SEKOLAH PEREMPUAN WAROPEN HADIR UNTUK BERDAYAKAN PEREMPUAN PAPUA

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 14 Desember 2017
  • Dibaca : 1490 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE
SEKOLAH PEREMPUAN WAROPEN HADIR UNTUK BERDAYAKAN PEREMPUAN PAPUA

Siaran Pers Nomor: B-161/Set/Rokum/MP 01/12/2017

Waropen (13/12)  Sekolah Perempuan hadir sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan pemberdayaan perempuan di Papua. Dalam perkembangan Sekolah Perempuan di Waropen, dibutuhkan dukungan dari para Pemuka Adat dan Tokoh Masyarakat.

“Dalam kegiatan Temu Dengar Pendapat dengan Tokoh Adat Papua ini, saya akan meluncurkan Program Sekolah Perempuan yang menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap praktek-praktek kekerasan terhadap perempuan dan upaya pemberdayaan perempuan di Papua. Sekolah Perempuan merupakan pendidikan oleh dan untuk masyarakat dengan fasilitator yang sudah lebih dulu memiliki keahlian. Saya berharap  Sekolah Perempuan juga dapat membantu kaum perempuan untuk mengenali potensi dan peran mereka dalam keluarga dan daerahnya," ujar Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise pada Kegiatan Temu Dengar Pendapat dengan Para Tokoh Adat Papua dan Peluncuran Program Sekolah Perempuan di Kabupaten Waropen, Prov. Papua.

Sekolah perempuan di Waropen merupakan Pilot Project Sekolah Perempuan pertama yang diinisiasi oleh Kementerian PPPA. Konsep dari Sekolah Perempuan di Waropen adalah sekolah nonformal dengan pengembangan tempat-tempat pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi alam.

Wakil Bupati Waropen, Hengky Wonatorey mengatakan bahwa peluncuran Sekolah Perempuan di Waropen  merupakan moment penting bagi perempuan di Waropen untuk membuktikan bahwa mereka bisa berperan bagi keluarganya. Hengky berharap selain dapat mengembangkan keterampilan perempuan, Sekolah Perempuan juga dapat menambah wawasan kaum perempuan tentang politik.

 “Dukungan dari para pemuka adat dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan pengembangan Sekolah Perempuan sebagai bagian dari pembangunan di Waropen. Kegiatan rintisan ini selanjutnya akan berada di dalam program pembangunan Pemda Kabupaten Waropen beserta masyarakat," tutup Menteri Yohana.

Dalam kegiatan Temu Dengar Pendapat dengan para Tokoh Adat Papua, Menteri Yohana juga melakukan pengukuhan Satuan Petugas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Satgas PPPA) Kab. Waropen dengan jumlah personil 10 orang.

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,                                                                                                     

e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (58)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (29)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (15)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (13)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017
Siaran Pers, Minggu, 16 Februari 2020

Kemen PPPA Terjunkan Tim Dampingi Anak Korban Perundungan di Malang (132)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus perundungan yang menimpa pelajar SMPN 16 Malang,…