KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

SANKSI TEGAS PELAKU VIDEO PORNO ANAK

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 15 Januari 2018
  • Dibaca : 523 Kali
...

KEMENTERIANPEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

SANKSI TEGAS PELAKU VIDEO PORNO ANAK

Siaran Pers Nomor: B- 004/Set/Rokum/MP 01/01/2018

 

Bandung (15/1) – Menindaklanjuti kasus beredarnya video porno anak dengan perempuan dewasa di Bandung beberapa waktu lalu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise meminta agar para pelaku dapat diberi sanksi tegas yaitu dijerat dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, karena telah menjadikan anak sebagai korban eksploitasi dan menghancurkan masa depan mereka.

“Kasus seperti ini bisa terjadi dimana dan kapan saja di Indonesia. Saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus waspada terhadap segala bentuk kejahatan yang mengancam anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Terkait kasus ini saya mendorong aparat penegak hukum untuk memberi sanksi tegas bagi pelaku, tidak hanya dijerat dengan UU ITE dan UU Pornografi, namun juga UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Saya setuju pemberian hukuman kebiri bagi pelaku, namun tidak diberikan secara langsung melainkan menjalani pidana pokok terlebih dahulu sebagai salah satu program rehabilitas sosial,” tegas Menteri PPPA, Yohana Yembise dalam Rapat Koordinasi bersama Kapolda Jawa Barat terkait tindak lanjut Kasus Video Porno Anak di Bandung.

Menteri Yohana juga mengungkapkan langkah yang akan dilakukan Kementerian PPPA yaitu dengan mengirim surat kepada pihak Kedutaan Besar Kanada dan Rusia mengingat adanya indikasi keterlibatan jaringan internasional dari kedua negara dalam kasus tersebut. Selain itu, koordinasi lebih lanjut dengan Bareskrim Polri untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami tidak dapat bergerak sendiri dalam melindungi anak-anak dari segala macam bentuk kekerasan, perlu sinergi bersama antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota maupun Provinsi untuk melibatkan peran masyarakat melalui gerakan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat, serta melakukan promosi-promosi preventif dalam keluarga, ” ungkap Menteri Yohana.

Dalam rapat koordinasi hari ini Menteri Yohana mengapresiasi langkah cepat Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Barat (Polda Jabar), Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), serta Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinas PPPA) dalam mengungkap dan menangani kasus tersebut. Menteri Yohana juga menemui para pelaku, beliau mengecam serta menanyakan alasan pelaku melakukan tindakan kejahatan tersebut.

“Faktor ekonomi menjadi alasan utama para pelaku  melakukan kejahatan, hal ini tentu saja tidak dapat diterima dan akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menghentikan sekaligus mencegah terjadinya kasus serupa, dengan fokus pada isu utama Kementerian PPPA yaitu 3ENDS, Akhiri kesenjangan akses ekonomi bagi perempuan,” ungkap Menteri Yohana.

Sebelumnya, Menteri Yohana mengunjungi anak-anak korban di P2TP2A untuk mengetahui kondisi mereka, selain bernyanyi bersama dengan para korban yang kondisinya lebih baik, Menteri Yohana juga berdialog dengan psikolog untuk mengetahui perkembangan pemulihan kondisi korban, serta mempersiapkan anak-anak agar dapat kembali bersekolah, dekat dengan keluarga, bermain dan berkreatif sebagai bentuk pemenuhan hak anak. Jika sudah benar-benar pulih maka anak-anak akan dikembalikan kepada pihak keluarga, dengan pendampingan pemerintah daerah yaitu Dinas PPPA bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.

 

                                    PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                                                                       DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                                          e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 22 Mei 2018

Anak Banti Harus Kembali Sekolah (60)

“Anak Banti harus segera kembali bersekolah!” ujar Yohana Yembise
Siaran Pers, Senin, 14 Mei 2018

INDONESIA BEBAS KEKERASAN 2030 (31)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA).
Siaran Pers, Minggu, 13 Mei 2018

ANAK INOVATIF DAN KREATIF, INDONESIA CERIA (28)

Dalam rangka mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030, perlu upaya bersama dalam meningkatkan pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Siaran Pers, Jumat, 11 Mei 2018

Blue Bird Luncurkan Buku “Kartini Blue Bird : The Spirit of Emak-Emak” (26)

Sebagai bagian dari bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan perempuan sebagai sosok yang mampu memberikan kontribusi pada kesejahteraan keluarga serta kegiatan…
Siaran Pers, Rabu, 09 Mei 2018

KOMITMEN DUNIA ATASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI PENGUATAN KESETARAAN GENDER (34)

Dalam rangkaian acara Bonn Climate Change Conference sebagai tindak lanjut dari Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC),