MENTERI PP DAN PA : BERSAMA LINDUNGI ANAK INDONESIA!

  • Dipublikasikan Pada : Minggu, 24 April 2016
  • Dibaca : 1684 Kali

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

MENTERI PP DAN PA : BERSAMA LINDUNGI ANAK INDONESIA! 

 

Siaran Pers Nomor: 34 /Humas KPP-PA/4/2016

 

Bali (24/4) – Anak merupakan aset bangsa, maka perlindungan mereka menjadi prioritas utama kita.  Selain itu kualitas anak Indonesia merupakan faktor yang menentukan eksistensi dan kemampuan bangsanya untuk bersaing dengan negara lain. Namun, masih tingginya jumlah kasus kekerasan terhadap anak menjadi tantangan pemerintah dalam melaksanakan kebijakan dan program yang mendukung pemenuhan hak serta perlindungan anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal. Selain sebagai korban, anak sebagai pelaku kekerasan juga semakin meningkat setiap tahunnya, dan umumnya anak pelaku juga pernah mengalami kekerasan. Oleh karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada hari ini melaksanakan kampanye “Bersama Lindungi Anak” yang merupakan bagian dari gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang di inisisasi sejak Maret 2016 lalu.

 

”Pencegahan kekerasan merupakan bagian yang sangat penting karena akan menurunkan jumlah kekerasan baru dan menurunkan jumlah kekerasan berulang dengan segala manfaatnya guna mendeteksi faktor penyebab langsung, penyebab tidak langsung, dan akar masalahnya. Namun, karena luasnya masalah, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Sebagian besar pencegahan harus berakar pada masyarakat, dimana aspek budaya, keluarga, dan psikososial masyarakat juga sangat berpengaruh,” ujar Menteri PP dan PA, Yohana Yembise dalam acara Gerakan Nasional “Bersama Lindungi Anak” di Bali (24/4).

 

                Menteri Yohana mengatakan pengembangan model PATBM ini merupakan strategi yang tepat dalam mencegah kekerasan pada anak karena seluruh lapisan masyarakat ikut terlibat langsung. Sejumlah kasus kekerasan yang dialami anak justru terjadi dalam lingkungan yang pelakunya adalah orang-orang terdekat mereka. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif keluarga (membangun komunikasi yang penuh kasih sayang, mengawasi kegiatan anak, dan memberikan keterampilan pada anak guna mendeteksi / menghadapi kemungkinan kekerasan yang mungkin terjadi pada dirinya), pendidik / guru di lembaga pendidikan (membangun komunikasi positif dengan siswa), dan membangun mekanisme penegakan hukum bagi pelaku untuk menimbulkan efek jera. “Perlindungan anak dari kekerasan harus dilakukan secara serentak oleh anak, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. Saya berharap melalui Gerakan Bersama Lindungi Anak ini akan semakin banyak masyarakat yang sadar tentang pentingnya keluarga dan masyarakat dalam melindungi anak,” tambah Menteri Yohana. 

 

            Untuk itu, Kementerian PP dan PA akan memfasilitasi Pelatihan Fasilitator Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) pada 24 - 28 April 2016 di Hotel Aston Bali. Pada 2016 ini, Kementerian PP dan PA akan melakukan pelatihan bagi 340 pendamping PATBM yang tersebar di 34 provinsi, 68 kabupaten/kota dan 132 desa/kelurahan. Pelatihan ini akan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. ”Saya berharap pada tahun berikutnya pemerintah provinsi, Kabupaten/Kota dapat melanjutkan pengembangan model PATBM ini, para fasilitator dapat mendampingi dan menerapkan pada masyarakat dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak di desa model terpilih, serta mampu berjejaring dengan unit layanan di daerah, seperti P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak), LPA, Satgas PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) daerah,” tegas Menteri Yohana.

 

                HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

 e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (41)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (50)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (40)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (67)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (85)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"