SIPP Nasional Permudah Masyarakat Dapatkan Layanan Informasi

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 19 Februari 2018
  • Dibaca : 1827 Kali
...

SIPP Nasional Permudah Masyarakat Dapatkan Layanan Informasi

Jakarta - Secara bertahap Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB)
melakukan sosialiasi Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) kepada sejumlah Kementerian dan
Lembaga, pada Jumat (9/2/2018). Sosialisasi yang diikuti 20 Kementerian dan Lembaga ini dimaksudkan
agar seluruh badan publik Kementerian dan Lembaga bisa memberikan pelayanan yang prima kepada
masyarakat.
Terlebih sesuai Grand Desain Reformasi Birokrasi yang diatur dalam Permen PAN No 81 Tahun 2010,
ditargetkan tahun 2025 kualitas pelayanan prima sudah tercapai untuk seluruh wilayah Indonesia
melalui SIPP. Demikian dikatakan Kepala Bidang Pengelolaan Sistem Informasi Pelayanan Publik Kemen
PAN-RB, Emida Suparti, disela acara Sosialisasi SP4N-LAPOR! serta Bimbingan Teknis Sistem Informasi
Pelayanan Publik (SIPP), Jumat (9/2/2018) di Kantor KemenPAN-RB.
Menurut Emida, hasil evaluasi terhadap pelayanan publik saat ini masih banyak masyarakat yang
kecewa dengan pelayanan publik. Masyarakat kecewa karena informasi pelayanan publik masih berjalan
lambat, tidak menepati janji, diskriminatif, prosedur berbelit-belit, tidak transparan, biaya mahal dan
sulitnya informasi pelayanan publik.
Selain itu banyak unit pelayanan belum menginformasikan profil penyelenggara, profil pelaksana,
standar pelayanan, maklumat pelayanan dan informasi pengelolaan pengaduan. Pelayanan publik juga
masih banyak yang belum menyusun standar pelayanan, menetapkan standar pelayanan dan janji
layanan, menginformasikan hasil penilaian kinerja pelayanan publik.
SIPP memuat informasi pelayanan publik, Index Pelayanan Publik (IPP), Survey Kepuasan Masyarakat
(SKM), dan Survey Rormasi Birokrasi (SRB) seluruh instansi pemerintah. Dan dasar hukum dari
penyelenggaraan SIPP nasional adalah keterbukaan informasi publik, pelayanan publik, Grand Desain
Reformasi Birokrasi 2010-2025 dan pedoman sistem informasi pelayanan publik.
“Acara sosialisasi ini dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2017. Sosialisasi dilakukan setiap hari
Jumat dengan mengundang 20 Kementerian/Lembaga. Tujuan kita dengan adanya sosialisasi SIPP ini,
pemerintah ingin meningkatkan kualitas pelayanan publiknya kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
Salah satunya caranya dengan penyediaan informasi pelayanan publik melalui SIPP secara nasional.
Dengan adanya SIPP, masyarakat bisa ada kepastian dan tidak lagi mendapatkan informasi hoax di
website yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Emida.
Sementara mengenai aplikasi LAPOR, lanjut Ermida, dari KPK sudah menginformasikan kepada Provinsi,
Kabupaten dan Kota agar SIPP juga terhubung dengan LAPOR. “Harapan kita tidak hanya satu saja yang
terhubung dengan SIPP tapi juga dengan LAPOR, karena masyarakat butuh tindak lanjut dari
pengaduan.”
Menurutnya, tidak ada sanksi jika Kementerian atau Lembaga belum menyediakan SIPP. Namun adanya
SIPP di tiap-tiap Kementerian dan Lembaga merupakan amanah Undang-Undang No 14 Tahun 2008
tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ujarnya.(ari/hms)

Publikasi Lainya

Buku, Selasa, 22 Oktober 2019

PENILAIAN DAN PEMETAAN TERHADAP  PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN SERTA  DAMPAKNYA PADA PENINGKATAN  SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA   DI PAPUA  (11)

LAPORAN PENELITIAN PENILAIAN DAN PEMETAAN TERHADAP  PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN SERTA  DAMPAKNYA PADA PENINGKATAN  SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA   DI PAPUA 
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (51)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (64)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (71)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (62)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.