Press Release: Kunjungan Menteri PP-PA Ke Kediaman Alm. Alawy

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1478 Kali

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Republik Indonesia

 

PRESS RELEASE

MENEG PP&PA KUNJUNGI KEDIAMAN KELUARGA ALAWY,

AYAH ALAWY MINTA KEADILAN HUKUM

 

Cileduk – Tangerang, Minggu (07/10), Linda Amalia Sari berkunjung ke kediaman keluarga Alawi Yusianto Putra – pelajar kelas X SMA Negeri 6 Jakarta, korban yang tewas ditangan salah satu pelajar SMA Negeri 70 di Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Kali ini, Linda hadir ke tengah keluarga Alawi bukan hanya sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP&PA), tetapi juga sebagai Alumni dan anggota komite SMAN 6 Jakarta yang prihatin atas musibah yang menimpa keluarga Alawi.

 

Masih lekat dalam ingatan kita, 24 September 2012 yang lalu merupakan hari dimana Alawi tewas. Raut sedih dan kehilangan masih tampak di wajah keluarga yang ditinggalkan. Dengan suara lirih, Tauri, ayahanda Alawi menceritakan kepada Ibu Linda bagaimana sang buah hati harus meregang nyawa karena mendapat tusukan tepat di jantungnya sedalam 7 cm dan kehilangan darah sebanyak 1350 cc. Baik Tauri maupun Endang, ibunda Alawi, sangatlah menyesalkan kejadian ini karena Alawi sendiri tidak pernah terlibat sedikitpun dalam perkara tawuran yang selama ini melanda SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70 Jakarta.

 

Kesedihan terdalam paling tampak di wajah sang kakak, Yunita (19). Dengan mata yang berkaca-kaca ia menceritakan bagaimana sang adik bertekad kuat dan bercita-cita menaikkan derajat keluarganya. Sang adik yang baru dua bulan mengenyam pendidikan SMA ini sengaja memilih SMA Negeri sebagai jenjang pendidikannya agar tidak terlalu membebani orang tua. “Saya sendiri yang menganjurkan Alawi untuk masuk SMA 6 karena Alawi punya bakat di bidang musik. Di SMA 6 sendiri banyak ekstra kulikuler yang dapat mendukung bakat Alawi tersebut dan jaringan dia untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri lebih terbuka lebar. Tapi justru anjuran saya ini malah bikin adik saya terkena musibah. Kalau tau jadinya akan seperti ini saya akan mati-matian minta Alawi sekolah di sekolah lain. Saya jadi merasa sangat terpukul dengan kejadian ini”.

 

Meneg PP & PA langsung mengingatkan kepada Yunita agar tidak terus berlarut dengan kesedihan dan meminta Yunita untuk berhenti menyalahkan diri sendiri, “Yunita, jangan terus menyalahkan diri sendiri dan jangan menjadi beban di hati Yunita. Memang sudah jalannya Alawi masuk SMA 6 dan yang seperti ini sudah menjadi takdir Tuhan dan tidak perlu dijadikan penyesalan, kita jadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi kita ke depannya. Saya pahami anjuran Yunita pada adiknya ini karena SMA 6 itu memang sangat kuat bidang seni dan budayanya, Yunita pun harus berbangga karena nama ruang musik di SMA 6 pun telah menggunakan nama Alawi dan telah didedikasikan untuknya”

 

Pada kesempatan ini pula, Tauri pun mengungkapkan harapan keluarganya kepada Meneg PP & PA, “Dengan kehadiran Ibu Linda disini, saya minta bantuan adanya pengawalan hukum secara adil bagi kami untuk menyelesaikan kasus ini, karena kami sendiri hanyalah orang awam yang tidak begitu mengetahui proses hukum. Kami mohon dengan sangat agar dapat dibantu dalam proses ini.”

 

Meneg PP & PA pun menyambut baik harapan dari orang tua Alawi dan mengungkapkan agar kasus ini harus diselesaikan dengan bijaksana dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, “Kita harus tegas, bahwa penegakan hukum harus dilakukan untuk efek jera, karena kasus pembunuhan adalah kejahatan berat.”

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3456239, e-mail : humas_kpp@yahoo.co.id

 

Foto Terkait:

 

 

Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar saat melihat album foto Alm. Alawy Yusianto Putra (15) ditemani dengan keluarga Alm. Alawy di Kediaman Alm. Alawy, Ciledug.

Foto: Hasaumi Mayaranti / Humas KPP-PA

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Ruang Bermain Ramah Anak Dorong Terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (19)

Jakarta (25/4) - Untuk mempercepat terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak, dimana salah satu indikatornya yaitu pembangunan dan pengembangan
Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Permasalahan Perempuan dan Anak Harus Ditangani Bersama! (24)

Perempuan dan anak saat ini masih menjadi kelompok masyarakat yang tertinggal di berbagai aspek pembangunan, padahal kesetaraan gender harus menjadi…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan PPPA Era 4.0 (214)

Kab. Tangerang, Banten (24/4) – Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di era revolusi industri 4.0 memberikan peluang besar sekaligus…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

PEMERINTAH PERCEPAT KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI PUSPA  (90)

Tangerang (23/04) - Pemerintah mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama bersinergi mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak karena pemerintah tidak sanggup bekerja…
Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (242)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…