KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

NEGARA HADIR CEGAH PERDAGANGAN ORANG HINGGA DAERAH TERPENCIL

  • Dipublikasikan Pada : Minggu, 26 November 2017
  • Dibaca : 123 Kali
...

KEMENTERIANPEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA
 
PRESS RELEASE

NEGARA HADIR CEGAH PERDAGANGAN ORANG HINGGA DAERAH TERPENCIL

   Siaran Pers Nomor: B- 147/Set/Rokum/MP.01/11/2017

 

Tindak pidana perdagangan orang, seringnya memiliki sistem terstruktur hingga menjadikan para pelakunya sulit untuk diungkap dan diadili. Seringnya, daerah terpencil menjadi target paling rentan dimasuki oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk menjaring korbannya. Melalui program prioritas Three Ends, salah satunya gerakan akhiri perdagangan orang, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), secara konsisten terus dilakukan hingga ke desa atau kampung-kampung.

"Para oknum kerap mengiming-imingi calon korbannya, seperti dijanjikan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang banyak padahal dijadikan target perdagangan orang. Perempuan dan anak menjadi korban paling banyak. Tidak hanya itu, mereka juga kerap menjadi korban kekerasan. Dibutuhkan upaya kita bersama untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) khususnya kepada perempuan dan anak," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise.

Kehadiran Menteri Yohana Yembise ke Desa Wae Bangka di Pa'ang Lembor perbatasan Kab. Manggarai Barat dengan Kab. Manggarai, sebagai wujud nyata dari usaha negara hadir hingga ke daerah terpencil untuk menghentikan TPPO. Disana, Menteri Yohana melakukan dialog dengan masyarakat dan mengingatkan agar tidak gampang terkena bujuk rayu pelaku TPPO. Hingga saat ini kata Yohana, kasus TPPO memang masih sulit menjaring pelakunya, karena pergerakan dan keberadaan kelompok mereka yang sulit untuk dideteksi. Ketahanan keluarga perlu ditingkatkan. Untuk itu peran masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemerintah untuk bersinergi putuskan mata rantai TPPO.

Kunjungan Menteri PPPA pertama kali ke Kampung Pa'ang Lembor disambut secara adat oleh tokoh adat Manggarai, pelajar dan seluruh masyarakat setempat. Dalam kunjungannya Menteri Yohana juga memberikan apresiasi luarbiasa kepada pelajar yang membacakan hak anak di depan Menteri Yohana dengan menggunakan bahasa inggris.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com
www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Berita, Jumat, 15 Desember 2017

Sesuai Undang-Undang, Kementerian Wajib Kelola Arsip dengan Benar (56)

Jakarta – Kementerian dan Lembaga harus bisa mengelola arsip secara baik. Tujuannya selain agar mengelola arsip secara tertib, efektif dan…
Siaran Pers, Jumat, 15 Desember 2017

Imunisasi Efektif Cegah Difteri (59)

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sampai dengan November 2017, ada 95 Kab/kota dari 20 provinsi melaporkan kasus Difteri. Sementara pada…
Siaran Pers, Kamis, 14 Desember 2017

SEKOLAH PEREMPUAN WAROPEN HADIR UNTUK BERDAYAKAN PEREMPUAN PAPUA (95)

Waropen (13/12) Sekolah Perempuan hadir sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan pemberdayaan perempuan di Papua.…
Siaran Pers, Rabu, 13 Desember 2017

INDONESIA DAN FIJI SEPAKAT TINGKATKAN KEMAJUAN PEREMPUAN DAN ANAK (180)

Sebagai tindak lanjut Perjanjian Kerjasama yang telah ditandatangani pada 18 Desember 2013, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA)…
E - Book, Selasa, 12 Desember 2017

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kab-Kota 2015 (23)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kab-Kota 2015