KEMENTERIAN PERTAHANAN TERIMA 15 PRODUK PROGRAM PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTAHANAN

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 06 Maret 2017
  • Dibaca : 2412 Kali
...

KEMENTERIAN PERTAHANAN TERIMA 15 PRODUK PROGRAM PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTAHANAN

 

Jakarta. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima penyerahan 15 Produk First Article (FA) Program Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan (Bangtekindhan) TA. 2016 yang diserahkan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan) Drs. Sutrimo, M.M., M.Si.

 

Sebanyak 15 Produk FA yang diserahterimakan tersebut merupakan produk prototipe terseleksi hasil penelitian pengembangan menjadi produk yang siap untuk diproduksi secara massal oleh 13 perusahaan industri pertahanan dalam negeri.

 

Kegiatan Program Bangtekindhan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan, yang merupakan kegiatan pengembangan yang dilakukan industri pertahanan dalam negeri dengan didukung sumber anggaran Rupiah murni.

 

Penyusunan Program Bangtekindhan dilakukan dan dikoordinasikan secara terpadu oleh Kemhan melalui Ditjen Pothan Kemhan bekerjasama dengan Mabes TNI dan Angkatan. Program tersebut diarahkan kepada penguasaan teknologi guna menjamin kelangsungan penyediaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) serta kemajuan dan kemandirian industri pertahanan.

 

Pada tahun 2016, Program Bangtekindhan ini dilaksanakan untuk pertama kalinya dan merupakan program yang sangat mendasar dalam memulai upaya mewujudkan kemandirian Alutsista TNI. Untuk itu, TNI sebagai pengguna diharapkan dapat memanfaatkan produk ini untuk mendukung pembangunan kekuatan.

 

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyampaikan rasa bangganya bahwa karya putra putri bangsa Indonesia mendapat kesempatan dan mampu untuk turut mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara. “Kemampuan industri pertahanan yang ada ini perlu kita hargai, didukung dan diberdayakan untuk membangun kekuatan dan kemampuan TNI secara mandiri”, ungkap Menhan.

 

Ke 15 Produk FA tersebut siap diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri dan telah lulus uji coba oleh pengguna serta mendapatkan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Pusat Kelaikan Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan. 15 produk Bangtekindhan tersebut juga telah memenuhi tuntutan Operational Requirement (Opsreq) TNI dan siap untuk diproduksi secara massal.

 

Ke 15 Produk FA tersebut terdiri dari lima produk Matra Darat, enam produk Matra Laut dan empat produk Matra Udara, meliputi;

 

Produk Matra Darat :

  1. FA Baterai Tank BMP-3F dari PT. Garda Persada
  2. FA Simulator Meriam 57 mm dari PT. Elektroteknika Utama ITB
  3. FA Mesin Hitung Mortir 81 mm dari PT. Kinarya Acitya
  4. FA Senjata Dooper & Amunisi dari PT. Pindad
  5. FA Posko Dahanud Mobile dari PT. Elektroteknika Utama ITB

 

Produk Matra Laut :

  1. FA Kapal Selam Tanpa Awak dari PT. Robo Marine Indonesia
  2. FA Identification Frend or Foe dari PT. Len Industri
  3. FA Senjata Serbu Bawah Air 5,6 mm dari PT. Pindad
  4. FA Electronic Support Measure (ESM) dari PT. Infra RCS Indonesia
  5. FA Swamp Boat dari PT. Mega Perkasa Engineering
  6. FA Simulator Latihan Tim Pelaksana Tembakan dari PT. Enindo Mitratama,

 

Produk Matra Udara :

  1. FA Target Drone dari PT. Indo Pacific Communication and Defence
  2. FA Bateray Pesawat C-130 dari PT. Garda Persada
  3. FA WCP/WPU Pesawat Hawk 209 dari PT. Info Global Teknologi
  4. FA Ground to Air Radio dari PT. CMI Teknologi


 

 

Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 39 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 23 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 43 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 77 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 90 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…