Press Release: Menteri PP dan PA Ajak Perempuan Indonesia Teladani Kisah Inspiratif Tokoh Perempuan Pejuang

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1363 Kali

PRESS RELEASE

 

Menteri PP dan PA Ajak Perempuan Indonesia

Teladani Kisah Inspiratif Tokoh Perempuan Pejuang

Siaran Pers Nomor :    160  /Humas/KemenPPPA/12/2015

 

Jakarta (14/12)-  ? Meski digelar setiap tahun, Peringatan Hari Ibu (PHI) sejatinya lebih dari hanya sekedar ritual dan seremonial. Selain dimaksudkan untuk mengenang dan menghargai perjuangan panjang kaum perempuan Indonesia dalam merintis, memperjuangkan, dan merebut kemerdekaaan Indonesia, PHI juga dimaksudkan untuk mempertebal tekad dan keyakinan bangsa Indonesia untuk mewujudkan perdamaian yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan.

Untuk itu, dalam salah satu rangkaian kegiatannya, Panitia Peringatan Hari Ibu ke 87 menggelar kegiatan Tatap Muka dengan Tokoh Perempuan Pejuang, Pimpinan Organisasi Perempuan, dan Perempuan Pelaku Sejarah di Auditorium Adhiyana, Jakarta (14/12).

“Perempuan berperan penting dalam pembangunan karena perempuan merefleksikan pelaku sekaligus penerima pembangunan. Kiprah perempuan, utamanya perempuan pejuang, sangat penting sebagai mitra sejajar kaum laki-laki dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. Berkat kegigihan para perempuan pejuang, kita  kini dapat merdeka dan bebas mengekspresikan setiap potensi kita tanpa harus dibeda-bedakan oleh jenis kelamin,”ungkap Menteri PP dan PA, Yohana Yembise dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Menteri PP dan PA Bidang Hubungan Internasional, Luly Altruiswaty. Menurut Yohana, tema kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak yang diambil sebagai tema PHI ke 87 Tahun 2015 ini, relevan dengan tujuan dan cita-cita bersama untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia menjadi lebih baik.

“Kesetaraan gender adalah sebuah keniscayaan bagi terwujudnya kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Setiap kelompok masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai aspirasi, kebutuhan, kesulitan,  dan pengalaman  yang berbeda dalam mengakses dan berpartispasi dalam pembangun. Termasuk juga di dalamnya anak-anak dan kaum disabilitas. Oleh karena itu butuh pengintegrasian isu gender, termasuk juga isu anak dalam rencana pembangunan nasional sebagai investasi besar bagi masyarakat Indonesia,”lanjutnya lagi. Selain isu gender, isu tentang anak dalam pembangunan juga merupakan hal yang tak bisa dikesampingkan. Karena hingga saat ini masih ada kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang belum mengakomodir kebutuhan masyarakat yang sangat heterogen.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan kita semua dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari pengalaman para tokoh perempuan, dan saya harapkan momen ini jadi motivasi untuk terus mendukung upaya kita dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian kua,”kata Yohana dalam akhir sambutannya.

 

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510, e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (189)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (261)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (148)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (713)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (695)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…