Press Release: Tanggung Jawab Semua Komponen Bangsa Untuk Memberikan Perlindungan Dan Memenuhi Hak Anak

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1104 Kali

 

Tahun momentum. Begitulah mungkin hal yang bisa menggambarkan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2014. Betapa tidak, di tahun 2014 ini berbagai peristiwa dan kejadian yang tidak baik dialami oleh sebagian anak Indonesia. Kekerasan fisik, kejahatan seksual, juga eksploitasi anak semakin marak diberitakan berbagai media. Keprihatinan dan kekhawatiran pemerintah direspon dengan cepat melalui inisiatif Bapak Presiden menerbitkan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak, yang menginstruksikan kepada seluruh pemangku kepentingan, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha untuk mencegah dan memberantas kejahatan seksual terhadap anak secara terkoordinasi dan terintegrasi.

Peringatan HAN tahun ini mengangkat tema “Ciptakan Lingkungan Kondusif untuk Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak “. Tema ini diangkat untuk mengingatkan segenap komponen bangsa bahwa lingkungan yang kondusif diperlukan dalam proses tumbuh kembang dan perlindungan anak. Momen ini juga diselenggarakan dengan harapan bisa menggugah setiap individu, orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha dan pemerintah akan pentingnya peran, tugas dan kewajiban masing-masing dalam memenuhi hak dan melindungi anak.

“Namun demikian masalah dan tantangan yang dihadapi masih ada selain maraknya kasus kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak, kita masih dihadapi dengan berbagai “emerging issues” lainnya misalnya masih terjadinya kekerasan pada anak, praktek-praktek dan tradisi yang kurang mendukung perlindungan dan tumbuh kembang anak, trafficking dan lain sebagainya”, ungkap Menteri PP & PA dalam sambutannya pada puncak acara Peringatan HAN Tahun 2014 yang dihadiri oleh Presiden, Wakil Presiden, dan undangan lainnya yang berjumlah kurang lebih 1000 orang.

Mengawali sambutannya Bapak Presiden mendoakan agar anak-anak Indonesia menjadi anak yang soleh, berbudi pekerti luhur, cerdas, sehat jasmani dan rohani, sayang dan patuh kepada orangtua dan guru, serta rukun dengan teman.  “Saya menitipkan amanah kepada seluruh komponen bangsa, untuk berbuat yang terbaik untuk memenuhi hak konstitusional anak Indonesia. Hal ini merupakan tugas dan kewajiban kita semua yang disertai dengan rasa tanggung jawab untuk mendidik dan mempersiapkan generasi masa depan yang berkarakter, unggul dan berdaya saing, sehingga siap menjadi human capital yang akan membangun bangsa Indonesia menuju kemajuan di masa-masa yang akan datang”, tutur Bapak Presiden

Kemudian, Menteri PP & PA juga mengungkapkan bahwa terlepas dari masih maraknya kasus-kasus kekerasan terhadap anak, tidak dipungkiri upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memenuhi  hak anak dan perlindungan terhadap anak telah mengalami kemajuan yang cukup berarti. Komitmen kuat Pemerintah dari sisi regulasi telah jelas dengan diratifikasinya Konvensi Hak Anak dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990, disusunnya Undang-Undang Perlindungan Anak dan berbagai perundang-undangan serta peraturan pemerintah lainnya yang terkait. Dari sisi pembangunan, kepentingan terbaik bagi anak telah diintegrasikan kedalam Rencana Pembangunan Jangka  Menengah Nasional 2010-2014.

Di bidang pendidikan, berdasarkan Data Profil Anak Indonesia 2013, tingkat partisipasi anak perempuan usia 7 s/d 12 tahun adalah 98,17% dan anak laki-laki sebesar 97,95%.  Di bidang kesehatan, persentase balita yang diimunisasi mengalami peningkatan yaitu  95,10%, sebanyak 94,70% balita pernah diberikan ASI dan Angka Kematian Balita tercatat sebanyak 40 per 1000 bayi lahir hidup atau turun hampir 60% dari tahun 1991. Dari sisi pemenuhan hak sipil anak, saat ini sudah 71,92% anak memiliki akte kelahiran dimana pada tahun 2011 sekitar 59%. Dari sisi penegakkan hukum, akhir bulan Juli ini telah diberlakukan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak yang akan mengimplementasikan pendekatan restorative justice dan diversi dalam menangani anak berhadapan dengan hukum.

Mengakhiri sambutannya, Bapak Presiden pun menyampaikan pokok-pokok arahan penting dan instruksinya secara khusus, “Kepada para Gubernur, Bupati, dan Walikota, agar memberi perhatian khusus dengan mengalokasikan anggaran pendidikan yang cukup dan pengasuhan yang baik bagi anak-anak, membangun infrastuktur dan ruang yang layak/memadai bagi anak-anak untuk tempat bermain, berekreasi dan berolahraga, serta memberikan kemudahan dan fasilitas di ruang publik yang nyaman untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) seperti di terminal, stasiun, bandara. Hal ini merupakan cerminan dari kematangan sebuah bangsa untuk peduli kepada para Anak-anak Berkebutuhan Khusus”.

Dalam momen Peringatan Hari Anak yang digelar pada tanggal 6 Agustus 2014 di Sasana Kriya TMII ini, juga diluncurkan “Prangko Seri Ibu Negara dari Masa ke Masa”, yaitu Ibu Fatmawati Soekarno, Ibu Tien Soeharto, Ibu Ainun Habibie, Ibu Sinta Nuriyah Wahid, dan Ibu Ani Bambang Yudhoyono, yang ditandai dengan penandatanganan Sampul Hari Pertama Prangko Seri Ibu Negara oleh Presiden.

Selain itu juga diluncurkan Buku “Mutiara Inspirasi: Warisan Nilai-Nilai Perempuan Pahlawan Indonesia bagi Generasi Penerus Bangsa” bertujuan untuk menambah khasanah referensi  seri kepahlawanan nasional dengan fokus khusus pada 12 (dua belas) perempuan pahlawan yang belum banyak terpublikasi sehingga dapat menjadi bagian penting dari upaya  pembangunan karakter bangsa  sejak usia dini.

Tidak hanya itu, pada kesempatan puncak acara HAN 2014 ini juga diserahkan penghargaan khusus kepada Ibu Negara, Pemberian Penghargaan Tertinggi Bidang Kesehatan “Ksatria Bakti Husada Aditya” dari Menteri Kesehatan kepada Ibu Negara, Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono atas jasa-jasa yang telah beliau berikan dalam upaya pembangunan kesehatan.

 

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

 

Telp.& Fax (021) 3456239, e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Foto Terkait:

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (90)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (80)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (663)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (659)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…
Siaran Pers, Kamis, 11 April 2019

KEMITRAAN PEMERINTAH-SWASTA-LEMBAGA MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DAN PERDAGANGAN SERTA PENYELUDUPAN MANUSIA DI KAWASAN ASIA PASIFIK (770)

Pada 8-10 April 2019 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA…