Press Release: Menteri PP dan PA : Ajak Masyarakat Lindungi Anak dari Kekerasan

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 3326 Kali

PRESS RELEASE

Menteri PP dan PA : Ajak Masyarakat Lindungi Anak dari Kekerasan

Siaran Pers Nomor: 139/Humas KPP-PA/11/2015

Jakarta (21/11) – Bertepatan dengan Hari Anak Sedunia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama UNICEF melakukan kampanye mengajak masyarakat untuk bersama-sama melindungi dan melakukan tindakan pencegahan terjadinya kekerasan pada anak-anak Indonesia. Menteri PP dan PA, Yohana Yembise mengapresiasi kepekaan dan kepedulian yang dimiliki oleh masyarakat terhadap kasus-kasus kekerasan dan penelantaran terhadap anak. “Beberapa kasus kekerasan dan penelantaran terhadap anak yang terjadi akhir-akhir ini dengan cepat direspons oleh masyarakat dan disebarluaskan oleh media massa. Hal ini sangat membantu pemerintah dan pihak terkait untuk secara cepat menangani kasus yang ditemukan tersebut,” ujar Menteri Yohana saat menghadiri kampanye pelindung anak yang diinisiasi oleh Kementerian PP dan PA bersama UNICEF di Jakarta, Jumat (20/10).

Menteri Yohana menjelaskan sejumlah faktor penyebab terjadinya kekerasan dan penelantaran terhadap anak, diantaranya pemahaman orang tua tentang pola pengasuhan anak masih terbatas, keterbatasan waktu orang tua untuk berkomunikasi dengan anak, kemajuan teknologi seperti handphone dan internet yang ternyata lebih banyak memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak, tayangan media elektronik dan cetak lebih banyak memberikan informasi tentang kekerasan dalam keluarga dan masyarakat daripada perilaku saling melindungi, kepekaan masyarakat untuk saling berbagi dan saling membantu semakin pudar dan lebih banyak menonjolkan sikap masa bodoh dan tidak peduli pada masalah sosial di sekitarnya, dan pada banyak keluarga, melakukan disiplin anak melalui kekerasan masih dilakukan. Hal yang sama juga dilakukan di sekolah. Kondisi ini menyebabkan munculnya pemahaman pada anak bahwa kekerasan merupakan hal yang dapat diterima sehingga anak akan diam bila mendapatkan perlakukan kekerasan. Oleh karena itu, berbagai upaya telah dilakukan oleh Kementerian PP dan PA guna meminimalisasi jumlah kasus kekerasan dan penelantaran terhadap anak, antara lain :

  1. Membangun komitmen di seluruh provinsi dan kabupaten untuk melakukan perlindungan anak bekerjasama dengan LSM untuk melindungi anak korban, PKK melalui program dasa wisma.
  2. Beberapa daerah telah menyusun peraturan daerah untuk melindungan anak. Komitmen tersebut juga telah ditindaklanjuti dengan penyusunan Rencana Anak Aksi Perlindungan Anak dari Kekerasan pada tingkat provinsi dan kabupaten. Dalam rencana aksi tersebut melibatkan lintas dinas dan ormas dan LSM sesuai dengan peran mereka.
  3. Meningkatkan kemampuan daerah untuk melakukan pencegahan dan deteksi dini serta kemampuan untuk menangani anak korban kekerasan dan anak pelaku kekerasan.
  4. Mendorong penegak hukum untuk memberikan hukuman yang memberikan efek jera pada pelaku.
  5. Memberikan fasilitasi pendampingan hukum, rehabilitasi fisik, psikologi dan sosial, termasuk penanganan penyakit atau masalah kesehatan lainnya melalui pusat layanan terpadu bagi anak korban dan pelaku.
  6. Melakukan rehabilitasi terpadu bagi pelaku.
  7. Membentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak untuk melakukan deteksi dini terjadinya kekerasan di masyarakat.
  8. Mengembangkan perlindungan perempuan dan anak di tingkat desa dan kelurahan yang berbasis pada partisipasi masyarakat.

Melihat banyaknya peraturan perundang-undangan dan kebijakan terkait perlindungan anak dari tindakan kekerasan, Menteri Yohana menilai saat ini upaya yang perlu didorong yakni implementasi dari kebijakan yang telah disusun tersebut. “Perlu dilakukan upaya antisipasi berupa pencegahan agar kekerasan dan eksploitasi terhadap anak bisa dihentikan. Upaya pencegahan tersebut memerlukan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat dari tingkatan yang paling bawah, dimulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat, kelompok masyarakat desa serta peran dari teman sebaya menjadi sangat penting. Selain itu, perlu dikembangkan pula kerjasama yang optimal dengan LSM dan NGO serta akademisi yang telah melakukan pendampingan pada masyarakat tingkat akar rumput. Praktek terbaik yang telah dilakukan oleh organisasi masyarakat juga bisa dijadikan model untuk pengembangan selanjutnya,” tutur Menteri Yohana.

Foto Terkait:
Menteri PP dan PA, Yohana Yembise saat menghadiri kegiatan Kampanye Pelindung Anak yang diinisiasi Kementerian PP dan PA bersama UNICEF di Jakarta, Jumat (20/11)
Menteri Yohana mengajak seluruh masyarakat untuk melawan kekerasan dan menjadi pelindung anak Indonesia

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (191)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (261)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (148)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (715)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (695)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…