METAMORFOSA KREASI ANAK BURUH MIGRAN

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 27 September 2017
  • Dibaca : 3684 Kali

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

METAMORFOSA KREASI ANAK BURUH MIGRAN

Siaran Pers Nomor: B- 106/Set/Rokum/MP 01/09/2017

Jember (23/9) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menghadiri acara Puncak Festival Egrang ke-8 yang dilaksanakan pada tanggal 23 September 2017 di Ledokombo, Jember, Jawa Timur.

Menurut Menteri Yohana, Festival Egrang adalah cara anak-anak Ledokombo menghadapi tantangan atas fenomena buruh migran yang terjadi di tempat tinggal mereka , terlebih Ledokombo dikenal sebagai salah satu daerah yang banyak mengirim buruh migran.

"Anak buruh migran ini menghadapi 3 tantangan dalam tumbuh kembangnya. Pertama, ketidaksiapan keluarga untuk melakukan pengasuhan ketika salah satu atau kedua orang tua meninggalkan rumah dalam waktu yang lama. Kedua, pengasuhan yang kurang baik membawa akibat pada terhambatnya tumbuh kembang anak. KetIga, daya dukung dan perhatian komunitas untuk kepentingan anak menjadi tergerus,” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise.

Menteri Yohana menambahkan, untuk menghadapi tantangan tersebut, anak-anak di Ledokombo merespon dengan cara menghidupkan permainan tradisional Egrang. Anak-anak Ledokombo kemudian membentuk kelompok dengan nama Tanoker yang dalam bahasa Madura artinya kepompong, tapi juga bermakna wadah bagi anak-anak untuk bertransformasi. Dalam praktiknya, melalui Tanoker anak-anak mengasah kemampuannya untuk berserikat dan berpendapat. Mereka mengembangkan gagasan dan kemampuan berpendapat, mengasah kemampuan teknis, dan belajar berorganisasi.

Menteri Yohana memberikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen pemerintah daerah Kota Jember atas keberadaan Tanoker yang diinisiasi oleh anak-anak Ledokombo dan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap mereka. Awalnya, sebagai anak buruh migran, mereka dipandang sebelah mata. Namun, ketika keterampilan bermain Egrang mulai diapresiasi oleh pihak lain, seperti diundang dalam festival permainan anak-anak di wilayah lain, dan ditayangkan media televisi, ada perubahan pandangan terhadap anak-anak buruh migran di kampung. Ini berdampak positif terhadap keluarga yang akhirnya kembali memberikan perhatian pada anak-anak tersebut. Komunikasi antara anak-anak dan orang dewasa  terjalin kembali.Selain itu, muncul relawan-relawan yang memiliki perhatian pada anak-anak buruh migran, dan menginisiasi adanya sekolah buk-ibu (Sekolah Perempuan) dan sekolah pak-bapak, untuk mulai membicarakan kembali pengasuhan yang layak bagi anak. Terutama jika salah satu dari orang tua memilih menjadi buruh migran dan meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang cukup panjang.

“Diharapkan keberadaan Festival Egrang yang sudah menjadi salah satu ikon festival di Jember, dapat mendorong lahirnya desa wisata belajar. Berbeda dengan wisata yang lain,sebab jenis wisata yang dikembangkan di Ledokombo adalah untuk belajar. Keberadaan desa wisata belajar mendorong warga untuk menekuni kegiatan kreatif dengan membuat kerajinan tangan, produk kuliner dan mengelola homestay,”tutup Menteri Yohana.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasikpppa@gmail.com

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 22 Januari 2021

Sinergi Kemen PPPA Bagi Perempuan dan Anak Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan ( 96 )

Tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak bagi korban…

Siaran Pers, Jumat, 22 Januari 2021

Menteri Bintang : Bangun Pos Ramah Perempuan dan Anak Agar Pengungsi Aman dan Nyaman ( 195 )

Sumedang (22/01) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengunjungi langsung daerah terdampak bencana longsor di Kabupaten…

Siaran Pers, Rabu, 20 Januari 2021

Wujudkan Kesetaraan Gender di Tempat Kerja, Sukseskan Pembangunan Ekonomi Bangsa ( 191 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengungkapkan bahwa  kesetaraan gender bertujuan bukan hanya demi kepentingan kaum perempuan…

Siaran Pers, Minggu, 17 Januari 2021

Kemen PPPA Penuhi Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak pada Lokasi Bencana Gempa Di Mamuju ( 277 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim pertama untuk untuk pemetaan kebutuhan spesifik perempuan dan anak sekaligus…

Siaran Pers, Jumat, 15 Januari 2021

Perempuan, Kekuatan Bangsa dalam Memutus Mata Rantai Covid-19 ( 264 )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menuturkan bahwa perempuan merupakan salah satu kekuatan penting bagi bangsa dalam…