KEMEN PPPA DAN BPS RILIS HASIL SURVEY PENGALAMAN HIDUP PEREMPUAN NASIONAL TAHUN 2016

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 30 Maret 2017
  • Dibaca : 2525 Kali
...


KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

KEMEN PPPA DAN BPS RILIS HASIL SURVEY PENGALAMAN HIDUP PEREMPUAN NASIONAL

TAHUN 2016

 

Siaran Pers Nomor: B- 021/Set/Rokum/MP 01/03/2017

 

Jakarta (30/3) – Di Indonesia saat ini belum terdapat data representatif yang menggambarkan kekerasan terhadap perempuan. Data yang terkumpul hingga kini hanyalah data yang terlaporkan, bukan representasi sebenarnya. Melihat kondisi tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional Tahun 2016 untuk menjawab kebutuhan data tersebut.


Foto : Venetia R. Danes, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA.

“Selama ini, data kekerasan yang digunakan hanya berdasarkan data kekerasan terhadap perempuan yang terlaporkan, seperti gunung es, yang hanya terlihat puncaknya saja. Oleh sebab itu, survey ini menjadi sangat penting agar mempunyai data yang representatif, yang dapat manggambarkan prevalensi kekerasan terhadap perempuan secara keseluruhan sehingga diharapkan hasilnya dapat menjadi dasar dalam perencanaan dan evaluasi berbagai program, kebijakan, dan kegiatan yang dilakukan dalam upaya perlindungan terhadap perempuan,” jelas Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Venetia R. Danes ketika merilis hasil Survey Pengalaman Hidup Perempuan Nasional Tahun 2016 bersama BPS di Jakarta, Kamis (30/3).

 

Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional Tahun 2016 ini dilakukan guna mengetahui prevalensi perempuan yang pernah mengalami kekerasan fisik, psikis, seksual, dan ekonomi, baik yang dilakukan oleh pasangan maupun bukan pasangan, mengetahui pemetaan yang dialami perempuan yang pernah atau sedang menikah dan dilakukan oleh pasangannya, serta mengetahui dampak dan kemampuan perempuan dalam mengatasi kekerasan yang dihadapinya.

 

Sebagai penyelenggara urusan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak untuk membantu Presiden dalam pemerintahan, Kemen PPPA melakukan upaya perlindungan perempuan melalui 3 (tiga) aspek, yakni pencegahan, penanganan, dan pemberdayaan. Dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan, Kemen PPPA telah membuat kebijakan peraturan perundang-undangan, diantaranya UU No.23 Tahun 2004 tentang Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), UU No.21 Tahun 2007 tentang Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan berbagai peraturan turunannya.

 

Untuk meningkatkan pemahaman tentang kesetaraan gender dan perlindungan perempuan, sosialiasasi tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan telah dilakukan kepada masyarakat, serta advokasi kepada para pengambil kebijakan dan stakeholder terkait. Sementara itu, sebagai upaya penanganan dan pemberdayaan, Kemen PPPA telah menyediakan lembaga dan sarana layanan, seperti P2TP2A, UPPPA, WCC, memfasilitasi pelatihan bagi aparat penegak hukum dalam penanganan dan perlindungan perempuan korban kekerasan, serta memfasilitasi Pemerintah Daerah dengan penyediaan mobil dan motor perlindungan perempuan dan anak (molin dan torlin) untuk menjangkau korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

 

                                                         PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (15)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (25)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (43)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (45)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.
Siaran Pers, Jumat, 18 Oktober 2019

Papua New Guinea Belajar Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dari Indonesia (64)

Jakarta (18/10) – ”Bicara tentang pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan…