MARI LAKSANAKAN MUDIK RAMAH PEREMPUAN DAN ANAK

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 20 Juni 2017
  • Dibaca : 1752 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

MARI LAKSANAKAN MUDIK RAMAH PEREMPUAN DAN ANAK

Siaran Pers Nomor: B- 058/Set/Rokum/MP 01/06/2017

Jakarta (19/6) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, sebagian besar masyarakat telah melakukan perjalanan ke kampung halaman atau mudik, baik dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan, khususnya bagi kaum perempuan dan anak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise memberikan himbauan kepada masyarakat agar menjalani mudik ramah perempuan dan anak. Selain, menggunakan kendaraan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak, Yohana juga menghimbau agar para orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap anak agar terhindar dari modus kejahatan dan penculikan.

“Bagi para orang tua, ingat, modus kejahatan dan penculikan di tempat umum semakin banyak. Usahakan agar kita selalu menggandeng anak-anak agar tidak terlepas dari pengawasan. Ajari anak-anak agar berhati-hati dengan tawaran makanan, minuman, atau mainan dari orang yang tidak dikenal. Selain itu, alangkah baiknya jika kita memakaikan tanda pengenal pada anak-anak agar mudah dicari ketika terlepas dari pengwasan kita. Pastikan ada nomor kontak orang tua di saku pakaian anak-anak. Saya juga menghimbau bagi para ibu atau kaum perempuan agar membawa kebutuhan khusus menyusui dan menstruasi selama di perjalanan,” himbau Menteri Yohana terkait Mudik Ramah Perempuan dan Anak.

Menteri Yohana juga mengingatkan agar masyarakat membawa persiapan makanan, serta pakaian khusus anak-anak dan bayi untuk menjaga kenyamanan selama di perjalanan. Selain itu, Yohana juga menghimbau agar masyarakat membawa uang secukupnya sesuai kebutuhan dan jangan membawa atau menggunakan perhiasan secara berlebihan, apalagi bagi anak-anak. Hal tersebut perlu dilakukan agar kaum perempuan dan anak-anak jauh dari incaran kejahatan dan penculikan.

Terkait keamanan dan keselamatan selama perjalanan mudik, Yohana menghimbau agar masyarakat selektif dalam memilih kendaraan yang aman dan nyaman, dan bagi para orang tua yang masih memiliki anak bayi atau balita agar tidak menggunakan sepeda motor. “Mari kita gunakan kendaraan umum atau pribadi secara aman dan nyaman. Usahakan agar tidak membawa anak-anak yang masih bayi atau balita ketika menjalani mudik dalam perjalanan jauh menggunakan sepeda motor karena dikhawatirkan dapat melelahkan dan beresiko bagi kesehatan anak-anak kita. Saya juga menghimbau agar para pengemudi jangan mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk. Usahakan beristirahat secara periodik, paling tidak setelah 4 jam mengemudi. Jika memerlukan pertolongan medis, gunakan posko-posko kesehatan yang telah disediakan oleh pemerintah di sepanjang jalur arus mudik,” tutup Menteri Yohana.

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 23 Juli 2019

Kita Anak Indonesia, Kita Gembira (61)

Makassar (23/7) – Disambut anak-anak Indonesia yang memutar-mutar alat permainan khas Makassar, katto’-katto’, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
Siaran Pers, Selasa, 23 Juli 2019

Mama Yo : Sebar pengetahuan sebagai pelopor dan pelapor (36)

Makasar (22/07) – Ajang Forum Anak Nasional (FAN) yang berlangsung sejak tanggal 19 Juli 2019 resmi ditutup oleh Menteri Pemberdayaan…
Siaran Pers, Minggu, 21 Juli 2019

Harta yang Paling Berharga Adalah Keluarga (209)

Harta yang paling berharga adalah keluarga.
Siaran Pers, Sabtu, 20 Juli 2019

FAN : Wujudkan mimpimu, jadilah pelopor dan pelapor (92)

Makasar (20/07) – “Saya bermimpi menjadi dokter syaraf karena ingin menjadi keajaiban bagi orang lain. Saya yakin Tuhan tidak pernah…
Siaran Pers, Sabtu, 20 Juli 2019

Sulawesi Selatan Tuan Rumah Penyelenggaraan Satu Dekade FAN (149)

Makassar (19/7) – Memasuki masa satu dekade pertemuan Forum Anak Nasional (FAN),