KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

Kehadiran Negara untuk Pemberdayaan Perempuan dari Aceh hingga Papua

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 22 Oktober 2016
  • Dibaca : 1397 Kali
...

KPPPA Deputi Kesetaraan Gender kembali menggalakkan upaya pemberdayaan perempuan, khususnya di daerah di mana permasalahan perdagangan manusia dan pekerja migran serta kekerasan terhadap perempuan dan anak masih marak terjadi. Salah satu cara untuk menggapai upaya ini adalah dengan membangun kapasitas ekonomi perempuan, terutama dalam sektor industri rumahan. KPPPA tidak hanya memberikan fasilitas, tetapi juga pelatihan sebagai bantuan kepada penduduk di beberapa daerah Indonesia.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat produktivitas perempuan, sehingga mereka dapat manghasilkan pendapatan tambahan melalui pelatihan di bidang skill (komputer, salon, menjahit), serta pembuatan souvenir, makanan khas, atau potensi pendapatan lainnya sesuai dengan khas daerah masing-masing. Di saat bersamaan, KPPPA juga menyumbangkan fasilitas kepada industri rumaha di 14 kabupaten dan kotamadya di Cilegon, Tanah Datar, Palembang, Landak, Lampung Selatan, Kendal, Rembang, Bangka Tengah, Sumba Barat daya, Ternate, Lombok Tengah, Wonosobo, Cirebon, dan Manggarai Barat.

Lain halnya di Papua, KPPPA berfokus pada daerah yang belum memiliki industri perumahan. Bersama dengan Pusat Pembinaan Pelatihan Wanita (P3W), KPPPA mengadakan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan di Balai Latihan Kerja. Konten pelatihan ini mencakup pengolahan bahan alam khas Papua, mulai dari singkong dan kopi di Wamena; kopi dan tapioka di Jayapura; vco dan sagu di Biak dan Serui; serta jagung di Nabire. KPPPA dan P3W juga menawarkan pembelajaran ketrampilan ukir kepada komunitas perempuan di Jayapura.

Dikedepannya, program pelatihan dan pemberdayaan perempuan di seluruh pelosok Indonesia ini diharapkan dapat menghasilkan komunitas perempuan yang tidak hanya berketrampilan dan produktif, tetapi juga dapat berkontribusi kepada peningkatan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Publikasi Lainya

Artikel, Senin, 29 Mei 2017

Sudahkah Mayoritas Perempuan Berjelajah di Dunia Maya? (9)

Semenjak lahirnya internet, batas jarak dan waktu antar negara menjadi kabur. Sehingga masyarakat dapat berkomunikasi dengan cepat melalui dunia maya.
Siaran Pers, Senin, 29 Mei 2017

HARMONISASI PERLINDUNGAN PEREMPUAN HINGGA KE AKAR RUMPUT (22)

Kemen PPPA perlu melakukan Rapat Koordinasi Teknis Perlindungan Hak Perempuan Tingkat Nasional Tahun 2017, dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan perlindungan…
Siaran Pers, Senin, 29 Mei 2017

KASUS PORNOGRAFI ANAK BERBASIS CYBER HARUS MENJADI PERHATIAN BERSAMA (19)

Pornografi anak melalui media digital kembali terkuak. Hari ini, Polda Metro Jaya dalam konferensi persnya bersama Asdep Perlindungan Anak dari…
Siaran Pers, Minggu, 28 Mei 2017

PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAHAN DI KECAMATAN TEON NILA SERUA, MALUKU TENGAH (23)

Seram Bagian Barat, Maluku (27/5) – Mengakhiri kunjungan kerjanya ke Provinsi Maluku, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise…
Siaran Pers, Sabtu, 27 Mei 2017

PENCANANGAN NEGERI LAYAK ANAK DI KABUPATEN MASOHI, MALUKU TENGAH (49)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise hari ini melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten…