Press Release: Peringatan Hari Ibu Bukan Sekedar Momentum Seremonial

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Februari 2016
  • Dibaca : 2053 Kali

PRESS RELEASE

Peringatan Hari Ibu Bukan Sekedar Momentum Seremonial

Siaran Pers Nomor: 143/Humas KPP-PA/11/2015

Jakarta (25/11) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, menegaskan bahwa Peringatan Hari Ibu (PHI) ke – 87 tahun 2015 akan menjadi momentum yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya sekedar acara seremonial, Menteri Yohana di amanahkan oleh Bapak Presiden RI, Joko Widodo, untuk menyelenggarakan kegiatan Peringatan Hari Ibu langsung di tataran akar rumput.

“Tahun 2015 ini, acara puncak PHI akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur. Seperti amanah yang telah disampaikan kepada saya sejak perayaan PHI tahun yang lalu, baik Bapak Presiden Joko Widodo maupun Ibu Negara mengharapkan agar perayaan PHI tidak hanya diselenggarakan di Jakarta, tetapi juga di daerah-daerah lainnya di pelosok tanah air, yang memang lebih membutuhkan perhatian khusus. Seperti halnya di NTT yang memang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah, terutama permasalahan akses air yang berimplikasi pada kehidupan keseharian mereka”, terang Menteri Yohana, saat Konferensi Pers Peringatan Hari Ibu ke 87, bertempat di kantor Kementerian PP & PA.

Setiap tahunnya Kementerian PP dan PA menjadi penanggung jawab untuk penyelenggaraan PHI ini. Dalam pelaksanaanya Kementerian PP & PA didukung oleh 6 (enam) organisasi perempuan, meliputi: OASE KK, Kowani, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari dan TP PKK.

Adapun Tema Peringatan Hari Ibu ke 87 tahun 2015 adalah “Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak”.

“Tema ini sejalan dengan prioritas pembangunan PP dan PA sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta diharapkan dapat mendorong komitmen semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perlindungan perempuan dan anak yang akhir-akhir ini rentan dan menjadi kelompok terbesar sebagai korban kekerasan”, tutur Menteri Yohana.

Yohana juga menambahkan, dalam konteks masa kini Peringatan Hari Ibu bertujuan untuk mengingatkan segenap komponen bangsa, khususnya generasi muda tentang arti dan makna Hari Ibu sebagai bagian sejarah, momentum kebangkitan, penggalangan persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan bangsa Indonesia.

Hakekat dari Peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, merupakan upaya bangsa Indonesia untuk selalu mengenang, memberikan penghormatan serta penghargaan kepada perjuangan kaum perempuan Indonesia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Sehingga momentum Hari Ibu berbeda dengan mother’s day yang biasa dilakukan oleh negara-negara lainnya di dunia.

“Perlu dicatat bahwa Hari Ibu bukanlah Mother’s day. Namun lebih kepada makna perjuangan perempuan Indonesia yang telah dikukuhkan sejak tahun 1928. Hari Ibu menjadi lebih diutamakan perayaannya di Indonesia, mengingat seorang Ibu adalah poros peradaban kemajuan bangsa. Ibu memiliki kodrat untuk melahirkan dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas”, ungkap Giwo Rubianto Wiyogo, Ketua Umum Panitia Nasional Peringatan Hari Ibu ke-87.

Setiap tahunnya sebelum puncak acara PHI pada tanggal 22 Desember panitia nasional selalu mengawali dengan serangkaian kegiatan untuk menggemakan nuansa Hari Ibu kepada masyarakat. Untuk Peringatan Hari Ibu ke-87 tahun 2015 ini beberapa kegiatan akan dilakukan antara lain: Seminar/dialog interaktif, Bhakti Sosial, Pameran, Tatap muka dengan tokoh pejuang, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, kampanye sosial terkait PP dan PA, jalan sehat, talkshow-talkshow di media elektronik, upacara bendera serta ditutup dengan acara puncak Peringatan Hari Ibu.

“Tepatnya pada tanggal 26 November 2015, Panitia Nasional PHI ke 87 akan menyelenggarakan acara Bhakti Sosial berupa donor darah yang pendonornya lebih dari 200 orang, pemeriksaan gratis Iva test atau deteksi dini kanker serviks untuk 250 orang, dan mamografi untuk 50 perempuan”, tutur Giwo.

Menteri Yohana pun menambahkan, “Pada acara puncak PHI ke-87 tahun 2015, akan diselenggarakan pula pengobatan massal gratis bagi masyarakat di NTT berupa pemeriksaan katarak dan operasi bibir sumbing. Bakti sosial ini diselenggarakan atas kerjasama Kementerian PP dan PA dengan Dharma Pertiwi”.

“Melalui Peringatan Hari Ibu diharapkan dapat mendorong kemajuan perempuan di Indonesia di masa mendatang untuk berkiprah dan terlibat dalam semua lini pembangunan. Hal ini menjadi bagian yang penting dan strategis mengingat dengan jumlah yang relatif besar perempuan adalah asset dan potensi sumber daya manusia yang akan menjadi pengelola sekaligus pemanfaat hasil-hasil pembangunan. Untuk itu saya juga mengharapkan bantuan media massa mitra kerja untuk dapat menyebarluaskan informasi terkait dengan penyelengaraan PHI, agar masyarakat juga dapat turut memperingatinya di lingkungan masing-masing”, pungkas Menteri Yohana.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 24 Juni 2019

Perkuat Peran Tokoh Adat dan Tokoh Agama Lindungi Perempuan dan Anak di Tanah Papua (40)

Perempuan dan anak seharusnya ikut terlibat aktif dalam berbagai sektor pembangunan, namun banyak di antara mereka yang masih mengalami berbagai…
Dokumen Kinerja, Jumat, 21 Juni 2019

LAKIP Inspektorat 2018 (29)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Buku, Jumat, 21 Juni 2019

Laporan Akunntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018 (18)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Program Kerja Pengawasan , Jumat, 21 Juni 2019

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018 (16)

Laporan Akuntabiltas Kinerja Inspektorat Tahun 2018
Siaran Pers, Kamis, 20 Juni 2019

Ramah Anak, Tanggung Jawab Media dalam Produk Jurnalistik (130)

Jakarta (19/06) – Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh dalam Sosialisasi Pemberitaan Media Ramah Anak di Jakarta (19/06)