KAMPANYE PENGHAPUSAN KEKERASAN TERHADAP ANAK (PKTA) WUJUD PERLINDUNGAN BAGI ANAK

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 26 Juli 2017
  • Dibaca : 3403 Kali
...


KEMENTERIANPEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

KAMPANYE PENGHAPUSAN KEKERASAN TERHADAP ANAK (PKTA)
WUJUD PERLINDUNGAN BAGI ANAK

Siaran Pers Nomor: B- 075/Set/Rokum/MP 01/07/2017



Jakarta (26/7) – Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak(STRANAS –PKTA) 2016-2020 yang telah diluncurkan pada 2016 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA)dapat berhasil apabila ada peran serta masyarakat untuk mewujudkannya. Sebagai bentuk dukungan, organisasi masyarakat pemerhati anak yang tergabung dalam Aliansi PKTA (Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak) bekerjasama dengan Kementerian PPPA melaksanakan Peluncuran Kampanye Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak dalam rangkaian Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017.

Penandatanganan komitmen bersama Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak ini dilakukan oleh Menteri PPPA, Yohana Yembise, Perwakilan Dinas PPPA
Provinsi DKI Jakarta, Perwakilan Kementerian/Lembaga, serta Pimpinan Lembaga-Lembaga Anggota Aliansi PKTA sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan.

“Kondisi keluarga adalah ukuran dari masa depan suatu bangsa. Orang dewasa selayaknya harus memberikan kegembiraan pada anak-anak di sekeliling mereka, penuhi hak anak, dan lindungi mereka dari segala bentuk kekerasan karena membangun satu anak berarti membangun satu bangsa. Safe The Children, Safe The Future of Nation,” jelas Menteri Yohana.

Pada acara Kampanye PKTA, Menteri PPPA, Yohana Yembise mendengarkan suara anak yang mewakili daerah dampingan Organisasi Pemerhati Anak di berbagai daerah. Anak-anak juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan Menteri Yohana didampingi oleh Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Prov. DKI Jakarta, Dien Emmawati. Pada dialog tersebut, sejumlah isu mengemuka, diantaranya bentuk penanganan terhadap pelaku dan korban bullying, pekerja usia anak, hingga bentuk perlindungan dan pemenuhan hak bagi pelaku tindak pidana usia anak.

 




Peluncuran Kampanye PKTA bertujuan untuk mempromosikan berbagai upaya dalam melindungi anak dari kekerasan di dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat; melibatkan anak dalam menilai persoalan dan memberikan rekomendasi pemecahan masalah dalam menangani masalah kekerasan terhadap anak; serta mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mengakhiri kekerasan terhadap anak.

“Anak-anak dimana pun berada, kalian harus selalu rajin belajar, hindari bullying di sekolah, jangan meniru hal-hal negatif dari lingkungan, kalian harus selalu bergembira, sesuai pesan utama Hari Anak Nasional 2017, yaitu Saya Anak Indonesia, Saya Gembira. Dengan adanya kampanye seperti ini, mari kita putuskan mata rantai kekerasan terhadap anak,” pesan Menteri Yohana.

Peluncuran Kampanye PKTA ini merupakan puncak rangkaian kegiatan seminar, lokakarya, pameran, festival, konsultasi anak, dan orang muda yang telah berlangsung sejak 1-31 Juli 2017. Kurang lebih 400 orang hadir mewakili anak dan berbagai elemen masyarakat anggota Aliansi PKTA pada peluncuran kampanye PTKA di Gedung Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta.

 


                                                         PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                       DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                  Telp.& Fax (021) 3448510,
                 e-mail : publikasikpppa@gmail.com
www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 24 Februari 2020

Peran Serta Dunia Usaha, Dorong Hak Anak Terpenuhi (23)

Kemen PPPA meresmikan Gerai Starbucks Community Store pertama di Indonesia di Pasar Tanah Abang,
Siaran Pers, Minggu, 23 Februari 2020

Menteri Bintang : Perempuan Harus Mandiri dan Berdaya, Kunci Wujudkan Generasi Unggul! (36)

“Bangsa ini akan maju jika perempuan Indonesia dapat berdaya, memiliki akses untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat, mempunyai kontrol atas berbagai…
Siaran Pers, Sabtu, 22 Februari 2020

Pedofil Anak Makin ‘Merajalela’, Kemen PPPA: Berikan Efek Jera pada Pelaku (72)

Jakarta (22/02) - Beberapa hari lalu, publik kembali dibuat geram dengan terkuaknya kasus pedofil anak sesama jenis dan eksploitasi seksual…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Angka Pekerja Migran Indonesia di Lombok Tengah Tinggi,  Kemen PPPA Perkuat Pembinaan Keluarga (60)

Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kota Lombok Tengah dan Provinsi NTB tergolong besar. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan terkait…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Resmikan UPTD PPA di NTB, Menteri Bintang Apresiasi Pemerintah Provinsi (37)

“Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), per 15 Januari 2020, jumlah laporan kasus kekerasan terhadap…