keterampilan dan pemahaman yang komprehensif dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. “Keluarga harus memastikan bahwa seorang anak mendapatkan hak-haknya dan perlindungan, sebagai contoh untuk memberikan anak infomasi layak anak , jauhkan dari konten negatif. Selanjutnya lindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, narkoba, lingkungan atau pergaulan  yang membuat tumbuh kembang mereka tidak baik” ujar Yohana.


 


Ia menyatakan bahwa tema HAN 2017 sangat relevan dengan kondisi terkini di tanah air. Saat ini anak tidak hanya menjadi korban, namun tak jarang mereka juga sudah menjadi pelaku kejahatan. Kasus kekerasan, baik yang menjadikan anak sebagai korban maupun sebagai pelaku, perlu dikaji secara mendalam dan dicarikan solusi terbaiknya. Keluarga mempunyai peran untuk melindungi anak dengan memberikan pola asuh yang sesuai. “Kesimpulannya bahwa keluargalah yang mempunyai peran untuk melindungi anak dengan memberikan pola asuh yang sesuai dengan prinsip yang digunakan dalam pembangunan Anak Indonesia, yang mengacu pada KHA yaitu: Non Diskriminasi; Kepentingan Terbaik bagi Anak; Hak Hidup, Kelangsungan Hidup, dan  Perkembangan; dan Menghargai Pandangan Anak” imbuh Yohana.


Sebagai penutup Yohana berpesan kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk merealisasikan dan implementasikan semua hak anak melalui kebijakan, program dan kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan anak, agar anak secara langsung merasakan manfaatnya, dan yang tak kalah pentingnya adalah ciptakanlah suasana yang aman, nyaman bagi anak di linkungan kita agar setiap anak dapat merasakan dan mengatakan “Saya Anak Indonesia, Saya Gembira”, sehingga kita bisa mempersiapkan generasi penerus yang handal dan berkualitas sebagai calon pemimpin masa depan bagi bangsa Indonesia.

 

                                                    PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                                                                                                DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                        Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                       e-mail : publikasikpppa@gmail.com

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Berita, Selasa, 19 September 2017

Waspada Pandemi Influenza, Kemenkes Simulasi Siaga (41)

Sebagai komponen kesehatan masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan wajib menanggapi keadaan darurat kesehatan masyarakat dan ancaman pandemi. Hal ini…
Siaran Pers, Senin, 11 September 2017

CEGAH KEKERASAN TERHADAP ANAK MELALUI PATBM (472)

Menyadari masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak di masyarakat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan Pelatihan Tematik…
Siaran Pers, Senin, 11 September 2017

Koperasi Sejahterakan Rakyat Indonesia (191)

Koperasi terbukti mampuĀ  menyejahterakan para anggotanya dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi.
Siaran Pers, Kamis, 07 September 2017

Menteri Yohana Dukung Deklarasi Perempuan Pekerja Transportasi Indonesia (128)

Surabaya(6/9) Di atas Kapal Umsini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mendengarkan dan merasakan persoalan-persoalan yang dihadapi…
Siaran Pers, Sabtu, 09 September 2017

PERAN PEREMPUAN UNTUK KELESTARIAN SUMBER DAYA AIR (297)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) secara aktif mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam berbagai kebijakan perubahan iklim,…