KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

KOMITMEN SUMATERA SELATAN UNTUK MELINDUNGI DAN MEMENUHI HAK ANAK

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 04 Agustus 2017
  • Dibaca : 426 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

KOMITMEN SUMATERA SELATAN UNTUK MELINDUNGI DAN MEMENUHI HAK ANAK

 

Siaran Pers Nomor: B- 079/Set/Rokum/MP 01/08/2017

Palembang, Sumatera Selatan (4/8) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hari ini melakukan kampanye “Bersama Lindungi Anak (BERLIAN)”, Deklarasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), dan Penandatanganan Kesepakatan Kerjasama Teknis antara Kemen PPPA dengan The Asia Foundation melalui program PEDULI guna mendukung upaya pembangunan manusia yang inklusif bagi masyarakat, khususnya anak dari perlakuan diskriminasi, di Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/8). 


 

 “Saya mengapresiasi komitmen Pemerintah Daerah Sumatera Selatan yang memiliki komitmen tinggi terhadap pemenuhan hak anak. Anak merupakan potensi dan generasi penerus bangsa yang memiliki peran strategis, yang saat ini jumlahnya mencapai sepertiga total penduduk Indonesia atau sekitar 34% atau 87 juta anak. Negara harus menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” ujar Menteri Yohana.


 

Womens Crisis Center (WCC) Palembang mencatat data kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Sumatera Selatan pada 2016 terjadi sebanyak 202 kasus, yang terdiri dari 75 kasus kekerasan seksual (perkosaan dan pelecehan seksual), 67 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan dalam pacaran sebanyak 32 kasus, perdagangan perempuan sebanyak 4 kasus, dan sisanya 24 kasus dengan berbagai motif.

Lebih jauh Menteri Yohana menuturkan akses internet kini sangat mudah di akses oleh anak-anak. "Sebagai orang tua atau orang dewasa, mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar untuk mendampingi anak-anak dalam mengakses internet, karena perlindungan terbaik itu datangnya dari kesadaran akan pengawasan oleh orang-orang di lingkungan terdekat bagi anak." Tutur Menteri Yohana. Dari hasil pemetaan pornografi online yang dilakukan oleh Kemen PPPA, ditemukan fakta bahwa dari 1.747 pemberitaan news online selama September-November 2016, jumlah pemberitaan tertinggi, yaitu pencabulan (135 pemberitaan), lalu diikuti oleh kekerasan seksual (122 pemberitaan), perkosaan (88 pemberitaan), sodomi (19 pemberitaan), dan pedofilia (11 pemberitaan). Kemudian dari media sosial Twitter, ditemukan fakta bahwa selama September-November 2016 rata-rata jumlah perbincangan pornografi sekitar 20 ribuan tweet per hari, dengan 14,5%-nya adalah terkait pornografi anak dengan konten berupa link image dan video yang menampilkan anak-anak.

“Pemerintah, masyarakat, dan orang tua harus membuat komitmen bersama untuk melindungi anak dari kekerasan dengan prioritas melakukan pencegahan. Saat ini kami tengah mengembangkan pendekatan perlindungan anak berbasis masyarakat dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang hak-hak anak dan perlindungan di antara anak-anak dan orang dewasa, seperti orangtua, pengasuh, pendidik, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat secara keseluruhan. Diharapkan melalui Gerakan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN) ini akan semakin banyak masyarakat yang sadar tentang pentingnya keluarga dan masyarakat dalam melindungi anak,” tutup Menteri Yohana. 

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                  DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com

www.kemenpppa.go.id 

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 19 November 2017

PERAN PRAMUKA PUTRI DALAM MEMBANGUN BANGSA (29)

"Peran pramuka putri tidak hanya ke internal, seperti menjadi putri, isteri dan ibu bagi anak-anaknya sendiri, melainkan sebagai sosok perempuan…
Siaran Pers, Sabtu, 18 November 2017

ANAK SEBAGAI INVESTASI SANGAT PENTING NEGARA (50)

Pasuruan (18/11) "Saya ingin Pemerintah mendengar suara Forum Anak. Negara tidak akan rugi mendengarkan suara anak-anak. Anak-anak merupakan investasi yang…
Siaran Pers, Jumat, 17 November 2017

PELUNCURAN IKKA 2015 SEBAGAI PENUTUP RAKORTEK PERLINDUNGAN ANAK (17)

Yogyakarta (17/11)  "Dalam menyusun sebuah program pembangunan perlindungan anak, salah satu hal yang paling penting adalah agar kita memiliki ukuran…
Siaran Pers, Jumat, 17 November 2017

KEKERASAN TERHADAP ANAK BUKAN LAGI RANAH PRIVAT (86)

Kasus kekerasan terhadap anak hingga meninggal semakin memprihatinkan. Selain kasus penyiksaan fisik terhadap Angeline yang berusia 8 tahun hingga meninggal…
Iklan Layanan Masyarakat, Kamis, 16 November 2017

Penting Penataan Kelembagaan Dinas PPPA dan Pembentukan UPTD PPA (45)

Hallo sahabat perempuan dan anak! Saat ini negara hadir untuk meningkatkan pelayanan bagi korban kekerasan dapat melingkupi layanan pengaduan, penjangkauan…