Press Release : DEKLARASI SOPPENG MENUJU KABUPATEN / KOTA LAYAK ANAK

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 05 Agustus 2016
  • Dibaca : 2866 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

    

DEKLARASI SOPPENG MENUJU KABUPATEN/KOTA LAYAK ANAK

 

Siaran Pers Nomor: B-75/Set/Rokum/MP 01/08/2016

 

Soppeng, Makassar (5/8) -  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyambut baik inisiasi Kabupaten Soppeng, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Namun, Menteri Yohana menghimbau agar pencanangan tersebut diikuti dengan langkah atau tindakan konkret untuk benar-benar bisa mengimplementasikan Kabupaten Soppeng menuju KLA.

 

"Saya berharap seluruh komponen, baik pemerintah maupun masyarakat dapat bersama-sama mewujudkan Kabupaten Soppeng menuju KLA. Hal tersebut harus segera diimplementasikan mengingat manfaat yang sangat besar dan positif bagi masa depan anak-anak Indonesia," ujar Menteri Yohana di sela Pencanangan Kabupaten Soppeng Menuju KLA, Kamis (4/8).


 

Menteri Yohana menjelaskan untuk bisa menuju KLA ada 31 indikator  yang harus dipenuhi sebuah Kabupaten/Kota. Selain itu, ada  lima (5) cluster hak anak yang harus dipenuhi agar sebuah Kabupaten/Kota dapat disebut sebagai Kota Layak Anak. "Lima cluster yang harus dipenuhi agar KLA bisa terwujud, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta perlindungan khusus bagi anak," tambah Menteri Yohana.

 

Menurutnya, upaya menuju KLA sebagai salah satu penjabaran dari Hak Konvensi Anak dan Peraturan Perundang-undangan terkait anak. "Saat ini sudah ada 294 Kabupaten/Kota yang mencanangkan inisiasi menuju KLA di seluruh wilayah Indonesia. Kami berharap semakin banyak Kabupaten/Kota yang layak bagi anak," kata Menteri Yohana. Menteri Yohana yang menyaksikan Deklarasi Kabupaten Soppeng menuju KLA meyakini adanya pelibatan aktif dari Forum Anak, organisasi masyarakat, dunia usaha, peran media, dan pemuda-pemudi di Kabupaten Soppeng akan menjadikan Soppeng mudah dalam mewujudkan KLA.


 

Dalam kunjungan kerja hari kedua di Provinsi Sulawesi Selatan, didampingi Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, Menteri Yohana mengunjungi sejumlah lokasi yang akan dijadikan model atau percontohan Puskesmas Ramah Anak dan Sekolah Ramah Anak yang merupakan indikator Soppeng menuju KLA, yakni TK Pertiwi I Watansoppeng, Taman Bermain di Lapangan Kalong, SDN 1 Lamappoloware, SMPN 1 Soppeng, Puskesmas Sewo, SMPN I Donri-Donri, dan SLB Ma'innong, Kabupaten Soppeng.

 

 

                                              

  

                                                     PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (15)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (25)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (43)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (45)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.
Siaran Pers, Jumat, 18 Oktober 2019

Papua New Guinea Belajar Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dari Indonesia (64)

Jakarta (18/10) – ”Bicara tentang pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan…