KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

Pelatihan Bagi Pelatih (Training of Trainer) Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Kekerasan Nasional

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 09 September 2016
  • Dibaca : 3223 Kali
...

fasilitator sedang menjelaskan program pelatihan terkait mekanisme pencatatan dan pelaporan kekerasan perempuan dan anak di Hotel Singgasana, Surabaya pada Rabu (7/9).

SURABAYA- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyelenggarakan Pelatihan Bagi Pelatih (Trainer of Trainer) Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Kekerasan Nasional pada tanggal 5-8 September  di Hotel Singgasana Surabaya. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 70 peserta yang berasal dari pusat maupun daerah di 17 Provinsi diantaranya Jawa Timur, Riau, Kalimantan, Sulawesi, Gorontalo, Maluku, dan Papua (sebagian besar Wilayah Timur).

ToT Angkatan I ini juga turut mengundang manajer kasus atau tenaga teknis P2TP2A, tenaga teknis di UPPA Polda serta lembaga masyarakat yang menangani pengaduan data kekerasan, berbagai lembaga terkait seperti BPPKB, PPT, P2TP2A, BPMPKB, LSM, praktisi dan aktivis perempuan  serta para fasilitator dan narasumber untuk mendukung kegiatan ini.

Menurut Sri Danti selaku Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Keluarga saat memberi sambutan ToT di Hotel Singgasana pada hari Selasa (6/9), pelaporan data kekerasan dari daerah semester II Tahun 2015 sampai Juli 2016 hanya tercatat 31 Provinsi yang memberikan laporan record & reporting (RR) ke KemenPPPA. Fakta ini menunjukkan bahwa proses pencatatan dan pelaporan kekerasan masih secara manual, sarana prasarana pencatatan masih minim, dan belum mencukupinya SDM dan Standar Operational Prosedur (SOP) khusus dalam penanganan korban kekerasan. Sebagai respon atas permasalahan tersebut, diperlukan aplikasi berbasis web untuk membantu proses pencatatan korban kekerasan yang bersifat real time yang dimasukkan Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Kekerasan Nasional.

Aplikasi pencatatan dan pelaporan kekerasan merupakan bagian dari Pembangunan Sistem Informasi Gender dan Anak Berskala Nasional sebagai salah satu mandat yang tertuang dalam Perpres Nomor 59 Tahun 2015 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak khususnya Pasal 3 huruf b yang menyebutkan bahwa fungsi Kementerian PP-PA diantaranya adalah Penetapan Sistem Data Gender dan Anak.

Susunan kegiatan ToT di Hotel Singgasana pada tanggal 5-8 September 2016 diawali dengan pembukaan, pembagian modul dan seminar kit, dinamika kelompok, diskusi panel, penjelasan program pelatihan, simulasi data kekerasan, dilanjutkan dengan pengisian/penginputan data kekerasan oleh peserta. Rangkaian pelatihan aplikasi data kekerasan ini ditutup dengan kunjungan lapangan (Field Trip) yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu UPPA Polrestabes dan PPT Kota Surabaya untuk melihat praktek mekanisme pencatatan dan pelaporan korban kekerasan di lapangan.

Harapan pelaksanaan ToT sebagaimana yang disampaikan oleh ketua panitia, Didiek Santosa di Hotel Singgasana pada hari Selasa (6/9) adalah menyediakan pelatih/admin/petugas yang terampil dan kompeten dari Unit Pelayanan Terpadu PP dan PA tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota yang mampu mengakses dan menginput data kekerasan di Provinsi masing-masing serta mampu berkoordinasi dengan Unit Pelayanan maupun SKPD yang lain, sehingga dapat terwujud Grand Design Sistem Data Gender dan Anak Berskala Nasional sebagai dasar Pembangunan Sistem Informasi Gender dan Anak Berskala Nasional.

Kementerian PP dan PA sebagai penggagas dalam pengembangan aplikasi data kekerasan telah melakukan kerjasama dengan pihak terkait seperti Kementerian Dalam Negeri dalam hal integrasi dan pemanfaatan data kependudukan sehingga identitas korban/pelaku (unik) dapat tercatat secara langsung dalam riwayatnya untuk menghindari double counting. Selain itu, Kementerian PP-PA juga bermitra dengan PT Telkom Group untuk mendukung infrastruktur dan kecepatan jaringan sehingga layanan pengaduan korban kekerasan nasional terhadap perempuan dan anak dapat direspon lebih cepat.

Selanjutnya, aplikasi pencatatan dan pelaporan kekerasan berskala nasional ini tentunya harus ditindaklanjuti dengan penyusunan Tata Laksana antar lembaga layanan dalam pencatatan dan pelaporan data kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pentingnya Tata Laksana dalam aplikasi pencatatan dan pelaporan kekerasan nasional adalah untuk merelevansikan dengan manajemen kasus di lapangan antar layanan penanganan korban di provinsi/kabupaten/kota dan berbagai informasi, antara lain pencatatan dan pelaporan mengenai pemulangan dan rujukan korban lintas provinsi/kabupaten/kota.

 

Silahkan download materi acara pelatihan bagi pelatih, Klik Download

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 17 November 2017

KEKERASAN TERHADAP ANAK BUKAN LAGI RANAH PRIVAT (33)

Kasus kekerasan terhadap anak hingga meninggal semakin memprihatinkan. Selain kasus penyiksaan fisik terhadap Angeline yang berusia 8 tahun hingga meninggal…
Iklan Layanan Masyarakat, Kamis, 16 November 2017

Penting Penataan Kelembagaan Dinas PPPA dan Pembentukan UPTD PPA (23)

Hallo sahabat perempuan dan anak! Saat ini negara hadir untuk meningkatkan pelayanan bagi korban kekerasan dapat melingkupi layanan pengaduan, penjangkauan…
Siaran Pers, Rabu, 15 November 2017

PEMERINTAH HARUS BANYAK SOSIALISASI PROGRAM DAN INOVASI KE MASYARAKAT (56)

Yogyakarta (15/11) – “Pemerintah perlu banyak melakukan sosialisasi atau  menceritakan kepada masyarakat mengenai kinerja, prestasi, dan inovasi yang sudah dilakukan.
Siaran Pers, Selasa, 14 November 2017

"Komitmen Indonesia dan Fiji dalam Penguatan PUG" (82)

Yogyakarta (14/11) – Sebagai salah satu bentuk implementasi kerjasama antara Kementerian PPPA dengan Kementerian Perempuan, Anak dan Pengentasan Kemiskinan Republik…
Siaran Pers, Kamis, 09 November 2017

BEGINI CARA KOTA PAYAKUMBUH KOMITMEN LINDUNGI ANAK (149)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB),…