JANGAN BIARKAN ANAK ALAMI KEKERASAN DAN EKSPLOITASI

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 17 Januari 2018
  • Dibaca : 2407 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

JANGAN BIARKAN ANAK ALAMI KEKERASAN DAN EKSPLOITASI

Siaran Pers Nomor: B- 005/Set/Rokum/MP 01/01/2018

Bandung (16/1) – Berdasarkan Data BPS di Tahun 2013 sebanyak 8% anak laki-laki dan 4% anak perempuan menjadi korban kekerasan dan eksploitasi. Untuk menekan angka tersebut, khususnya di Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Kekerasan dan Eksploitasi terhadap Anak dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah daerah, lembaga masyarakat, komunitas peduli perempuan dan anak serta media massa di Kota Bandung, Jawa Barat.

"Upaya pencegahan merupakan langkah efektif dan efisien dalam menekan dan meminimalisir tingginya kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, dengan fokus utama pada pengasuhan dan perlindungan khusus anak, sebagai unsur paling penting dari lima hak dasar anak," Ujar Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu dalam Pembukaan acara FGD hari ini.

Pribudiarta menyampaikan, tingginya jumlah angka kekerasan pada anak laki-laki dibanding anak perempuan disebabkan karena adanya pola pengasuhan anak yang salah, serta mengakarnya perilaku budaya maskulinitas yang melabeli bahwa anak laki-laki tidak boleh menangis, harus kuat, dapat menyelesaikan masalah sendiri dan identik dengan pendidikan menggunakan kekerasan.

Kementerian PPPA telah menyusun Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2016-2020, yang meliputi solusi dalam hal legislasi dan kebijakan, norma sosial, pengasuhan, serta memberi pendidikan dasar pada anak agar memiliki keterampilan hidup serta meningkatkan ketahanan dirinya.

"Saya menghimbau kepada seluruh pemerintah baik pusat maupun daerah serta seluruh lapisan masyarakat untuk secara sinergi bersama melakukan upaya konkrit dan berkelanjutan sesuai dengan peran masing-masing dalam menurunkan angka kekerasan secara Nasional, khususnya di Jawa Barat," terang Pribudiarta.


PUBLIKASI DAN MEDIA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 19 April 2021

Menteri Bintang Dorong Anak Dilibatkan  dalam Musrenbang ( 157 )

Jakarta (18/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus mendorong peningkatan partisipasi anak di dalam setiap proses pembangunan

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 132 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 70 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 109 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 116 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…