KERJA BERSAMA ANTAR NEGARA, KUNCI KESETARAAN GENDER DI MASA DEPAN

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 25 September 2017
  • Dibaca : 2449 Kali
...

 

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

KERJA BERSAMA ANTAR NEGARA, KUNCI KESETARAAN GENDER DI MASA DEPAN

 

Siaran Pers Nomor: B- 104/Set/Rokum/MP 01/09/2017

 

JAKARTA, (25/9) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemen Setneg) dan Sekretariat Colombo Plan menyelenggarakan program kerjasama Sharing Best Practices on the Implementation of Gender Responsive Planning and Budgeting. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, pertemuan tersebut diikuti perwakilan 12 negara berkembang Colombo Plan yaitu Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Indonesia, Malaysia, Maldives, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Thailand dan Fiji, kegiatan ini rencananya akan berlangsung sejak 25-28 September 2017 di Jakarta dan 29-1 Oktober 2017 di Bandung.

Pertemuan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman terbaik Pemerintah Indonesia dalam proses perumusan, implementasi dan advokasi Perencanaan dan Penganggaran yang Responsive Gender (PPRG), baik di tingkat Pemerintah Pusat maupun Daerah. Serta mengumpulkan informasi  kebijakan dan status PPRG di masing-masing negara peserta untuk kemudian dijadikan referensi dalam upaya memajukan advokasi PPRG bagi Indonesia maupun negara peserta lainnya.

“Melalui kegiatan ini, akan ada banyak pengalaman yang dimiliki negara-negara peserta baik itu dari fenomena umum ataupun kondisi khusus masing-masing negara dalam upaya pengarusutamaan gender yang dapat kita gabungkan. Kumpulan pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam memperbaiki kerja kita terkait pengarusutamaan gender di masa depan. Berbagi pengalaman membuat kita dapat mempersiapkan lebih baik. Kuncinya adalah kooperatif, kolaborasi, dan kerja bersama. Oleh karena itu, kerja bersama penting untuk mencapai tujuan bersama,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise.

Menteri Yohana juga menekankan, bahwa kesetaraan gender dan pembangunan adalah untuk semua. Laki-laki, perempuan dan anak-anak yang jumlahnya setengah dan 35% dari populasi dunia, mereka dengan kebutuhan khusus, yang belum terjangkau, serta terpinggirkan harus diikutsertakan dan dijadikan penerima manfaat pembangunan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau atau SDGs (Suistainable Development Goals) yang memegang prinsip inklusivitas,yang berarti bahwa semua orang penting.

“Meskipun penganggaran responsif gender belum diketahui dan digunakan secara luas, ini saatnya bagi kita untuk mempromosikan PPRG dalam setiap tahap proses pembangunan. Pengarusutamaan gender bukan hanya pengetahuan dan keterampilan mempraktikkan metode, tapi juga melibatkan hubungan manusia, aspek sosial budaya dan bahkan kasih sayang. Terkait peran keluarga sebagai institusi terkecil dimana isu gender menjadi landasan dalam membangun keluarga yang harmonis, saling hormat dan menyayangi. Kita harus menjadikan kesetaraan gender sebagai persoalan dalam hati kita. Inilah inti dari apa yang kita lakukan, membuat kesetaraan gender menjadi kenyataan,” jelas Menteri PPPA, Yohana Yembise.

 

                                                         PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Laporan Keuangan & BMN, Senin, 21 September 2020

Laporan Keuangan KPPPA Periode Tahunan Audited 2019 (9)

Laporan Keuangan KPPPA Periode Tahunan Audited 2019
Siaran Pers, Minggu, 20 September 2020

Peran Keluarga dalam Perkembangan dan Pertumbuhan Anak (109)

Perkembangan anak yang optimal, ibarat membangun sebuah rumah yang harus memiliki pondasi kuat. Orangtua diharapkan dapat mempersiapkannya secara menyeluruh sehingga…
Siaran Pers, Jumat, 18 September 2020

Kemen PPPA Kawal Pilkada Ramah Anak (83)

Jakarta (18/9) – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 akan segera digelar. Beberapa peraturan terkait Pilkada telah direvisi menyesuaikan…
Siaran Pers, Kamis, 17 September 2020

Rakornas PPPA Soroti Masalah Perlindungan Perempuan dan Anak di Masa Pandemi dan Percepatan Pembangunan Perempuan dan Anak pada 2021 (187)

Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Rakornas Pembangunan PPPA) Tahap III Tahun 2020 yang dilaksanakan di Bali…
Siaran Pers, Rabu, 16 September 2020

Sunat Perempuan Timbulkan Trauma Pada Ibu dan Anak Korban (58)

Jakarta (16/9) –  Female Genital Mutilation/Cutting (FGM/C) atau Pemotongan/Perlukaan Genital Perempuan (P2GP) atau kerap disebut dengan istilah sunat perempuan