KEMEN PPPA GERAKKAN 1000 PEREMPUAN DAN LANSIA WASPADA BENCANA

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 19 Oktober 2017
  • Dibaca : 1265 Kali
...

 

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

KEMEN PPPA GERAKKAN 1000 PEREMPUAN DAN LANSIA WASPADA BENCANA

Siaran Pers Nomor: B- 119/Set/Rokum/MP 01/10/2017

Jakarta (14/10) - Indonesia telah mengalami kurang lebih 1500 kejadian bencana yang terjadi di sejumlah tempat. Setiap terjadi bencana, korban perempuan jumlahnya 4 kali lebih besar dibandingkan korban laki-laki. Pada kondisi pasca bencana, perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya seperti lansia terkadang mengalami kekerasan berbasis gender, misalnya pada proses evakuasi, sistem keamanan pengungsi, ruang privasi, dan pemenuhan hak kebutuhan dasar. Kondisi-kondisi tersebut membuat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) merasa perlu untuk memberi perhatian terhadap kelompok perempuan, utamanya lansia. Melalui aksi nyata, Kemen PPPA melaksanakan ’Gerakan 1000 Perempuan Peduli Bencana dan Lansia Merawat Lingkungan’ pada Minggu (14/10) pagi, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

Guna melindungi kaum perempuan dan anak yang rentan menjadi korban situasi darurat kemanusiaan dan bencana, gerakan tersebut juga sebagai bentuk partisipasi perempuan dan lansia Indonesia, dalam rangka Hari Lanjut Usia Internasional 2017 pada setiap bulan Oktober. Diawali dengan senam bersama, sebanyak 1000 peserta perempuan dan lansia disuguhi penampilan teatrikal dari komunitas lansia, edukasi, dan sosialisasi tentang membangun kewaspadaan menghadapi bencana dengan menjaga lingkungan, serta pembagian 1000 bibit pohon.

“Pada kondisi bencana, anak-anak dan kelompok rentan lainnya, seperti perempuan dan lansia menjadi korban paling banyak. Maka dari itu, kami mengumpulkan para lansia untuk untuk saling berbagi pengalaman terutama mereka yang pernah mengalami kondisi bencana. Hal tersebut juga sebagai bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah untuk memperhatikan kelompok rentan, seperti perempuan dan lansia dengan meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan mereka apabila terjadi bencana. Kegiatan ini tidak akan berhenti sampai di sini, kami berencana akan melakukan acara yang lebih besar dan lebih massif lagi sehingga masyarakat mengetahui bahwa lansia mendapat perhatian khusus dari negara,” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise.

Menteri Yohana juga menambahkan untuk memberikan bentuk penanganan yang tepat bagi pencegahan dan penanganan kelompok rentan korban bencana dibutuhkan data-data yang lengkap. Maka dari itu, Kemen PPPA berencana akan melakukan kerjasama dengan BPS melakukan survey untuk menyusun profil lansia di Indonesia. Pada kegatan tersebut, sejumlah peserta juga berkesempatan berdialog langsung dengan Menteri Yohana terkait kondisi yang dihadapi lansia saat ini. Mereka juga menyampaikan rasa sangat senang dan terimakasih karena merasa diperhatikan oleh pemerintah.

“Di media, jika terjadi bencana baik di luar negeri maupun di dalam negeri yang kita lihat kebanyakan adalah lansia, dan itu harus menjadi perhatian. Kegiatan ini salah satunya bertujuan utuk mendengar langsung kondisi dan harapan lansia sehingga pemerintah bisa menindaklanjuti upaya yang dapat dilakukan untuk melindungi kelompok rentan di Indonesia karena indikator suatu negara dianggap maju, salah satunya adalah jika perempuan, anak, lansia, dan disabilitas diperhatikan,” tambah Menteri Yohana.

 

                                                         PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                 DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (189)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (261)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (148)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (713)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (694)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…