PRESS RELEASE :Wujudkan Pemenuhan Hak Kesehatan dan Kesejahteraan Anak melalui Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP)

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 08 September 2016
  • Dibaca : 4308 Kali
...


 

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE
 

Wujudkan Pemenuhan Hak Kesehatan dan Kesejahteraan Anak

melalui Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP)

 

                                             Siaran Pers Nomor: B-97/Set/Rokum/MP 01/09/2016                 


Semarang (8/9) - Dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Semarang, Menteri PPPA Yohana Yembise didampingi Sekretaris Kementerian PPPA, Wahyu Hartomo, Deputi Perlindungan Perempuan, Pribudiarta Nur S, Deputi Tumbuh Kembang Anak, Lenny N. Rosalin, Bupati Kabupaten Semarang, Mundjirin ES dan pemerhati anak Seto Mulyadi mengunjungi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ramah Anak di Bergas untuk memastikan terpenuhnya indikator Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP) berupa adanya ruang bermain anak, ruang tunggu yang terpisah dari ruang sakit, dan lain lain serta memberikan bantuan berupa alat bermain anak.

"Puskesmas memiliki peran penting dalam pemenuhan hak anak atas kesehatan sehingga penyelenggaraan puskesmas ramah anak yang merupakan salah satu indikator kabupaten/kota layak anak (KLA), harus di lakukan secara proaktif termasuk di Kabupaten Semarang. Puskesmas Bergas ini telah memenuhi indikator Sebagai Puskesmas Ramah Anak dimana fasilitas pelayanan seperti ruang bermain anak, ruang laktasi, perpustakaan anak telah tersedia. Saya harap seluruh puskesmas yang ada di Semarang dan daerah lainnya dapat ikut menerapkan Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak guna memenuhi hak atas kesehatan dan meningkatnya kesejahteraan anak," - tegas Menteri Yohana.


Menteri Yohana juga melakukan beberapa kunjungan antara lain, Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa untuk meninjau fasilitas pelayanan kesehatan yang ramah anak seperti Ruang Bermain Anak, Ruang Laktasi, Ruang Rawat Anak dan lainnya. Selanjutnya, Menteri Yohana mengunjungi Panti Asuhan Parakletos Eklesia Ambarawa dengan disambut penampilan tari tradisional dan paduan suara yang dibawakan oleh anak anak panti asuhan. Beliau mengapresiasi kinerja para pengelola rumah sakit umum dan panti asuhan ini dengan memberikan beberapa bantuan guna menunjang kegiatan anak-anak di panti tersebut dan mengharapkan prestasi ini bisa menjadi model untuk diaplikasikan di daerah lainnya.

 

                                 PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                                                       DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                                          e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (23)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (29)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (24)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (64)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (83)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"