KEMEN PPPA SIAP DAMPINGI TP PKK HAPUSKAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI KOTA BUKITTINGGI

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 17 April 2017
  • Dibaca : 1376 Kali
...


KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

KEMEN PPPA SIAP DAMPINGI TP PKK HAPUSKAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI KOTA BUKITTINGGI

  Siaran Pers Nomor: B- 030/Set/Rokum/MP 01/04/2017

 

Bukittinggi, Sumatera Barat (17/4) – Melanjutkan rangkaian kunjungan kerja di Bukittinggi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menghadiri Jambore Kader PKK Berprestasi Kota Bukittinggi Tahun 2017 sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pastisipasi perempuan dalam pembangunan dan pengambilan keputusan.


 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Yohana mengatakan penduduk Indonesia berjumlah kurang lebih 255 juta dan merupakan negara ke-4 berpenduduk terbesar di dunia setelah China, India dan Amerika. 49,75% dari jumlah tersebut adalah perempuan. Berdasarkan data profil perempuan Indonesia, dari jumlah tersebut 65,71% perempuan berada pada usia produktif 15–65 tahun tetapi belum berperan optimal karena kualitas hidup dan tingkat pendidikan yang rendah. Itu adalah permasalahan yang nyata bagi kaum perempuan.

“Kita harus memastikan bahwa perempuan memperoleh kesaman akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang sama dari hasil pembangunan. Tim Penggerak PKK memegang peranan penting dalam meningkatkan partisipasi aktif perempuan dalam bidang politik, sosial, budaya, kesehatan, dan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian PPPA perlu bersinergi dengan PKK untuk mendukung program unggulan Three Ends, yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang, dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan. Kami siap mendampingi Pemerintah Kota Bukittingi dan PKK untuk membangun perempuan Bukittingi dan meminimalisasi kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak di kota ini,” ujar Menteri Yohana di Lapangan Atas Ngarai, Kota Bukittingi, Senin (17/4).

Usai menghadiri Jambore Kader PKK Berprestasi Kota Bukittingi, Menteri Yohana membuka seminar terkait penghapusan kekerasan dalam rumah tangga sejak dini. Seminar diikuti oleh sejumlah organisasi perempuan yang ada di Kota Bukittinggi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bentuk dan dampak kekerasan dalam rumah tangga. Yohana menjelaskan sosialisasi dan advokasi terkait pencegahan kekerasan dalam rumah tangga kepada masyarakat penting dilakukan mengingat berdasarkan Hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) Tahun 2016 menunjukkan bahwa 1 dari setiap 3 perempuan usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual, 1 dari setiap 4 perempuan yang pernah atau sedang menikah pernah mengalami kekerasan berbasis ekonomi dan 1 dari 5 perempuan yang pernah atau sedang menikah mengalami kekerasan psikis. Hal ini tentu juga berpengaruh terhadap psikologis anak dalam rumah tangga yang mengalami kekerasan. “Ketika saya melakukan kunjungan ke negara lain, salah satunya Abu Dhabi, saya melihat bahwa pelaku kekerasan memiliki latar belakang keluarga yang kurang baik. Oleh karena itu, saya berharap pemerintah daerah memperhatikan dan meningkatkan ketahanan keluarga karena menyangkut masa depan anak-anak Indonesia. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk memutuskan mata rantai kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak,” tambah Menteri Yohana.   


 

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bukittinggi, Yessi Endriani mengatakan pihaknya telah melakukan MoU dengan Kementerian Agama Bukittinggi untuk melakukan sosialisasi dan himbauan kepada para pasangan muda terkait pernikahan agar terhindar dari KDRT. Sebelum mengakhiri rangkaian kunjungan kerja di Bukittinggi pada hari ini, Menteri Yohana mengunjungi SDN 02 Percontohan Bukittinggi. Sekolah ini menjadi percontohan bagi pengembangan Sekolah Ramah Anak (SRA) di Kota Bukittingi. 

 

                                    PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                                                       DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                                              Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                                          e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (46)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (56)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (653)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (656)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…
Siaran Pers, Kamis, 11 April 2019

KEMITRAAN PEMERINTAH-SWASTA-LEMBAGA MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DAN PERDAGANGAN SERTA PENYELUDUPAN MANUSIA DI KAWASAN ASIA PASIFIK (764)

Pada 8-10 April 2019 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA…