Asuransi Perikanan: Senjata KKP Lindungi Pembudidaya Ikan Kecil

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 03 Januari 2018
  • Dibaca : 1027 Kali
...

Asuransi Perikanan: Senjata KKP Lindungi Pembudidaya Ikan Kecil

 

Perlindungan atas resiko usaha yang dialami oleh pembudidaya ikan kecil akibat serangan wabah penyakit dan/atau bencana alam merupakan amanat dari Undang Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Tambak Garam. Untuk mengimplementasikan amanat tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bergerak cepat dengan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Jaminan Perlindungan atas Risiko kepada Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

Keseriusan KKP dalam merealisasikan amanat UU No. 7/2016 dan Permen KP No. 18/2016 diwujudkan dalam bentuk Program Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK), sekaligus menjadikan program ini sebagai salah satu program prioritas KKP di bidang perikanan budidaya tahun 2017. Menandai peluncuran perdana program, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyerahkan secara simbolik polis asuransi kepada perwakilan penerima bantuan di Jakarta.

Dalam sambutannya, Menteri Susi kembali menegaskan bahwa asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil ini merupakan langkah konkrit dari komitmen KKP untuk melindungi pembudidaya ikan kecil agar mereka semakin berdaya dan mampu bangkit saat menghadapi kegagalan produksi akibat penyakit maupun bencana alam. Perlindungan ini akan memberikan jaminan akan keberlangsungan dan berkelanjutan usaha yang mereka lakukan. Namun Susi juga berpesan, dengan adanya jaminan asuransi jangan malah membuat pembudidaya terlena tetapi harus menjadi motivasi untuk terus bekerja keras.

Pertama di Dunia

Berjalannya program APPIK merupakan hasil kerja sama KKP dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Dalam proses selanjutnya, PT. Asuransi Jasa Indonesia telah ditetapkan sebagai perusahaan asuransi pelaksana didukung oleh konsorsium yang merupakan gabungan 8 (delapan) perusahaan asuransi (Ko-Asuransi). Adapun produk asuransi yang dihasilkan diberi nama Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU) karena untuk tahun 2017 difokuskan untuk budidaya udang/polikultur udang. Skema polis AUBU pada program APPIK merupakan yang pertama kali ada di Indonesia bahkan dunia.

"Tahun 2017 kita inisiasi skema asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil dan menjadi yang pertama ada di Indonesia bahkan menurut OJK pertama di dunia. Kita ingin pembudidaya ikan kecil ini lebih berdaya, oleh karenanya negara hadir untuk memberikan jaminan keberlanjutan usaha yang digeluti. Kedepan harapannya akan lebih banyak lagi pembudidaya ikan kecil yang memiliki usaha dengan teknologi sederhana dapat terlindungi melalui asuransi ini," jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.

Lebih lanjut Slamet menjelaskan bahwa pada tahun 2017 ini, setidaknya sebanyak 2.004 orang pembudidaya ikan kecil dengan luas lahan 3.300 hektar di-cover program ini. Penerima manfaat program tersebar di 14 Provinsi mencakup 37 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Bentuk bantuan program ini adalah pembayaran premi asuransi perikanan senilai Rp 450.000 per hektar per tahun dengan manfaat pertanggungan hingga Rp 15.000.000 per hektar per tahun. Untuk memenuhi nilai tersebut KKP mengalokasikan anggaran senilai Rp. 1,485 miliar di tahun 2017.

KKP sendiri menetapkan kriteria calon penerima bantuan premi asuransi ini, antara lain terdaftar dalam database kartu pembudidaya ikan (aquacard), diutamakan sudah tersertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) dan merupakan pembudidaya ikan kecil dengan pengelolaan lahan kurang atau sama dengan 5 hektar serta menggunakan teknologi sederhana.

 

Ditjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

web: www.djpb.kkp.go.id

twitter: @BudidayaKKP

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Minggu, 21 Juli 2019

Harta yang Paling Berharga Adalah Keluarga (29)

Harta yang paling berharga adalah keluarga.
Siaran Pers, Sabtu, 20 Juli 2019

FAN : Wujudkan mimpimu, jadilah pelopor dan pelapor (27)

Makasar (20/07) – “Saya bermimpi menjadi dokter syaraf karena ingin menjadi keajaiban bagi orang lain. Saya yakin Tuhan tidak pernah…
Siaran Pers, Sabtu, 20 Juli 2019

Sulawesi Selatan Tuan Rumah Penyelenggaraan Satu Dekade FAN (74)

Makassar (19/7) – Memasuki masa satu dekade pertemuan Forum Anak Nasional (FAN),
Siaran Pers, Sabtu, 20 Juli 2019

Pentingnya Peran Perempuan dalam Mencegah dan Menanggulangi Penyakit Tidak Menular  (58)

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian di berbagai belahan dunia. Indonesia termasuk ke dalam negara dengan tingkat kematian…
Siaran Pers, Kamis, 18 Juli 2019

Gunung Sinabung Kembali Aktif, Kabupaten Karo Terapkan Siaga Hadapi Bencana (142)

Kabupaten Karo (18/7) - Secara geografis Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera serta berada di lintasan garis…