KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

Makna Peringatan Hari Ibu Dengan Kesetaraan Gender pada Perempuan Indonesia

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 15 Desember 2016
  • Dibaca : 1370 Kali
...

Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember merupakan hari dimana hampir seluruh masyarakat di Indonesia merayakan peringatan tersebut untuk para ibu di Indonesia dengan berbagai cara. Hal tersebut membuktikan bahwa banyak masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa hari Ibu merupakan penting. Hari Ibu sendiri pada sejarahnya ada kerena usaha dari para perempuan-perempuan Indonesia. Maka dari itu peringatan hari ibu sebaiknya diperingati untuk seluruh perempuan (masyarakat) di Indonesia. Dengan cara mendukung perempuan lebih maju dan menyetarakan hak-hak nya di segala bidang.

Seiring berjalannya waktu, telah ada beberapa kegiatan atau tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk menghargai dan menaikkan derajat perempuan atau disetarakan hak nya dengan laki-laki. Dan salah satu cara yang telah dilakukan saat ini untuk memperingati hari Ibu bagi para perempuan di seluruh Indonesia yaitu dengan diadakannya serangkaian peringatan hari Ibu yang diadakan oleh kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Salah satunya yaitu dengan diadakannya seminar pada 15 desember 2016 di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, dengan judul seminar “kesetaraan perempuan dan laki-laki untuk mewujudkan indonesia bebas kekerasan, perdagangan orang dan kesenjangan ekonomi”. Beberapa rangkaian kegiatan pada Peringatan Hari Ibu ke 88 tahun 2016 ini yaitu berbentuk Seminar, Bhakti sosial, Pameran, Ziarah ke taman makam pahlawan, Pemberian penghargaan, upacara bendera, dan Acara Puncak.

Bapak dr. Heru P. Kasidi M.Sc selaku Deputi Kesetaraan Gender menyatakan “Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan masukan dan nilai tambah untuk kemajuan pembangunan di masa depan”. Beliau menghadiri acara ini sebagai Key note speaker sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut lalu di lanjutkan oleh narasumber, diantaranya Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A, Ibu Linda Agum Gumelar S. Ip, dan Ibu Dra. Ratih Ibrahim, Mm, Psi.

Ibu Linda yang pernah menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini menyatakan bahwa “Pembangunan karakter itu dimulai dari keluarga, boleh kita taat pada sesuatu, namun jangan menjadi fanatik terhadap sesuatu. Dan para perempuan dan laki-laki harus punya mindset apa itu kesetaraan gender, karena pengertian dari kesetaraan gender itu bukanlah sebuah emansipasi berlebihan, melainkan mendapat kesempatan yang sama, berpartisipasi, dan dapat menikmati hasil pembangunan.” tutup Ibu Linda.

Seminar dihadiri oleh 250 orang terdiri dari pelaku sejarah, tokoh perempuan, dan organisasi-organisasi seperti Oase, Kowani, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari Pusat, Pimpinan Organisasi Perempuan, Wanita TNI, serta generasi muda, dan mahasiswa. Untuk mewujudkan “3 Ends” dalam pembangunan bangsa melalui pembangunan yang responsive gender diharuskan adanya kerjasama 3 pillar yaitu pemerintah, masyarakat dan peran swasta.

 

Melalui seminar ini diharapkan dapat terjadinya silaturahmi antara komponen-komponen perempuan indonesia, serta dapat memberikan kontribusi kepemimpinan bagi kemajuan kaum perempuan pada umumnya. Dan masyarakat Indonesia dapat memberikan kontribusi atau pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan dan anak serta membantu mengimplentasikan program three ends kepada lapisan masyarakat.

Publikasi Lainya

E - Book, Minggu, 19 Februari 2017

Human Development Report 2015 (108)

he 2015 Human Development Report is the product of the Human Development Report Office (HDRO) at the United Nations Development…
E - Book, Minggu, 19 Februari 2017

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 2014 (31)

Pembangunan manusia sebagai ukuran kinerja pembangunan secara keseluruhan dibentuk melalui pendekatan tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan sehat, pengetahuan,…
E - Book, Minggu, 19 Februari 2017

INDEKS PEMBANGUNAN GENDER 2014 (44)

Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan salah satu ukuran tingkat keberhasilan capaian pembangunan yang sudah mengakomodasi persoalan gender. IPG adalah ukuran…
E - Book, Minggu, 19 Februari 2017

INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT (32)

INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT 2015 merupakan publikasi tahunan Badan Pusat Statistik (BPS) penerbitan ke-44 yang menyajikan tingkat perkembangan kesejahteraan rakyat Indonesia…
E - Book, Sabtu, 18 Februari 2017

Buku PMBG 2011 (23)

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2011