TINGKATKAN ANGGARAN RESPONSIF GENDER, KEMEN PPPA LATIH 30 PEJABAT DJA KEMENKEU

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 17 April 2018
  • Dibaca : 1219 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

TINGKATKAN ANGGARAN RESPONSIF GENDER, KEMEN PPPA LATIH 30 PEJABAT DJA KEMENKEU

Siaran Pers Nomor: B-043/Set/Rokum/MP 01/04/2018

 

Serpong (16/4) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Bimbingan Teknis PUG (Pengarusutamaan Gender) dan PPRG (Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender) di Lingkungan Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan pada 16 – 18 April 2018 di Serpong, Tangerang. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan integrasi isu gender dalam proses perencanaan program pembangunan nasional. Asdep Bidang Kesetaraan Gender dalam Infrastruktur dan Lingkungan Kemen PPPA, Ratna Susianawati mengungkapkan acara ini bertujuan untuk menguatkan komitmen dan kemampuan tenaga teknis di lingkungan DJA Kemenkeu dalam menilai apakah sebuah dokumen penganggaran program pembangunan sudah responsif gender atau belum.

 

“Sebagai salah satu K/L driver, peran Kemenkeu dalam hal ini Ditjen Anggaran jelas sangat strategis karena di sanalah rencana anggaran program pembangunan ditelaah dan divalidasi sebelum akhirnya disahkan dan dilaksanakan,” tutur Ratna. Lebih lanjut Ratna menyampaikan bahwa Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah satu dari tiga strategi percepatan pembangunan nasional, yaitu tata kelola pemerintahan yang baik, pembangunan berkelanjutan, dan pengarusutamaan gender.

 

“Sebagai unit kerja penelaah anggaran pembangunan, kami menitipkan pengawalan integrasi isu gender dalam pembangunan nasional kepada DJA. Output utama pelatihan ini yang sangat kami harapkan adalah DJA bisa meyakinkan seluruh K/L tentang pentingnya integrasi isu gender dalam program pembangunan, mengingatkan kembali seluruh K/L agar responsif gender, dan memastikan K/L mereformulasikan rencana penganggaran apabila belum responsif gender,”imbuh Ratna.

 

Sementara itu, Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas, Woro Srihastuti Sulistyaningrum menyampaikan DJA memiliki peran krusial dalam memastikan proses di hulu hingga menghasilkan output di hilir dapat berjalan dengan baik. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 orang pejabat DJA yang bertanggung jawab dalam telaah proposal anggaran program pembangunan K/L. Selama tiga hari, para peserta akan mendapat bimbingan langsung dari dua tokoh senior PUG/PPRG di Indonesia, yakni Yusup Supiandi dan Yulfita Raharjo dibantu oleh para narasumber dari K/L terkait.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 24 Februari 2020

Peran Serta Dunia Usaha, Dorong Hak Anak Terpenuhi (29)

Kemen PPPA meresmikan Gerai Starbucks Community Store pertama di Indonesia di Pasar Tanah Abang,
Siaran Pers, Minggu, 23 Februari 2020

Menteri Bintang : Perempuan Harus Mandiri dan Berdaya, Kunci Wujudkan Generasi Unggul! (39)

“Bangsa ini akan maju jika perempuan Indonesia dapat berdaya, memiliki akses untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat, mempunyai kontrol atas berbagai…
Siaran Pers, Sabtu, 22 Februari 2020

Pedofil Anak Makin ‘Merajalela’, Kemen PPPA: Berikan Efek Jera pada Pelaku (79)

Jakarta (22/02) - Beberapa hari lalu, publik kembali dibuat geram dengan terkuaknya kasus pedofil anak sesama jenis dan eksploitasi seksual…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Angka Pekerja Migran Indonesia di Lombok Tengah Tinggi,  Kemen PPPA Perkuat Pembinaan Keluarga (61)

Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kota Lombok Tengah dan Provinsi NTB tergolong besar. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan terkait…
Siaran Pers, Jumat, 21 Februari 2020

Resmikan UPTD PPA di NTB, Menteri Bintang Apresiasi Pemerintah Provinsi (40)

“Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), per 15 Januari 2020, jumlah laporan kasus kekerasan terhadap…