KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

KPPPA Mengajak PTKI dan Penerbit Buku Sekolah untuk Menanamkan Nilai Kesetaraan Gender Sedini Mungkin

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 05 Oktober 2016
  • Dibaca : 2813 Kali
...

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengupayakan terobosan baru untuk mengatasi permasalahan kesetaraan gender yang masih mengakar di Indonesia dengan mengajak penerbit buku sekolah dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk bersama-sama menanamkan nilai-nilai kesetaraan gender sejak dini. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan meminimalisir praktek diskriminasi gender, dan mengajarkan kesetaraan gender dalam kurikulum pendidikan maupun dalam lingkup keluarga.

KPPPA Deputi Kesetaraan Gender bekerjasama dengan sembilan PTKI, untuk menerapkan kurikulum yang responsif dan inklusif gender untuk mendorong internalisasi dan aplikasi isu kesetaraan gender pada mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi Islam. Kesembilan PTKI tersebut adalah UINSU, UINSH Jakarta, UHAMKA Jakarta, PT IQI, PTAI Al Hikmah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Raden Fatah Palembang, IAIN Wali Songo Jawa Tengah, dan IAIN Kendari.

Sebagai salah satu PTKI yang bekerja sama dengan KPPPA, UIN Jakarta kembali mengadakan workshop penyesuaian mata kuliah responsif gender yang di laksanakan di Sapphire Sky Hotel, BSD Tangerang (5/10). Kegiatan ini melanjutkan sosialisasi sebelumnya mengenai pemetaan mata kuliah oleh UIN pada 22-23 Agutus 2016. 

Terdapat 50 dosen yang mengikuti kegiatan penyusunan silabus mata kuliah responsif gender ini yang berasal dari 5 fakultas di UIN. Melalui kurikulum Kesetaraan Gender ini diharapkan pemahaman mengenai keadilan bagi perempuan dapat belangsung secara stimultan sehingga dapat terjadi penguatan kapasitas baik dari dosen maupun mahasiswa dalam bidang kesetaraan gender. Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari untuk menyusun silabus mata kuliah responsive gender di UIN Jakarta.

Sebagai bagian dari keseriusan untuk mendukung pengarusutamaan gender, sebelum terjalin kerjasama dengan KPPPA, UIN Jakarta telah memiliki anggaran pribadi untuk kesetaraan gender. Beberapa diantaranya adalah terdapat kelas gender untuk mahasiswa lintas fakultas yang dilaksanakan sebulan 2 kali selama satu semester. Mahasiswa yang mengambil kelas ini akan mendapatkan sertifikat yang dapat dihitung sebagai poin tambahan nilai pembelajaran dan bekal nanti setelah lulus dari UIN.

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 21 November 2017

KABUPATEN KOTA WARINGIN TIMUR SEPAKAT LINDUNGI ANAK (18)

"Seluruh masyarakat Kabupaten Kota Waringin Timur harus segera memberikan perhatian khususnya  pada Anak-anak, jangan lagi terjadi kekerasan terhadap mereka dalam…
Siaran Pers, Selasa, 21 November 2017

Hari Ikan Nasional ke-4 Tahun 2017 : “Ikan Untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat” (45)

Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden RI No 3 tahun 2014 tentang Hari Ikan Nasional dan bertepatan dengan…
Siaran Pers, Selasa, 21 November 2017

KAMPANYE ANAK INDONESIA HEBAT TANPA ROKOK (51)

Hasil Survei Indonesia Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) 2016 menujukkan prevelensi perokok usia anak (di bawah usia 18 tahun) meningkat dari 7,2%…
Siaran Pers, Senin, 20 November 2017

KOMITMEN KATINGAN MENUJU KABUPATEN LAYAK ANAK (42)

Data yang dikeluarkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tahun 2017 menyebutkan bahwa Kalimantan Tengah mempunyai angka kehamilan…
Siaran Pers, Minggu, 19 November 2017

PERAN PRAMUKA PUTRI DALAM MEMBANGUN BANGSA (56)

"Peran pramuka putri tidak hanya ke internal, seperti menjadi putri, isteri dan ibu bagi anak-anaknya sendiri, melainkan sebagai sosok perempuan…