Deklarasi Yogyakarta  Sepakati Akhiri Kekerasan  

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 01 Juni 2016
  • Dibaca : 2141 Kali

KEMENTERIAN

                                    PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

     REPUBLIK INDONESIA

      PRESS RELEASE

                    

                              Deklarasi Yogyakarta  Sepakati Akhiri Kekerasan            

                              Siaran Pers Nomor: 52/Humas KPP-PA/06/2016           

Yogyakarta (1/6) -  Rangkaian acara Temu Nasional Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) 2016 ditutup dengan pembacaan Deklarasi Yogyakarta. PUSPA 2016 yang berlangsung selama 3 hari (30 Mei – 1 Juni) di Hotel Ambarukmo menyepakati deklarasi untuk dijadikan komitmen nasional diantaranya saling komitmen, sinergi, penguatan, penggalangan dan perluasan partisipasi publik untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak, perdagangan manusia dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

 

Menurut Sekretaris Menteri Wahyu Hartomo, temu nasional yang bertemakan “Berbagi dan Bersinergi Untuk Percepatan 3 Ends” maka Kementerian PP dan PA mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun bangsa ini. “Pada pertemuan ini pula kita telah melihat banyak inovasi yang berkembang dan tumbuh subur di masyarakat namun selama ini masih belum diangkat kepermukaan. Di sinilah peran penting dan strategisnya dari organisasi masyarakat, organisasi keagamaan dan akademisi, kalangan dunia usaha dan lembaga profesi, serta unsur media baik elektronik, cetak maupun media sosial. Dengan melakukan sinergi dan kolaborasi, kita dapat berbagi peran sesuai dengan keunggulan dan potensi yang kita miliki. Adanya sinergi dan kolaborasi sudah tentu hasil dan manfaaat yang akan dicapai sudah pasti akan lebih besar, dibandingkan kita bekerja sendiri-sendiri.”

 

Hasil dari acara temu nasional ini para peserta PUSPA 2016 menyepakati Deklarasi Puspa Yogyakarta yang tertuang sebagai berikut :

  1. Berkomitmen untuk berbagi informasi, inovasi dan inspirasi
  2. Berkomitmen untuk sinergi nasional antara seluruh lapisan dan elemen masyarakat
  3. Melakukan upaya kreatif di tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi dan nasional untuk mempercepat meningkatnya jumlah perempuan dan anak Indonsia yang berkualitas, mandiri dan berkepribadian.
  4. Peserta PUSPA 2016 telah bersepakat akan membentuk Dewan Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai wadah untuk bersinergi pada tataran strategis dalam upaya mengakhiri kekerasan perempuan dan anak di Indonesia.
  5. Deklarasi juga menyepakati pembentukan Forum Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai unit reaksi cepat untuk menanggapi dan menangani maraknya kekerasan pada perempuan dan anak.
  6. Akan segera membentuk tim formatur yang akan bertugas mempersiapkan pembentukan Dewan Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Forum Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan, yang terdiri dari tim perumus Deklarasi Puspa Yogyakarta 2016.

 

“Berbagai upaya untuk meminimalisir kejahatan dan kesenjangan serta ketidakadilan gender dilakukan oleh Kementerian PP dan PA yaitu dengan mencanangkan isu prioritas yang harus mendapatkan perhatian semua elemen. Dikenal dengan sebutan “3 Ends” yang berarti Mengakhiri Kekerasan Terhadap perempuan dan Anak, Mengakhiri Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Mengakhiri Diskriminasi dan Kesenjangan Akses Ekonomi Terhadap perempuan. Kita tidak lagi berharap ada lagi korban-korban baru atau yang berulang. Dengan memadukan konsep, meningkatkan dan memberdayakan perempuan dari aspek ekonomi diharapkan dapat mengurangi kekerasan dan perdagangan orang terhadap perempuan dan anak,” ujar Wahyu.

 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berharap hasil dari temu nasional ini dapat menjadi pijakan pertama bagi seluruh elemen dan lapisan masyarakat untuk bersinergi, bahu membahu bersama untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mengoptimalkan pemberdayaan perempuan di Indonesia.

.

 

                                                 

                                                                                 HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN                                                                                                                                                                                     

                                                                                                                                                                         DAN PERLINDUNGAN ANAK                 

                                                                                                                                                                                Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                                                                                e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

INDONESIA MILIKI 117 PUSPAGA SEBAGAI UNIT LAYANAN PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (11)

Sejak diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2016, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tahun ini…
Siaran Pers, Rabu, 18 September 2019

Palu Pulih, Perempuan dan Anak Palu Harus Bangkit! (46)

Bencana gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 7 SR disusul tsunami dan likuifasi yang mengguncang Palu, Sigi dan Donggala, pada…
Siaran Pers, Rabu, 18 September 2019

Toreh Banyak Prestasi, Kab. Sleman Jadi Salah Satu Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (57)

Kab.Sleman (18/09) “Anak Sleman, Anak Kita Semua”. Slogan tersebut bukanlah sekadar kata – kata bagi Kabupaten Sleman. Prestasi yang ditoreh…
Siaran Pers, Selasa, 17 September 2019

PPT Seruni dan Forum Anak, Senjata Pemda Kota Semarang dalam melindungi anak (53)

Selama ini kita tidak pernah merasa kesulitan bertemu dengan Pak Wali Kota.
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Ini Rahasia SMPN 33 Semarang menjadi Sekolah Ramah Anak (43)

Mas Alfiansyah, apa sih tugas kamu sebagai agen perubahan di sekolah ini?" tanya Wali Kota Semarang