Press Release: Menteri PP dan PA : Perkuat Kemitraan, Hapuskan Kekerasan!

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 1604 Kali

PRESS RELEASE

Menteri PP dan PA : Perkuat Kemitraan, Hapuskan Kekerasan!

Siaran Pers Nomor : 147/Humas/KemenPPPA/11/2015

Pematang Siantar – Banyak cara ditempuh Kementerian PP dan PA dalam rangka mempromosikan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya yakni melalui organisasi kegamaan yang memiliki pengaruh khusus hingga ke unit terkecil suatu bangsa, yakni keluarga. Oleh karena itu, Menteri PP dan PA, Yohana Yembise, tak menyia-nyiakan kesempatannya saat melakukan kunjungan kerja ke Pematang Siantar, Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Yohana bertemu dengan ribuan perempuan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan menyampaikan sambutan di hadapan belasan ribu jama’ah HKBP dari seluruh Indonesia, yang didominasi oleh kaum perempuan dan anak-anak.

“Sangat menyenangkan berada di tengah-tengah perempuan batak yang saya kenal memiliki karakter yang kuat, gigih, dan tangguh. Melalui momen perayaan ini, saya harapkan perempuan Batak dapat berperan aktif dalam menghapuskan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta membangun ketahanan keluarga dengan terus bermitra bersama laki-laki,”ungkap Yohana, dalam Perayaan Puncak Tahun Perempuan HKBP di lapangan Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP, Pematang Siantar, belum lama ini. Yohana pun mengungkapkan bahwa pada September lalu, UN Women mencanangkan kampanye “He for She”. Kampanye tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan ke seluruh dunia akan peran laki-laki dalam memberdayakan perempuan. Jika semua laki-laki bermitra dan bergandengan tangan dengan perempuan, tutur Yohana,  maka tidak akan ada lagi KDRT di Indonesia.

Selain berperan dalam membangun ketahanan keluarga, Yohana pun menyampaikan bahwa perempuan juga diperlukan kiprahnya untuk berkarya dalam  memberdayakan masyarakat luas. Salah satunya yakni melalui industri rumahan dimana perempuan dapat mengaryakan diri dan mengasah kreatifitas untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi.

“Saya mengapresiasi karya-karya kreatif dan inovatif perempuan HKBP dari berbagai penjuru Indonesia yang ditampilkan dalam acara pameran kemarin. Perlu saya sampaikan bahwa jumlah industri rumahan di Indonesia ini sangat banyak dan memiliki potensi penting untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak serta keluarga dan masyarakat,”tegas Yohana.

Kendati acara tersebut bertemakan Tahun Perempuan, namun perhatian Yohana pun tak luput dari ribuan anak-anak yang turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kepada anak-anak, Yohana berpesan untuk  bersama menghapuskan kekerasan, baik antara orangtua dengan anak, ataupun sesama anak-anak, agar dapat tercipta lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang dan masa depan anak-anak.

 

Foto Terkait:

Menteri PP dan PA saat meninjau pameran UMKM yang memamerkan karya-karya perempuan HKBP dari berbagai penjuru tanah air

 

Menteri PP dan PA bersama anak-anak yang hadir dalam perayaan puncak Tahun Perempuan

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 25 Juni 2019

Menteri Yohana: Orang Dewasa Harusnya jadi Contoh Baik bagi Anak! (21)

Miris, pasangan suami istri berinisial E (25) dan L (25) pada pertengahan Bulan Ramadan kemarin diduga mempertontonkan aktivitas persenggamaan kepada…
Siaran Pers, Selasa, 25 Juni 2019

Desa Bebas Pornografi Anak, Upaya Selamatkan Masa Depan Anak (28)

Kab. Agam (25/06) – Informasi yang mengandung unsur pornografi melalui internet menjadi ancaman besar bagi anak
Siaran Pers, Senin, 24 Juni 2019

Perkuat Peran Tokoh Adat dan Tokoh Agama Lindungi Perempuan dan Anak di Tanah Papua (51)

Perempuan dan anak seharusnya ikut terlibat aktif dalam berbagai sektor pembangunan, namun banyak di antara mereka yang masih mengalami berbagai…
Dokumen Kinerja, Jumat, 21 Juni 2019

LAKIP Inspektorat 2018 (33)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Buku, Jumat, 21 Juni 2019

Laporan Akunntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018 (21)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018