Press Release: Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Cinta Tanah Air Sejak Dini

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1531 Kali
...

PRESS RELEASE

 

Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Cinta Tanah Air Sejak Dini

Siaran Pers Nomor:161 /Humas KPP-PA/12/2015

 

Daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas ancaman guna mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh harus dibangun. Untuk itu dibutuhkan penanaman kesadaran bela negara sebagai bentuk revolusi mental sedini mungkin. "Upaya menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada ideologi Pancasila, rela berkorban bagi bangsa dan negara serta memiliki kemampuan dasar bela negara harus sedini mungkin dan dimulai dari dalam keluarga," kata Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat menyampaikan keynote pada Seminar Kebangsaan yang berlangsung di Hari Kedua Pameran Katumbiri Expo 2015 sebagai rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-87 di JCC  (10/12).

Menteri Ryamizard menambahkan keikutsertaan seluruh elemen bangsa sangat penting terlebih-lebih sosok ibu yang sangat berperan besar untuk membentuk karakter anak yang tangguh sejak usia dini. Melalui bela negara akan terbangun karakter disiplin, optimisme, kerjasama dan kepemimpinan guna turut menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Penanaman bela negara juga harus masuk kedalam kurikulum di sekolah dasar hingga sekolah tingkat atas, sebab jika tidak dilakukan maka akan membawa dampak pudarnya rasa nasionalisme atau kecintaan warga terhadap negaranya. "Kekuatan rakyat bukanlah kekuatan yang bersifat fisik/materiil semata, namun merupakan kekuatan jiwa yang sangat kuat didasarkan atas kecintaannya yang mendalam terhadap bangsa dan negaranya," lanjut Menteri Ryamirzad.

Ketahanan keluarga berawal dari ketahanan diri sendiri yang dibentuk dengan pembangunan karakter kuat mulai dari keluarga. Ibu adalah individu yang paling dekat dengan anak sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak, termasuk dalam penanaman bela negara.

Jumlah perempuan di Indonesia sangat besar, 49,7% dari total jumlah penduduk merupakan kekuatan bila betul-betul diberdayakan. Naluri perempuan yang peduli sesama, suka menolong, tanpa pamrih dan loyal telah terbukti bersama laki-laki merebut kemerdekaan. "Pilihan ada dikita perempuan Indonesia, apa kita akan menjadi beban atau solusi bagi situasi bangsa dan negara kita saat ini?," tanya Ketua katumbiri Expo 2015, Linda Amalia Sari Gumelar yang pada saat itu juga menjadi salah satu narasumber pada Seminar Kebangsaan.

Linda juga menyampaikan bahwa perempuan dapat memainkan perannya dalam upaya bela negara melalui peningkatan kualitas diri, menjadi individu yang teladan serta menyiapkan generasi penerus berkualitas. Perempuan juga harus terus berupaya menjalankan peran sebagai pilar bangsa dan pilar negara.

"Terdapat lima nilai penting dalam membentuk karakter yakni tingkatkan ilmu pendidikan dan pengetahuan, mewujudkan kesehatan jasmani dan rohani, mengimplementasikan kesetaraan gender, gigih dan berkelanjutan serta menjaga kehormatan diri dan harga diri bangsa," tandas Linda.

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (18)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (27)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (43)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (46)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.
Siaran Pers, Jumat, 18 Oktober 2019

Papua New Guinea Belajar Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dari Indonesia (64)

Jakarta (18/10) – ”Bicara tentang pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan…