Press Release: Kunjungan Menteri PP-PA Ke Kediaman Alm. Alawy

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1824 Kali

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Republik Indonesia

 

PRESS RELEASE

MENEG PP&PA KUNJUNGI KEDIAMAN KELUARGA ALAWY,

AYAH ALAWY MINTA KEADILAN HUKUM

 

Cileduk – Tangerang, Minggu (07/10), Linda Amalia Sari berkunjung ke kediaman keluarga Alawi Yusianto Putra – pelajar kelas X SMA Negeri 6 Jakarta, korban yang tewas ditangan salah satu pelajar SMA Negeri 70 di Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Kali ini, Linda hadir ke tengah keluarga Alawi bukan hanya sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP&PA), tetapi juga sebagai Alumni dan anggota komite SMAN 6 Jakarta yang prihatin atas musibah yang menimpa keluarga Alawi.

 

Masih lekat dalam ingatan kita, 24 September 2012 yang lalu merupakan hari dimana Alawi tewas. Raut sedih dan kehilangan masih tampak di wajah keluarga yang ditinggalkan. Dengan suara lirih, Tauri, ayahanda Alawi menceritakan kepada Ibu Linda bagaimana sang buah hati harus meregang nyawa karena mendapat tusukan tepat di jantungnya sedalam 7 cm dan kehilangan darah sebanyak 1350 cc. Baik Tauri maupun Endang, ibunda Alawi, sangatlah menyesalkan kejadian ini karena Alawi sendiri tidak pernah terlibat sedikitpun dalam perkara tawuran yang selama ini melanda SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70 Jakarta.

 

Kesedihan terdalam paling tampak di wajah sang kakak, Yunita (19). Dengan mata yang berkaca-kaca ia menceritakan bagaimana sang adik bertekad kuat dan bercita-cita menaikkan derajat keluarganya. Sang adik yang baru dua bulan mengenyam pendidikan SMA ini sengaja memilih SMA Negeri sebagai jenjang pendidikannya agar tidak terlalu membebani orang tua. “Saya sendiri yang menganjurkan Alawi untuk masuk SMA 6 karena Alawi punya bakat di bidang musik. Di SMA 6 sendiri banyak ekstra kulikuler yang dapat mendukung bakat Alawi tersebut dan jaringan dia untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri lebih terbuka lebar. Tapi justru anjuran saya ini malah bikin adik saya terkena musibah. Kalau tau jadinya akan seperti ini saya akan mati-matian minta Alawi sekolah di sekolah lain. Saya jadi merasa sangat terpukul dengan kejadian ini”.

 

Meneg PP & PA langsung mengingatkan kepada Yunita agar tidak terus berlarut dengan kesedihan dan meminta Yunita untuk berhenti menyalahkan diri sendiri, “Yunita, jangan terus menyalahkan diri sendiri dan jangan menjadi beban di hati Yunita. Memang sudah jalannya Alawi masuk SMA 6 dan yang seperti ini sudah menjadi takdir Tuhan dan tidak perlu dijadikan penyesalan, kita jadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi kita ke depannya. Saya pahami anjuran Yunita pada adiknya ini karena SMA 6 itu memang sangat kuat bidang seni dan budayanya, Yunita pun harus berbangga karena nama ruang musik di SMA 6 pun telah menggunakan nama Alawi dan telah didedikasikan untuknya”

 

Pada kesempatan ini pula, Tauri pun mengungkapkan harapan keluarganya kepada Meneg PP & PA, “Dengan kehadiran Ibu Linda disini, saya minta bantuan adanya pengawalan hukum secara adil bagi kami untuk menyelesaikan kasus ini, karena kami sendiri hanyalah orang awam yang tidak begitu mengetahui proses hukum. Kami mohon dengan sangat agar dapat dibantu dalam proses ini.”

 

Meneg PP & PA pun menyambut baik harapan dari orang tua Alawi dan mengungkapkan agar kasus ini harus diselesaikan dengan bijaksana dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, “Kita harus tegas, bahwa penegakan hukum harus dilakukan untuk efek jera, karena kasus pembunuhan adalah kejahatan berat.”

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3456239, e-mail : humas_kpp@yahoo.co.id

 

Foto Terkait:

 

 

Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar saat melihat album foto Alm. Alawy Yusianto Putra (15) ditemani dengan keluarga Alm. Alawy di Kediaman Alm. Alawy, Ciledug.

Foto: Hasaumi Mayaranti / Humas KPP-PA

Publikasi Lainya

Buku, Selasa, 22 Oktober 2019

PENILAIAN DAN PEMETAAN TERHADAP  PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN SERTA  DAMPAKNYA PADA PENINGKATAN  SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA   DI PAPUA  (11)

LAPORAN PENELITIAN PENILAIAN DAN PEMETAAN TERHADAP  PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN SERTA  DAMPAKNYA PADA PENINGKATAN  SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA   DI PAPUA 
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (51)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (64)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (71)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (62)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.