PUTUSKAN MATA RANTAI KEKERASAN ANAK DAN TINGKATKAN AKSES EKONOMI PADA PEREMPUAN DI PAPUA

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 06 April 2017
  • Dibaca : 946 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

PUTUSKAN MATA RANTAI KEKERASAN ANAK DAN

TINGKATKAN AKSES EKONOMI PADA PEREMPUAN DI PAPUA

 

Siaran Pers Nomor: B- 022/Set/Rokum/MP 01/04/2017

 

Jayapura, Papua (6/4) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Jayapura, Papua. Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Menteri Yohana mengunjungi dan memberikan bantuan dalam upaya mendorong Sekolah menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA). Sekolah yang dikunjungi oleh Menteri Yohana adalah SDN Impres VIM 2 Jayapura, SDN Impres Megapura Skyline, SDN Impres Doyo Lama dan SD YPK Kwadeware Distrik Waibu, Kamis (6/4).  

 

“Kami berkomitmen melindungi seluruh anak-anak Indonesia. Negara menjamin hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” tutur Menteri Yohana di depan anak-anak dan guru di SDN Impres Doyo Lama, Papua.

 

Menteri Yohana menambahkan menurut Konvensi Hak Anak, anak-anak yang lahir mempunyai hak untuk memiliki akte kelahiran dan semua anak wajib bersekolah. Tugas guru memberikan ilmu dan memperbaiki moral murid. Menteri Yohana menegaskan tidak boleh ada kekerasan di sekolah. "Anak- anak dititipkan di sekolah untuk menjadi pemimpin masa depan. Oleh karena itu, kedatangan kami ke sekolah untuk memastikan bahwa sekolah aman dari kekerasan. Menyelamatkan satu anak, sama seperti menyelamatkan Papua," tutur Menteri Yohana.

 

Masih dalam rangkaian kunjungan kerja, Menteri Yohana mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Narkotika khusus perempuan. Pada kunjungannya ke lapas, Menteri Yohana menekankan pentingnya perubahan lapas khusus bagi anak serta untuk perempuan dewasa agar diberikan pelatihan khusus seperti menjahit dan memasak sehingga saat keluar dari lapas, mereka akan mampu berdaya guna untuk memperbaiki kehidupannya.

 

Rangkaian kunjungan kerja Menteri Yohana ke Papua hari ini diakhiri dengan mengunjungi Sanggar Ipad Nambluong-ki Yawadatum di Distrik Kemtuk Gresi, Kampung Sunah Nembu Gresi. Lokasi ini merupakan sanggar kerajinan tangan khas Papua dan ukiran kayu Jepara. Menteri Yohana berharap perwakilan dari sanggar ini dapat belajar mengukir di Jepara sehingga bisa menambah wawasan dan mengembangkannya sesuai dengan kondisi yang ada di Papua.

 

                                                         PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (189)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (261)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (148)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (713)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (695)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…