Press Release: Menteri PP dan PA Gandeng Berbagai Pihak Prioritaskan Isu Perempuan dan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 4019 Kali

PRESS RELEASE

Menteri PP dan PA Gandeng Berbagai Pihak Prioritaskan Isu Perempuan dan Anak

Siaran Pers Nomor : 137/Humas/KemenPPPA/11/2015

Menteri PP dan PA Yohana Yembise didampingi Wakil Bupati Maluku Tenggara Yunus Serang memberikan Kuliah Umum di Piliteknik Perikanan Negeri Tual, Maluku Tenggara, Kamis (12/11).

Tual, Maluku Tenggara – Berbagai isu terkait perempuan dan anak masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan KPP dan PA. Salah satu dari sekian isu tersebut yakni isu kesehatan yang hingga saat ini masih menjadi isu yang krusial bagi kaum perempuan, sebagai separuh bagian dari jumlah penduduk di Indonesia. Belum meratanya pembangunan di bidang kesehatan membuat sebagian perempuan dan para ibu kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan dan akses tenaga medis yang saat ini jumlahnya masih sedikit. Hal ini berbuntut pada tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) yang menurut Survei Demogafi dan Kependudukan Indonesia (SDKI) 2012, mengalami kenaikan yang cukup drastis dari 228 per 100 ribu kelahiran menjadi 359 per 100 ribu kelahiran. Oleh karena itu, dalam kunjungannya ke Rumah Renan di Desa Ohoitahit, Kota Tual, Provinsi Maluku, Menteri PP dan PA, Yohana Yembise menyampaikan apresiasinya bagi upaya kerjasama yang dijalin antara Dukun Kampung dengan Bidan Desa di tempat tersebut, dalam menangani ibu-ibu yang melahirkan.

“Ini adalah bentuk kerjasama yang baik antara dua tenaga medis yang bersama-sama membantu perempuan-perempuan di lingkungan sini untuk melahirkan dengan lancar dan selamat. Jika Rumah Renan ini bermanfaat nyata bagi penurungan AKI, maka rumah ini bisa menjadi model bagi daerah lain di Indonesia,”ujar Menteri PP dan PA, Yohana Yembise, yang saat itu didampingi oleh Walikota Tual, H.MN Tamher. Dalam kesempatan tersebut, Yohana juga mengatakan bahwa sudah saatnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak dihentikan karena sudah ada payung hukum yang jelas, yakni UU KDRT dan UU Perlindungan Anak. Untuk itu, Yohana pun mengatakan bahwa setiap yang mengalami kekerasan, baik perempuan dan anak, harus melapor pada pihak yang berwajib, yakni kepolisian.

Sejalan dengan hal tersebut, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kota Tual, Yohana juga berkunjung ke Unit PPA Polres Maluku Tenggara, didampingi Kapolres Maluku Tenggara, AKBP M Rum Ohoirat. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melihat dan memberi arahan kepada petugas di Unit PPA yang diharapkan tidak diskriminatif dalam menangani aduan kasus masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Yohana berharap semua persoalan terkait perempuan dan anak diselesaikan dengan adil sesuai hukum yang berlaku.

Selain menggarisbawahi isu kesehatan dan isu perlindungan terhadap perempuan dan anak, Menteri PP dan PA pun menggarisbawahi peran serta masyarakat, khususnya peran mahasiswa dalam menyelamatkan masyarakat. Dalam kunjungannya ke Politeknik Perikanan Negeri Tual, Yohana menegaskan bahwa mahasiswa mestinya peka terhadap perubahan global, karena mahasiswa merupakan tunas bangsa dan calon pemimpin masa depan.
“Kasus terbesar di Indonesia Timur adalah kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka sebagai masyarakat kampus, diharapkan bagaimana mahasiswa menyelamatkan masyarakat agar hal-hal yang tidak baik tidak perlu terjadi pada anak-anak kita di masa datang,”ungkap Yohana dalam kuliah umumnya di hadapan para mahasiswa Politeknik Perikanan Negeri Tual. Tak lupa, Yohana pun mengingatkan para mahasiswa mengenai kesetaraan gender dimana pada tahun 2030 dicanangkan sebagai planet 50 : 50.

“Kami mendorong perempuan untuk duduk di bidang legislative sebanyak mungkin agar aspirasi dari perempuan dan anak bisa terangkat, sehingga isu perempuan dan anak bisa mendapatkan porsi prioritas yang sesuai,”tegas Yohana di akhir pernyataanya.

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Ruang Bermain Ramah Anak Dorong Terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (19)

Jakarta (25/4) - Untuk mempercepat terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak, dimana salah satu indikatornya yaitu pembangunan dan pengembangan
Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Permasalahan Perempuan dan Anak Harus Ditangani Bersama! (24)

Perempuan dan anak saat ini masih menjadi kelompok masyarakat yang tertinggal di berbagai aspek pembangunan, padahal kesetaraan gender harus menjadi…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan PPPA Era 4.0 (214)

Kab. Tangerang, Banten (24/4) – Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di era revolusi industri 4.0 memberikan peluang besar sekaligus…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

PEMERINTAH PERCEPAT KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI PUSPA  (90)

Tangerang (23/04) - Pemerintah mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama bersinergi mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak karena pemerintah tidak sanggup bekerja…
Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (242)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…