KEMEN PP PA DUKUNG KABUPATEN LIMAPULUH KOTA MENUJU KABUPATEN/ KOTA LAYAK ANAK

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 18 April 2017
  • Dibaca : 1938 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

KEMEN PP PA DUKUNG KABUPATEN LIMAPULUH KOTA MENUJU KABUPATEN/ KOTA LAYAK ANAK

    Siaran Pers Nomor: B- 031/Set/Rokum/MP 01/04/2017

 

Limapuluh Kota, Sumatera Barat (18/4) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise hari ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Dalam agenda tersebut, Menteri Yohana meresmikan Puskesmas Ramah Anak (PRA), Sekolah Ramah Anak (SRA), Kecamatan Layak Anak (Kelana), dan Desa Layak Anak (Dekela). Hal ini dilakukan sebagai salah satu bukti nyata komitmen Indonesia untuk mewujudkan gerakan dunia World Fit for Children dan Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada 2030 mendatang. PRA, SRA, KELANA, dan DEKELA merupakan indikator-indikator dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

“Saya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Bupati Limahpuluh Kota terkait kebijakan Percepatan Pengembangan KLA sebagai perwujudan Kabupaten Limapuluh Kota menuju KLA. Komitmen ini diharapkan dapat dilaksanakan demi kemajuan anak Indonesia agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta terlindungi hak-haknya. Saya menyadari pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan pengintegrasian komitmen antara pemerintah, masyarakat, media, dan dunia usaha secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk membuat program yang menjamin pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Saya mengharapkan ada langkah konkret yang dilakukan sehingga kemajuan perempuan dan anak Indonesia dapat terlihat hasilnya di Kabupaten Limapuluh Kota agar segera terwujud menjadi Kabupaten Layak Anak," ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise di Kantor Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (18/4).


 

Dengan diresmikannya 12 PRA, 10 SRA, 6 KELANA, dan 9 DEKELA menjadi bukti bahwa semua kebijakan dan program di tingkat kecamatan dan desa di Kab. Limapuluh Kota mengacu pada 24 Indikator KLA sehingga diharapkan semua anak di kabupaten ini terpenuhi hak-haknya dan terlindungi dari kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi. Menteri Yohana mengingatkan untuk mendukung terwujudnya KLA, Kab. Limapuluh Kota harus menyediakan akta kelahiran bagi seluruh anak di wilayah ini, mengontrol informasi agar bersifat ramah anak, dan menyediakan ruang publik yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak.

Terkait bencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di Kec. Pangkalan, Kab. Limapuluh Kota pada Maret lalu, Menteri Yohana menyatakan rasa empatinya terhadap para korban, terutama perempuan dan anak. Ia menyatakan pihaknya akan melindungi hak perempuan dan anak di wilayah bencana. Ia juga akan memantau perlindungan hak perempuan di lokasi bencana tersebut sudah berjalan dan terpenuhi dengan baik. "Saya berharap pemerintah dapat memenuhi kebutuhan praktis dan strategis yang diperlukan para korban bencana banjir bandang, terutama perempuan dan anak. Saya yakin dan optimis ibu-ibu dan anak-anak dapat bangkit kembali pasca bencana alam tersebut," tambah Menteri Yohana.

Pemberdayaan perempuan korban bencana perlu dilakukan dalam rangka meminimalisasi kasus-kasus kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang sering terjadi di wilayah konflik dan bencana. Menteri Yohana menyayangkan jumlah penduduk perempuan yang saat ini hampir mencapai 50 persen dari jumlah total penduduk Indonesia tetapi belum sepenuhnya diberdayakan. "Jika kaum perempuan diberdayakan dan diberi tanggung jawab lebih besar, khususnya dalam keadaan bencana atau konflik, mereka dapat berperan melakukan pendekatan ke masyarakat dengan cara yang berbeda dan menjadi role model bagi sesamanya dan komunitas di sekitarnya," tutup Menteri Yohana.

 

 

                                    PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                                                       DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                                              Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                                          e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Kemen PPPA Dorong Pemerintah Daerah Tempatkan Isu Perkawinan Anak Sebagai Isu Prioritas (8)

Pada 2019 terdapat kenaikan jumlah provinsi dengan angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, dari yang semula 20 provinsi di…
Siaran Pers, Rabu, 05 Agustus 2020

Pro dan Kontra RUU PKS, Menteri Bintang: Mari Bersatu Ciptakan Payung Hukum yang Komprehensif  (30)

Jakarta (3/08) – Pembahasan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mulai dari konsep, naskah akademik, sampai dapat menjadi rancangan…
Pengumuman, Senin, 03 Agustus 2020

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN 2019 (373)

PENDAFTARAN ULANG PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK TAHUN ANGGARAN…
Siaran Pers, Minggu, 02 Agustus 2020

Kemen PPPA Beri Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Masamba (101)

Masamba (02/8) –Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir…
Siaran Pers, Kamis, 30 Juli 2020

Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Bintang: Lawan dan Akhiri Segala Bentuk Perdagangan Orang (95)

Jakarta (30/07) – Dalam rangka peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak…