Press Release: Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Cinta Tanah Air Sejak Dini

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1197 Kali
...

PRESS RELEASE

 

Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Cinta Tanah Air Sejak Dini

Siaran Pers Nomor:161 /Humas KPP-PA/12/2015

 

Daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas ancaman guna mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh harus dibangun. Untuk itu dibutuhkan penanaman kesadaran bela negara sebagai bentuk revolusi mental sedini mungkin. "Upaya menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada ideologi Pancasila, rela berkorban bagi bangsa dan negara serta memiliki kemampuan dasar bela negara harus sedini mungkin dan dimulai dari dalam keluarga," kata Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat menyampaikan keynote pada Seminar Kebangsaan yang berlangsung di Hari Kedua Pameran Katumbiri Expo 2015 sebagai rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-87 di JCC  (10/12).

Menteri Ryamizard menambahkan keikutsertaan seluruh elemen bangsa sangat penting terlebih-lebih sosok ibu yang sangat berperan besar untuk membentuk karakter anak yang tangguh sejak usia dini. Melalui bela negara akan terbangun karakter disiplin, optimisme, kerjasama dan kepemimpinan guna turut menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Penanaman bela negara juga harus masuk kedalam kurikulum di sekolah dasar hingga sekolah tingkat atas, sebab jika tidak dilakukan maka akan membawa dampak pudarnya rasa nasionalisme atau kecintaan warga terhadap negaranya. "Kekuatan rakyat bukanlah kekuatan yang bersifat fisik/materiil semata, namun merupakan kekuatan jiwa yang sangat kuat didasarkan atas kecintaannya yang mendalam terhadap bangsa dan negaranya," lanjut Menteri Ryamirzad.

Ketahanan keluarga berawal dari ketahanan diri sendiri yang dibentuk dengan pembangunan karakter kuat mulai dari keluarga. Ibu adalah individu yang paling dekat dengan anak sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak, termasuk dalam penanaman bela negara.

Jumlah perempuan di Indonesia sangat besar, 49,7% dari total jumlah penduduk merupakan kekuatan bila betul-betul diberdayakan. Naluri perempuan yang peduli sesama, suka menolong, tanpa pamrih dan loyal telah terbukti bersama laki-laki merebut kemerdekaan. "Pilihan ada dikita perempuan Indonesia, apa kita akan menjadi beban atau solusi bagi situasi bangsa dan negara kita saat ini?," tanya Ketua katumbiri Expo 2015, Linda Amalia Sari Gumelar yang pada saat itu juga menjadi salah satu narasumber pada Seminar Kebangsaan.

Linda juga menyampaikan bahwa perempuan dapat memainkan perannya dalam upaya bela negara melalui peningkatan kualitas diri, menjadi individu yang teladan serta menyiapkan generasi penerus berkualitas. Perempuan juga harus terus berupaya menjalankan peran sebagai pilar bangsa dan pilar negara.

"Terdapat lima nilai penting dalam membentuk karakter yakni tingkatkan ilmu pendidikan dan pengetahuan, mewujudkan kesehatan jasmani dan rohani, mengimplementasikan kesetaraan gender, gigih dan berkelanjutan serta menjaga kehormatan diri dan harga diri bangsa," tandas Linda.

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (49)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (61)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (653)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (656)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…
Siaran Pers, Kamis, 11 April 2019

KEMITRAAN PEMERINTAH-SWASTA-LEMBAGA MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DAN PERDAGANGAN SERTA PENYELUDUPAN MANUSIA DI KAWASAN ASIA PASIFIK (764)

Pada 8-10 April 2019 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA…