PASTIKAN TIDAK ADA KEKERASAN, MENTERI YOHANA KUNJUNGI LAPAS PEREMPUAN DAN ANAK  DI TOMOHON, SULUT 

  • Dipublikasikan Pada : Minggu, 09 Juli 2017
  • Dibaca : 1271 Kali
...


KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

PASTIKAN TIDAK ADA KEKERASAN, MENTERI YOHANA KUNJUNGI LAPAS PEREMPUAN DAN ANAK 
DI TOMOHON, SULUT 

Siaran Pers Nomor: B- 062/Set/Rokum/MP 01/07/2017


Sulawesi Utara (9/7) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise hari ini melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Manado, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Manado dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tomohon, serta Lembaga Pemasyarakatan Perempuan dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Malendeng, Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Menteri Yohana ingin memastikan jika penghuni lapas terbebas dari kekerasan dan diskriminasi.


 

"Kunjungan ini untuk memastikan perempuan dan anak penghuni lapas dalam keadaan aman, terbebas dari kekerasan, dan diskriminasi sehingga mereka merasa tinggal dan hidup di rumah sendiri serta merasa layak / ramah perempuan dan anak. Meski mereka tinggal di lapas, namun saya berharap anak-anak tetap dapat bermain, berkreasi, berkomunikasi dengan orang tua / keluarga, mendapatkan pendidikan, dan melakukan aktivitas produktif sebagai bekal jika mereka sudah selesai menjalankan masa tahanannya", ujar Menteri Yohana saat melakukan dialog dengan penghuni lapas di Tomohon, Sulut, Minggu (9/7).

Menteri Yohana mengaku sebelumnya telah berkoordinasi dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly untuk menghilangkan terali besi agar penghuni lapas anak-anak dapat dipindahkan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dan diberikan fasilitas pendidikan. Menteri Yohana mengapresiasi upaya Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Manado dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tomohon yang telah melakukan pembinaan kepribadian, kemandirian, dan pendidikan kepada para penghuni lapas. Sejumlah pelatihan keterampilan, seperti membuat kue dan berbagai aksesoris diberikan kepada penghuni lapas perempuan. 

Terkait kunjungan Menteri Yohana ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Yohana mengatakan masyarakat belum begitu mengetahui keberadaan P2TP2A sehingga banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Manado yang belum dilaporkan. "Selama ini P2TP2A Kota Manado telah membantu Pemerintah Pusat dalam menangani kasus-kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang terjadi di daerah. Namun, permasalahannya sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui tugas dan fungsi P2TP2A. P2TP2A adalah ikon dan mitra kuat kami untuk membantu menyelesaikan isu  isu perempuan dan anak, menjangkau, melayani korban, dan menindaklanjuti berbagai kasus kekerasan. Maka dari itu, mari kita bersama-sama melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan dan menyebarkanluaskan informasi mengenai P2TP2A agar masyarakat dapat mengetahui secara komprehensif mengenai tugas dan fungsi P2TP2A dan masyarakat dapat aktif melaporkan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Prov. Sulawesi Utara", jelas Menteri Yohana. 

Dalam kunjungannya ke P2TP2A Provinsi Sulawesi Utara, Yohana juga mengajak pemerintah pusat dan daerah agar dapat membangun komitmen bersama terkait isu kekerasan pada perempuan dan anak serta bekerja sama dalam sinkronisasi mengenai data kasus kekerasan dan sistem penyelesaian kasus perempuan dan anak.


 

Sebelumnya, pada Sabtu (8/7) Menteri PPPA menghadiri acara Dirgahayu 100 Tahun PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya) di Graha Bumi Beringin, Manado. Dengan bertahannya salah satu organisasi perempuan selama 100 tahun, Yohana menilai bahwa Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) di Sulawesi Utara meningkat. Yohana berharap agar perempuan-perempuan Indonesia dapat meneruskan perjuangan para pahlawan perempuan, khususnya pelopor PIKAT, Maria Walanda Maramis, yang mendirikan organisasi dan sekolah khusus perempuan. Selain itu, Yohana juga mengajak organisasi-organisasi perempuan lainnya di Indonesia dapat bekerja sama dengan Kementerian PPPA untuk mengembangkan sekolah perempuan, salah satunya adalah Woman Technical College yang rencananya akan dilaksanakan setara Diploma agar kaum perempuan dapat menguasai Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK) yang sebelumnya lebih lebih banyak diisi oleh kaum laki-laki.

 

                                    PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                                                       DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                                              Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                                          e-mail : publikasikpppa@gmail.com

         

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 27 Juni 2019

Seandainya Semua Orang Paham Kesetaraan Gender (15)

Manusia Indonesia memang sudah seharusnya melek dan sadar betapa kesetaraan gender dan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) dapat membawa lebih banyak…
Siaran Pers, Rabu, 26 Juni 2019

Optimalkan PUG melalui Berbagi Praktik Terbaik Daerah (42)

Yogyakarta (26/6) – Hari kedua rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Capaian Kinerja Pelaksanaan PUG…
Siaran Pers, Kamis, 27 Juni 2019

Cegah dan Layani Anak Terjerat Radikalisme dan Terorisme di Maluku Utara (17)

“Tindak pidana terorisme yang melibatkan anak di Indonesia menjadi fenomena memprihatinkan yang mengancam tumbuh kembang anak, baik dari sisi kehidupan…
Siaran Pers, Kamis, 27 Juni 2019

Masyarakat Harus Ikut Cegah dan Dampingi Anak Berhadapan Hukum di Maluku Utara (16)

“Saat ini, masih banyak Anak Berhadapan Hukum (ABH) yang mengalami diskriminasi, stigmatisasi, dikucilkan, hingga diusir dari lingkungannya. Padahal, ABH yang…
Siaran Pers, Rabu, 26 Juni 2019

ANDIL DESA PERKUAT PERLINDUNGAN ANAK DARI PORNOGRAFI (27)

Kab. Agam (26/06) - Di Indonesia, sepanjang Tahun 2018 tercatat 150 kasus yang berkaitan dengan eksploitasi seksual anak terjadi.