Press Release: Kementerian PP-PA dan Tahir Foundation Sepakat Menginisiasi Proyek Pelatihan Tenaga Kerja Wanita Indonesia Senilai 1 (Satu) Trilyun Rupiah

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 3810 Kali

PRESS RELEASE

KEMENTERIAN PP-PA DAN TAHIR FOUNDATION SEPAKAT MENGINISIASI PROYEK PELATIHAN TENAGA KERJA WANITA INDONESIA SENILAI 1 (SATU) TRILYUN RUPIAH

Siaran Pers Nomor: 34/Humas KPP-PA/05/2015

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dan Prof. Dr. Tahir (Tahir Foundation), menandatangani Nota Kesepahaman Bersama Proyek Pelatihan Calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) untuk mempersiapkan Calon Tenaga Kerja Wanita yang kompeten, disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo serta Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid di Jakarta, 21 Mei 2015.

Jakarta (21/5) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) dan Tahir Foundation (TF) menandatangani Nota Kesepahaman Proyek Pelatihan  Calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) untuk mempersiapkan Calon Tenaga Kerja Wanita yang kompeten. Menteri PP dan PA, Yohana Yembise mengatakan kolaborasi proyek pelatihan calon Tenaga Kerja Wanita ini merupakan wujud kepedulian seorang anak bangsa seperti Prof. Dr. Tahir  yang mau membantu calon Tenaga Kerja Wanita Indonesia. “Kerjasama ini saya sambut dengan sukacita karena visinya untuk mengembalikan harkat dan martabat perempuan Indonesia yang bekerja di luar negeri, yang selama ini menemui banyak permasalahan,” ujar Yohana.

Selama ini TKW Indonesia yang bekerja di luar negeri sebagian besar  bekerja sebagai PRT (pembantu rumah tangga) demi mendapatkan uang untuk menghidupi keluarganya. Dengan status sebagai PRT, mereka tidak memiliki posisi tawar. Akibatnya, TKW bekerja dengan penuh pengorbanan walaupun diperlakukan tidak adil, seperti disiksa, menjadi korban pelecehan, bahkan kehilangan nyawanya.

“Pelatihan ini bukan untuk penyaluran PRT tapi menyiapkan TKW yang berkeahlian dan berketahanan. Saya akan selalu berkoordinasi dengan Menaker, Menpariwisata, Menkes, dan BNP2TKI,” tambah Menteri PP dan PA.

Dengan mengambil tagline "Wanita Indonesia Hebat (WIH)", proyek pelatihan calon  TKW ini akan diadakan selama 5 (lima) tahun dengan melibatkan enam (6) Provinsi sebagai pilot project di tahun pertama ini diantaranya JABAR, JATENG, JATIM, NTT, NTB dan MALUKU.

Prof. Dr. Tahir mengatakan Tahir Foundation tidak bisa memberantas kemiskinan secara keseluruhan, namun setidaknya dengan kerja sama bersama Kementerian PP dan PA ini, Tahir Foundation bisa memberikan pelatihan yang konsisten kepada perempuan Indonesia yang tidak berkeahlian menjadi calon TKW yang berkeahlian dan berketahanan sehingga mempunyai posisi tawar,  bukan lagi sebagai PRT ( Pembantu Rumah Tangga) sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan tambahan bagi dirinya dan keluarganya serta dapat mengurangi resiko terhadap tindakan pelecehan.

Menjadi TKW di luar negeri bukan menjadi tujuan utama, tetapi menjadi tujuan antara. “Saya berharap menjadi TKW di luar negeri hanya selama 2-3 tahun guna mendapatkan modal untuk berwirausaha, lebih-lebih kalau bisa menjadi wirausaha di luar negeri, kan mereka sudah dibekali keahlian bahasa dan ketrampilan,” ujar Tahir.

Pelatihan Tenaga Kerja Wanita Indonesia Hebat (WIH) ini meliputi lima (5) Bidang Pelatihan, antara lain Bidang Bahasa (Bahas Inggris dan Bahasa Mandarin), Bidang Hospitality, Bidang Keperawatan, Bidang Dasar Bisnis dan Pelatihan Pengembangan Karakter.

Pelatihan Tenaga Kerja Wanita ini rencana akan di mulai bulan Agustus di enam (6) provinsi. Kementerian PP dan PA dengan Tahir Foundation akan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan kementerian/ lembaga terkait (Menaker dan BNP2TKI) dan  melalui duta besar Indonesia di negara tujuan, seperti  Hongkong, Singapore, Malaysia, Taiwan, dan khususnya Dubai.

Tahir Foundation adalah organisasi non profit yang didanai oleh  swasta, didirikan oleh Dato Sri Prof. Dr. Tahir (Pemimpin dari Mayapada Group) dengan visi menjadikan Indonesia yang lebih baik dimana setiap orang dapat memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3456239
e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun (131)

Jakarta (16/09) – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan (57)

Bali (16/09) – Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (64)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perkuat Kapasitas Auditor Demi Tingkatkan Program Responsif Gender di Sumatera Barat (53)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan acara Penguatan Kapasitas Auditor Pengawas Daerah dalam Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran…
Siaran Pers, Minggu, 15 September 2019

Perencanaan Pembangunan Butuh Suara dari Kelompok Anak (59)

Bali (15/9) – Tantangan perlindungan anak dalam pembangunan sangat beragam.