Press Release: Menteri PP dan PA : Hari Anak Universal Dorong Komitmen Negara Mengimplementasikan Ratifikasi KHA untuk Mewujudkan Indonesia Layak Anak

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 3474 Kali

PRESS RELEASE

Menteri PP dan PA : Hari Anak Universal Dorong Komitmen Negara Mengimplementasikan Ratifikasi KHA untuk Mewujudkan Indonesia Layak Anak

Siaran Pers Nomor : 140/Humas/KemenPPPA/11/2015

 

Jakarta (212/11) – Momentum Hari Anak Universal  yang jatuh setiap tanggal 20 November mendorong komitmen negara mengimplementasikan Ratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA)  untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) melalui Kabupaten dan Kota Layak Anak, ujar Menteri PP dan PA, Yohana Yembise. Indonesia telah meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 yang mengamanatkan Pemenuhan hak dan perlindungan anak dalam 5 cluster hak anak sebagai indikator untuk mewujudkan kabupaten/kota layak anak. Pertama Hak sipil dan kebebasan. Kedua Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Ketiga Kesehatan dasar dan kesejahteraan. Keempat Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya. Kelima Perlindungan khusus.

Komitmen kuat  Pemerintah Indonesia untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan kepada anak juga ditunjukan dengan sudah banyaknya  kebijakan yang dibuat untuk menjamin kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak. Konvensi Hak Anak juga menjadi acuan yang ditindaklanjuti dengan berbagai regulasi di Indonesia mulai dari UU Perlindungan Anak, UU SPPA,  sampai INPRES tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak (GN AKSA).

Namun demikian masih banyak tantangan yang dihadapi, salah satunya adalah menurunkan angka  kekerasan anak yang masih tinggi di Indonesia. Baru-baru ini,  terungkap kembali  kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh mertua terhadap menantunya di Tapanuli Selatan. Menteri Yohana  menjelaskan bahwa sebagai langkah awal pihaknya  akan mengkoordinasikan kasus ini dengan pihak-pihak terkait, khususnya mitra kerja KPP dan PA yang ada di daerah seperti Badan PP dan PA, UPPA, dan P2TP2A  untuk mendapatkan gambaran/ informasi yang komprehensif  terkait kronologis dan motif dibalik peristiwa ini  dan terus memantau perkembangan kasus tersebut. “Secara khusus saya mendorong aparat berwenang untuk mengusut tuntas peristiwa yang sangat memalukan dan membuat miris kita semua”, ungkap Menteri Yohana. Ada kemungkinan para pelaku akan dikenakan sanksi pasal berlapis, misalnya Undang-Undang  Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), Undang-Undang Pornografi, dan lain-lain.

“Selain itu kami juga mendukung program-program Kementerian Agama seperti pendidikan pranikah, seminar untuk perempuan muda dibawah umur agar siap sebelum menikah, dan ketahanan keluarga”, ujar Menteri PP dan PA. Menteri Yohana juga menjelaskan bahwa harus  ada model pencegahan yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama untuk melihat dan menyelesaikan berbagai permasalahan berbasis masyarakat. “Di hari anak Universal kita harus melakukan penyesuaaian dengan 5 cluster Hak Anak. Harus ada kesepahaman yang dibangun antara keluarga, sekolah dan pemerintah dalam membentuk sistem perlindungan anak yang komprehensif dan integratif”, pungkas Menteri PP dan PA. “

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 25 September 2020

Komitmen, Kunci Perempuan dalam Olahraga Raih Prestasi (3)

Jakarta (24/09) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyayangkan fakta bahwa hingga saat ini diskriminasi kepada…
Siaran Pers, Kamis, 24 September 2020

Kemen PPPA:  Deklarasi Pulau Maitara Sebagai Pulau Bebas Pornografi Anak Bentuk Komitmen Pemerintah Daerah (19)

Pulau Maitara, Tidore Kepulauan (24/09) -  Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar meresmikan…
Siaran Pers, Kamis, 24 September 2020

Luncurkan PISA dan PUSPAGA, Kemen PPPA: Tingkatkan Literasi Informasi Layak Bagi Anak dan Keluarga  (48)

Kelurahan Takome, Kota Tidore (24/09) -  Pesatnya perkembangan teknologi informasi terutama internet memberikan kemudahan akses informasi dari berbagai media. Namun…
Siaran Pers, Kamis, 24 September 2020

Hadapi Pandemi Covid-19, Pentingnya Libatkan Anak dalam Proses Penyusunan Kebijakan  (77)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengungkapkan di masa pandemi Covid-19, peran dan keterlibatan aktif Forum Anak…
Siaran Pers, Rabu, 23 September 2020

Gereja Ramah Anak Sehati Berikan Perlindungan Bagi Keluarga dan Anak (117)

Gereja memiliki peran penting dan strategis untuk bisa memberikan edukasi pola pengasuhan dalam keluarga sekaligus menjadi wadah bagi anak dan…