KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

POTENSI PEREMPUAN UNTUK MENJADI PENGGERAK PERDAMAIAN

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 04 Desember 2017
  • Dibaca : 540 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

POTENSI PEREMPUAN UNTUK MENJADI PENGGERAK PERDAMAIAN

Siaran Pers Nomor: B- 153/Set/Rokum/MP 01/12/2017

 

Jakarta (04/12) – Pelibatan perempuan sangat penting sebagai penggerak perdamaian dari berbagai fenomena konflik rumah tangga dan di ruang publik karena saat terjadi konflik, perempuan dan anaklah yang paling menderita. Hal tersebut mengemuka dalam  Simposium “Peran Ibu dan Ulama Perempuan sebagai Pencipta dan Penggerak Perdamaian dalam Keluarga dan Masyarakat” yang digelar sebagai rangkaian Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-89 dan kunjungan kenegaraan Ibu Negara Republik Islam Afganistan, Y. M. Rula Ghani ke Indonesia.

Dalam simposium tersebut, Menteri PPPA, Yohana Yembise dan Ibu Negara Republik Islam Afganistan, Y. M. Rula Ghani mengajak agar kaum perempuan dapat berperan dalam pembentukan karakter dan menumbuhkan rasa cinta perdamaian di keluarga dan masyarakat. “Pada Mei lalu, saya hadir di Simposium Afghan Women : Messenger of Peace. First Lady Afghanistan, Rula Ghani tertarik untuk mempelajari Pancasila dan Kebhinekaan yang saya bicarakan karena mampu mempersatukan Bangsa Indonesia. Bagi kami, peran perempuan, khususnya kaum ibu sebagai pencipta dan penggerak perdamaian sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik karena saat adanya konflik, perempuan dan anak-anaklah yang paling menderita. Sayangnya peran perempuan seringkali luput dari narasi pencegahan konflik. Saya menghimbau agar seluruh perempuan, khususnya kaum ibu mampu menjadi peace maker minimal dalam lingkup keluarga karena keluarga adalah lingkungan yang paling pertama untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian,” tegas Menteri Yohana dalam simposium yang juga dihadiri Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

            Menteri Yohana juga menyinggung peran ulama perempuan dalam mendorong proses perdamaian dalam penyelesaian konflik, terutama untuk mengatasi perbedaan dan memperkuat persatuan. Menurut Yohana, ulama memiliki peranan yang penting dalam mengajarkan kerukunan antarumat beragama dan menciptakan deradikalisasi untuk mencegah aksi terorisme.

            Selain bagi Pemerintah Indonesia, isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan salah satu prioritas kebijakan Pemerintah Afghanistan, khususnya terkait peningkatan pendidikan perempuan, pemberdayaan perempuan dalam ekonomi, pencegahan dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, serta peran perempuan dalam keluarga untuk mendorong upaya perdamaian di Afghanistan. Hubungan antara Indonesia dan Afghanistan telah berlangsung baik selama lebih dari 6 dekade. Indonesia memandang Afghanistan sebagai negara sahabat dan salah satu negara prioritas dalam pemberian bantuan peningkatan kapasitas, terutama dalam pemberdayaan perempuan dan telah menaruh perhatian besar terhadap upaya perdamaian di Afghanistan.

“Selama kunjungan singkat di Jakarta, saya bermaksud untuk mendengarkan pengalaman dan saran dari Indonesia, khususnya peran Ulama Perempuan Indonesia dan pemahaman mereka tentang tuntunan Kitab Suci Al-Quran dalam upaya  membangun perdamaian. Saya juga tertarik untuk berinteraksi dan bertukar pikiran dengan perempuan Indonesia anggota parlemen serta perempuan di masyarakat. Selama berlangsungnya simposium, saya menilai bahwa memang benar perempuan memiliki peranan, baik dalam keluarga maupun di lingkup masyarakat yang lebih luas, mampu berdiri melawan kekerasan yang terjadi di kehidupan sehari-hari dan meningkatkan perdamaian dalam lingkungan sekitarnya melalui jalur interaksi damai dimana perpecahan dan perdebatan akan terselesaikan melalui musyawarah, mediasi, dan negosiasi,” ujar Ibu Negara Republik Islam Afganistan, Y. M. Rula Ghani.

            Sebelumnya, Menteri Yohana telah melakukan kunjungan ke Afghanistan untuk menjadi keynote speaker dalam Simposium Internasional ke-4 Afghan Women : Messenger of Peace pada 14 – 16 Mei 2o17 lalu. Dalam kegiatan tersebut, Indonesia berkomitmen untuk memberikan bantuan peningkatan kapasitas kepada perempuan Afghanistan melalui pendidikan kepada perempuan, pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), peningkatan kapasitas untuk perempuan dalam proses perdamaian dan dialog termasuk ulama perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak. Pada 2018, Indonesia dan Afghanistan juga sepakat akan mendatangkan 5 perempuan Afghanistan untuk mempelajari program pemberdayaan perempuan di Indonesia yang  dapat diimplementasikan untuk membantu perempuan di Afghanistan.

 

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                         Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                        e-mail : publikasikpppa@gmail.com

www.kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 21 Agustus 2018

Rumah Idaman untuk Perempuan Pejuang Kehidupan (41)

“Rumahku adalah istanaku”. Begitulah kalimat yang kerap kali menggambarkan keberdaan sebuah rumah di hati pemiliknya.
Siaran Pers, Kamis, 16 Agustus 2018

PEMENUHAN HAK PEREMPUAN DAN ANAK PASCA GEMPA LOMBOK (345)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Asisten Deputi Perlindungan Anak Dalam Situasi Darurat dan Pornografi, melakukan penyerahan…
Siaran Pers, Rabu, 15 Agustus 2018

PERHATIAN BAGI PEREMPUAN DALAM KONFLIK AGRARIA (73)

Jakarta, (15/08) – Ketimpangan penguasaan lahan hutan antara yang dikuasai swasta dengan dikelola rakyat ternyata melahirkan banyak konflik agrarian. Dari…
Siaran Pers, Rabu, 15 Agustus 2018

Kado Jelang Kemerdekaan untuk Puldama (74)

Senja 11 Agustus 2018 menjadi saksi sejarah di sebuah wilayah pedalaman Papua, tepatnya Distrik Puldama, Kabupaten Yahukimo.
Siaran Pers, Rabu, 15 Agustus 2018

Realisasi Investasi Triwulan II - 2018 Sebesar 176,3 T, Naik 3,1 % Dibanding Triwulan II - 2017 (79)

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) periode…