Menteri Yohana Beri Semangat ke Anak-Anak Papua

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 18 Juni 2016
  • Dibaca : 1745 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

     REPUBLIK INDONESIA

 

  PRESS RELEASE

Menteri Yohana Beri Semangat ke Anak-Anak Papua

                                        

          Siaran Pers Nomor: B-59/Set/Rokum/MP 01/06/2016

     

    Timika, Jayapura – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise berkunjung ke Lembaga Pengembangan Anak-Anak Terlantar dan Putus Sekolah (LPATP), Sabtu (18/6/2016). Lembaga yang berlokasi di jalan Gorong-Gorong Timika Shop, Komplek Pisang, Timika ini menarik perhatian Menteri untuk datang langsung melihat anak-anak setelah mendengar cerita dari Ketua LPATP Silvy Ronsumbre. Sebagian anak-anak yang tertampung di LPATP adalah anak-anak pecandu lem.

 

     Menteri Yohana sangat berharap pada kunjungan pertamakalinya ini mampu memberikan semangat kepada anak-anak untuk bangkit dan mampu meraih cita-cita yang besar. “Saya ingin anak-anak Papua bisa bangkit dan maju lagi. Kalian bisa jadi Menteri nantinya, tapi tentu dengan kerja keras dalam belajar dan punya semangat tinggi. Anak Indonesia termasuk anak Papua mendapat perhatian dari seluruh dunia. Makanya mengapa ada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar anak-anak dari seluruh negeri ini mendapat perhatian yang besar dari negara dan dijaga. Selamatkan satu anak Papua, berarti selamatkan Papua.”

 

     Ditambahkan Silvy, ia sangat senang dengan kunjungan Menteri ke lembaga yang ia pimpin. Anak-anak terlantar ini ia tampung demi menyelamatkan mereka dari kebiasaan buruk yaitu kebiasaan mengisap lem.  Anak yang ditampung ada sekitar 180 anak mulai usia 9-16 tahun dan 75 di antaranya sudah kembali ke bangku sekolah.  ”Mereka kurang mendapat perhatian dari orangtuanya, awalnya anak-anak ini tidak sekolah. Mereka umumnya anak-anak dari keluarga miskin. Yang saya masih khawatirkan anak-anak ini masih menggunakan jasa ojek untuk membeli lem karena mereka tidak bisa beli sendiri. Toko sudah enggan menjual ke anak-anak. Anak ini bisa beli karena sebagian dari mereka sudah kerja dan satu lem Rp25.000.”

 

    Mendengar keluhan Silvy, Menteri Yohana mengingatkan, agar ada perhatian dari pemda untuk membantu lembaga yang dipimpin Silvy. “Jakarta sekarang relatif  sudah jarang terlihat dari anak-anak jalanan. Karena satpol PP biasa mengawasi agar jalanan bersih dari anak-anak jalanan. Saya minta Bupati kalau bisa memperkuat dengan perda soal anak-anak jalanan sebagai implementasi dari  Undang-Undang Perlindungan Anak. Dan diperbanyak juga satpol PP agar  anak yang masih ada di jalan bisa ditertibkan,” ujarnya.

 

    Selain berkunjung ke LPATP, Menteri juga menyempatkan berkunjung ke SD Kampung Mandiri Jaya  dan meresmikan SMP Kristen Arastamar di Kabupaten Timika. Di SD Kampung Mandiri Jaya, Menteri Yohana menjanjikan akan berkoordinasi dengan Kementerian lainnya untuk bisa membantu pembangunan perumahan layak huni dan pembangunan jalan di Kampung Mandiri Jaya. “Karena sekolah dan jalan ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Nanti akan saya antar proposal ke Kementerian PU untuk bisa bantu pembangunan di kampung ini,” ujarnya. Sama halnya dengan SD Kampung Mandiri Jaya, LPATP pun akan dibantu pembangunan lembaganya oleh Menteri Yohana agar kondisinya lebih layak dihuni anak-anak.

 

 

                                                       HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3456239,

 e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (93)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (36)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (19)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (15)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017
Siaran Pers, Minggu, 16 Februari 2020

Kemen PPPA Terjunkan Tim Dampingi Anak Korban Perundungan di Malang (149)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus perundungan yang menimpa pelajar SMPN 16 Malang,…