KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

MASYARAKAT BIAK BERKOMITMEN UNTUK LINDUNGI ANAK DAN TINGKATKAN EKONOMI KELUARGA

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 08 Agustus 2017
  • Dibaca : 197 Kali
...


KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

MASYARAKAT BIAK BERKOMITMEN UNTUK LINDUNGI ANAK DAN TINGKATKAN EKONOMI KELUARGA

    Siaran Pers Nomor: B- 080/Set/Rokum/MP 01/08/2017

 

Biak Numfor (8/8)  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menghadiri perayaan Hari Anak Nasional di Kabupaten Biak Numfor, Prov. Papua, dan menyelenggarakan Dialog Penguatan Ketahanan Keluarga dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga dan Pelatihan Kewirausahaan bagi perempuan lansia. Di tanah kelahirannya,  Menteri Yohana menghimbau agar pemerintah dapat bekerja bersama masyarakat untuk mewujudkan perlindungan anak dan meningkatkan ekonomi keluarga, khususnya bagi perempuan lansia.

“Saya mengapresiasi usaha Bupati dan Pemerintah Daerah karena Kabupaten Biak Numfor telah dicanangkan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Hal ini dibuktikan dengan pemberian penghargaan dari Kemen PPPA terkait Taman Ramah Anak (TRA) di Kabupaten Biak Numfor, dan hal ini merupakan yang pertama kali di Provinsi Papua. Selain itu, Bupati telah menyerahkan akta kelahiran anak sebanyak 2017 kepada saya secara simbolis. Ini merupakan beberapa indikator dari sebuah Kabupaten Ramah Anak (KRA). Saya yakin, jika Pemerintah mampu bekerja bersama masyarakat, maka Indonesia Layak Anak (ILA) akan tercapai pada tahun 2030 dan Kab. Biak Numfor menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak," ujar Menteri Yohana saat memberikan sambutan di Lapangan Putra Angkasa, Kab. Biak Numfor, Papua.

Yohana juga menyinggung mengenai Suara Anak Biak Numfor yang disampaikan oleh perwakilan dari Forum Anak Nasional bahwa suara, aspirasi, kebutuhan, dan kepentingan anak perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam setiap perencanaan proses pembangunan. Terkait permasalahan yang dialami oleh anak-anak, Menteri Yohana mengingatkan kepada orang tua bahwa permasalahan yang terjadi pada anak-anak salah satunya berasal dari ketidaksesuaian pola pengasuhan keluarga. Memang tidak mudah untuk menurunkan angka kekerasan pada anak-anak dan keterlibatan anak-anak pada minuman keras, khususnya di Papua. Namun, dengan komitmen dan kerja sama antara Pemerintah dan masyarakat, mata rantai kekerasan pada anak dapat diputuskan.

Sebelumnya, Bupati Biak Numfor, Thomas Alfa Edison Ondi, mengatakan bahwa Kabupaten Biak Numfor baru saja menerima penghargaan Adipura 2017. Menurut Thomas, dalam meraih penghargaan Adipura tidak terlepas dari kontribusi anak-anak melalui pemberian pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Pemerintah Daerah Biak Numfor telah menggerakan anak-anak dari rumah dan sekolah untuk selalu menjaga kebersihan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat bermain. Oleh karena itu, peran Pemerintah sangatlah penting dalam mendidik dan melindungi anak  anak.

Usai menari dan bernyanyi lagu Apuse bersama dengan anak-anak dalam perayaan Hari Anak Nasional, Menteri Yohana menyelenggarakan Dialog Penguatan Ketahanan Keluarga dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga dan Pelatihan Kewirausahaan dengan perempuan lansia di Balai Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Kab. Biak Numfor, Provinsi Papua. Dalam proses dialog tersebut, salah satu perwakilan perempuan lansia, Albertina Buas, meminta Menteri Yohana agar kelompok lansia diberikan pendampingan, khususnya pendampingan secara finansial, karena selama ini mayoritas perempuan di Biak hanya menjual buah pinang di depan rumah.


 

Menurut Menteri Yohana, perempuan di Kab. Biak Numfor, khususnya perempuan lansia, harus mampu mengembangkan usahanya. "Perempuan-perempuan Papua memang masih membutuhkan pendampingan dan pengembangan usaha, lebih dari sekedar menjual buah pinang. Pengembangan usaha dapat dilakukan melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kearifan lokal Papua, seperti kerajinan tangan, tas sulam, atau makanan khas Papua dan pendampingan yang dapat menjembatani antara kelompok perempuan lansia dan Pemerintah", tutup Menteri Yohana.

 

 

                             PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                         DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                            e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 19 November 2017

PERAN PRAMUKA PUTRI DALAM MEMBANGUN BANGSA (29)

"Peran pramuka putri tidak hanya ke internal, seperti menjadi putri, isteri dan ibu bagi anak-anaknya sendiri, melainkan sebagai sosok perempuan…
Siaran Pers, Sabtu, 18 November 2017

ANAK SEBAGAI INVESTASI SANGAT PENTING NEGARA (50)

Pasuruan (18/11) "Saya ingin Pemerintah mendengar suara Forum Anak. Negara tidak akan rugi mendengarkan suara anak-anak. Anak-anak merupakan investasi yang…
Siaran Pers, Jumat, 17 November 2017

PELUNCURAN IKKA 2015 SEBAGAI PENUTUP RAKORTEK PERLINDUNGAN ANAK (17)

Yogyakarta (17/11)  "Dalam menyusun sebuah program pembangunan perlindungan anak, salah satu hal yang paling penting adalah agar kita memiliki ukuran…
Siaran Pers, Jumat, 17 November 2017

KEKERASAN TERHADAP ANAK BUKAN LAGI RANAH PRIVAT (86)

Kasus kekerasan terhadap anak hingga meninggal semakin memprihatinkan. Selain kasus penyiksaan fisik terhadap Angeline yang berusia 8 tahun hingga meninggal…
Iklan Layanan Masyarakat, Kamis, 16 November 2017

Penting Penataan Kelembagaan Dinas PPPA dan Pembentukan UPTD PPA (45)

Hallo sahabat perempuan dan anak! Saat ini negara hadir untuk meningkatkan pelayanan bagi korban kekerasan dapat melingkupi layanan pengaduan, penjangkauan…