KEMEN PP PA DUKUNG KABUPATEN LIMAPULUH KOTA MENUJU KABUPATEN/ KOTA LAYAK ANAK

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 18 April 2017
  • Dibaca : 1122 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

KEMEN PP PA DUKUNG KABUPATEN LIMAPULUH KOTA MENUJU KABUPATEN/ KOTA LAYAK ANAK

    Siaran Pers Nomor: B- 031/Set/Rokum/MP 01/04/2017

 

Limapuluh Kota, Sumatera Barat (18/4) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise hari ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Dalam agenda tersebut, Menteri Yohana meresmikan Puskesmas Ramah Anak (PRA), Sekolah Ramah Anak (SRA), Kecamatan Layak Anak (Kelana), dan Desa Layak Anak (Dekela). Hal ini dilakukan sebagai salah satu bukti nyata komitmen Indonesia untuk mewujudkan gerakan dunia World Fit for Children dan Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada 2030 mendatang. PRA, SRA, KELANA, dan DEKELA merupakan indikator-indikator dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

“Saya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Bupati Limahpuluh Kota terkait kebijakan Percepatan Pengembangan KLA sebagai perwujudan Kabupaten Limapuluh Kota menuju KLA. Komitmen ini diharapkan dapat dilaksanakan demi kemajuan anak Indonesia agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta terlindungi hak-haknya. Saya menyadari pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan pengintegrasian komitmen antara pemerintah, masyarakat, media, dan dunia usaha secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk membuat program yang menjamin pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Saya mengharapkan ada langkah konkret yang dilakukan sehingga kemajuan perempuan dan anak Indonesia dapat terlihat hasilnya di Kabupaten Limapuluh Kota agar segera terwujud menjadi Kabupaten Layak Anak," ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise di Kantor Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (18/4).


 

Dengan diresmikannya 12 PRA, 10 SRA, 6 KELANA, dan 9 DEKELA menjadi bukti bahwa semua kebijakan dan program di tingkat kecamatan dan desa di Kab. Limapuluh Kota mengacu pada 24 Indikator KLA sehingga diharapkan semua anak di kabupaten ini terpenuhi hak-haknya dan terlindungi dari kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi. Menteri Yohana mengingatkan untuk mendukung terwujudnya KLA, Kab. Limapuluh Kota harus menyediakan akta kelahiran bagi seluruh anak di wilayah ini, mengontrol informasi agar bersifat ramah anak, dan menyediakan ruang publik yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak.

Terkait bencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di Kec. Pangkalan, Kab. Limapuluh Kota pada Maret lalu, Menteri Yohana menyatakan rasa empatinya terhadap para korban, terutama perempuan dan anak. Ia menyatakan pihaknya akan melindungi hak perempuan dan anak di wilayah bencana. Ia juga akan memantau perlindungan hak perempuan di lokasi bencana tersebut sudah berjalan dan terpenuhi dengan baik. "Saya berharap pemerintah dapat memenuhi kebutuhan praktis dan strategis yang diperlukan para korban bencana banjir bandang, terutama perempuan dan anak. Saya yakin dan optimis ibu-ibu dan anak-anak dapat bangkit kembali pasca bencana alam tersebut," tambah Menteri Yohana.

Pemberdayaan perempuan korban bencana perlu dilakukan dalam rangka meminimalisasi kasus-kasus kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang sering terjadi di wilayah konflik dan bencana. Menteri Yohana menyayangkan jumlah penduduk perempuan yang saat ini hampir mencapai 50 persen dari jumlah total penduduk Indonesia tetapi belum sepenuhnya diberdayakan. "Jika kaum perempuan diberdayakan dan diberi tanggung jawab lebih besar, khususnya dalam keadaan bencana atau konflik, mereka dapat berperan melakukan pendekatan ke masyarakat dengan cara yang berbeda dan menjadi role model bagi sesamanya dan komunitas di sekitarnya," tutup Menteri Yohana.

 

 

                                    PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                                                       DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                                              Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                                          e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (48)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (57)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (653)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (656)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…
Siaran Pers, Kamis, 11 April 2019

KEMITRAAN PEMERINTAH-SWASTA-LEMBAGA MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DAN PERDAGANGAN SERTA PENYELUDUPAN MANUSIA DI KAWASAN ASIA PASIFIK (764)

Pada 8-10 April 2019 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA…