Press Release: Memberdayakan Remaja Perempuan: Memutus Lingkar Kekerasan

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 2919 Kali

 

PRESS RELEASE

 

Memberdayakan Remaja Perempuan: Memutus Lingkar Kekerasan

 

Jakarta (10/10) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar memberikan Piala Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada para pemenang Kompetisi Film Plan Indonesia 2014. Kompetisi dengan tema "Memberdayakan Remaja Perempuan: Memutus Lingkar Kekerasan" ini merupakan rangkaian kampanye Because I Am A Girl (BIAAG). Kampanye ini sebagai bentuk upaya pencegahan perkawinan pada usia anak.

Remaja sangatlah rentan terhadap tindak kekerasan. Kekerasan yang dialami remaja perempuan menjadi isu global adalah terjadinya perkawinan pada usia anak. Kemiskinan, budaya/adat istiadat, tingkat pendidikan orang tua rendah dan pergaulan bebas serta pengaruh sosial media ternyata memberikan kontribusi yang cukup besar dalam membangun kesadaran seksualitas yang salah pada remaja. Dampak perkawinan pada usia anak ini, antara lain terganggunya pendidikan mereka, resiko kematian ibu melahirkan menjadi lebih tinggi dan ketahanan ekonomi di keluarganya yang rendah. "Berdasarkan penelitian UNICEF, perempuan yang melahirkan pada usia 10-14 tahun beresiko lima kali lipat meninggal saat hamil maupun saat persalinan dibandingkan dengan kelompok usia 20-24 tahun dan resiko ini meningkat dua kali lipat pada usia 15-19 tahun.", jelas Linda Gumelar saat menjelaskan dampak dari perkawinan pada usia anak di Malam Apresiasi Kompetisi Film Plan Indonesia 2014.

Berbagai upaya pun dilakukan untuk mencegah perkawinan dini melalui beberapa strategi yaitu pendidikan, peningkatan ketahanan ekonomi keluarga dan memberdayakan remaja perempuan.

Di bidang pendidikan, pemerintah mendorong diberlakukannya usia wajib sekolah 12 tahun, membangun sarana dan prasarana pendidikan di daerah-daerah pedesaan dan terpencil dan memberikan akses pelatihan-pelatihan praktis bagi remaja. Sementara pada peningkatan ketahanan ekonomi keluarga, dapat dilakukan melalui peningkatan usaha ekonomi mikro keluarga, mempermudah akses kredit tanpa agunan bagi keluarga tidak mampu, menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan dan daerah terpencil melalui ekonomi/produksi rumahan serta memberikan dukungan positif bagi remaja dan keluarga yang mempunyai remaja untuk produktif.

Terakhir, memberdayakan remaja perempauan melalui pelatihan untuk mendapatkan keterampilan tertentu dan penguasaan keterampilan hidup (life skill) serta mendorong remaja berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan forum anak di daerahnya.

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3456239, e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Menteri PPPA: Perkawinan Anak Harus Dihentikan! (29)

Perkawinan bukanlah sekadar romantisme belaka
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Menteri Bintang: Pengesahan RUU PKS Tidak Dapat Ditunda Lagi (27)

Jakarta (6/08) – Keputusan DPR RI untuk mengeluarkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari daftar Program Legislasi Nasional…
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Perempuan Setara, Perempuan Merdeka (76)

Jakarta (07/8) – Menteri PPPA Bintang Puspayoga meyakini jika peran perempuan dalam rangka mengisi kemerdekaan dan pembangunan sangat dibutuhkan.
Siaran Pers, Jumat, 07 Agustus 2020

Lindungi Korban dan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual, Kemen PPPA Dorong Pembahasan RUU PKS yang Komprehensif (108)

“Saat ini, kasus kekerasan seksual terus meningkat dengan bentuk dan pola yang semakin beragam. Kekerasan seksual sudah masuk dalam tahap…
Siaran Pers, Kamis, 06 Agustus 2020

Dorong RUU PKS, Wujudkan Aturan Terkait Kekerasan Seksual Berperspektif korban (89)

Meski Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) dari daftar pembahasan…