Press Release: Promosi Gaya Hidup Hijau di Peringatan HAN 2012

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1314 Kali

 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Republik Indonesia

 

PRESS RELEASE

 

PROMOSI GAYA HIDUP HIJAU DI PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL 2012

 

“Hari Anak Nasional (HAN), merupakan momentum saat yang tepat bagi  kita  semua  untuk  melakukan  penelaahan  internal  atau  introspeksi tentang bagaimana selama ini kita memperlakukan anak,” ungkap Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ketika membuka Acara Rangkaian HAN yang bertajuk “For a Green Indonesia” di Ecopark- Ancol Jakarta, Selasa (17/7). Pada kesempatan ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) bekerja sama dengan Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan Koran Berani, untuk memprakarsai kegiatan yang mengedepankan promosi gaya hidup hijau sejak dini.

Tema for a green Indonesia atau bisa diterjemahkan sebagai “untuk Indonesia hijau” sangat relevan dengan pengembangan Kota Layak Anak yang juga mempromosikan keluarga ramah anak yaitu Green Life Style Family. Meneg PP&PA menilai promosi gaya hidup hijau sejak masa anak-anak ini sangatlah cerdas dan tepat karena akan menjamin adanya keberlanjutan atau sustainability. Beliau menilai jika Pemerintah dan juga stakeholder lainnya mampu memfasilitasi 50% dari jumlah anak yang kini telah mendekati angka 90 juta, maka dalam satu tahun akan tumbuh 45 juta tanaman yang sangat berguna bagi masa depan bangsa. Hal ini merupakan potensi yang luar biasa bila dikelola dengan baik.

Untuk itu KPP-PA sebagai institusi pemerintah yang mengemban amanah di bidang tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi anak selalu berusaha untuk mengikuti dengan seksama berbagai peristiwa yang terkait dengan anak. Tidak hanya dalam penanaman green life style family saja, tetapi juga dalam ragam prestasi yang tak henti-hentinya di ukir oleh anak-anak Indonesia dan pihak-pihak yang mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Melalui kesempatan ini, KPP-PA memberikan penghargaan kepada beberapa figur sosial, tokoh anak dan pemerhati anak di bidang sosial budaya dan pendidikan, yang diantaranya adalah:

1. Nitia Agustini Kala Ayu, pengembang Forum Anak Kota Mataram dan Ketua Dewan Anak Kota Mataram

2. Komunitas Hong, komunitas pelestari permainan anak tradisional di Indonesia

3. Walan Jayani, penari cilik pelestari budaya Tari Topeng Cirebon

4. Stephanie Handojo, Atlet penyandang Tuna Grahita, peraih medali emas di berbagai ajang olahraga internasional dan pembawa obor Olimpiade London 2012

5. Ifa, penyanyi anak penyandang Tuna Netra

6. Paris Hakim, Sang Dai Cilik

 

Dengan penganugerahan penghargaan ini, Meneg PP&PA berharap anak-anak Indonesia lainnya dapat termotivasi untuk turut serta melukiskan prestasi di wajah masa depan bangsa yang cerah dan berakhlak mulia. “Saya sangat berharap kegiatan kita di hari ini, dapat memupuk persahabatan, persaudaraan, menanamkan disiplin, dan mengembangkan jiwa kepemimpinan bagi anak-anak dalam suasana yang kompetisi yang sehat, menyenangkan, dan sportif”

 

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3456239, e-mail : humas_kpp@yahoo.co.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (15)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (26)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (43)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (45)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.
Siaran Pers, Jumat, 18 Oktober 2019

Papua New Guinea Belajar Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dari Indonesia (64)

Jakarta (18/10) – ”Bicara tentang pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan…