KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

INDUSTRI RUMAHAN MEMUTUS MATA RANTAI KEMISKINAN KAUM PEREMPUAN

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 05 Mei 2018
  • Dibaca : 168 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

INDUSTRI RUMAHAN MEMUTUS MATA RANTAI KEMISKINAN KAUM PEREMPUAN

 

Siaran Pers Nomor: B-064/Set/Rokum/MP 01/05/2018

 

Yogyakarta (5/5) – Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Industri Rumahan (IR) Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) sejak 3 – 5 Mei 2018 di Yogyakarta, hari ini ditutup oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DI Yogyakarta, Arida Oetami.

“Kebijakan peningkatan produktivitas ekonomi perempuan yang salah satu programnya yaitu Desa Prima (Perempuan Indonesia Maju Mandiri) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sudah kami inisiasi sejak 2009. Diawali dengan pilot project di 5 desa pada 2008 yang difasilitasi oleh Kemen PPPA, hingga kini telah berkembang menjadi 85 Desa Prima yang anggotanya adalah pelaku IR, baik IR 1, IR 2, maupun IR 3. Beberapa hal kami lakukan untuk pengembangan IR, seperti pelatihan, pendampingan, bantuan permodalan, dan menjalin kerjasama atau membangun jejaring dengan pelaku usaha yang telah berhasil untuk membina, membagikan pengalaman, memberikan masukan bagi pengembangan usaha, hingga membantu pemasaran produk pelaku IR,” tutur Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DI Yogyakarta, Arida Oetami ketika ditemui sebelum menutup Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Industri Rumahan (IR) Tahun 2018 di Yogyakarta, Sabtu (5/5).

Arida Oetami menambahkan meski mengalami kemajuan signifikan, namun kami masih menemui sejumlah kendala, diantaranya koordinasi antar stakeholder yang belum maksimal dan kesulitan mengubah mindset masyarakat, terutama pelaku IR untuk meningkatkan motivasi mengembangkan usaha mereka. “Oleh karena itu, saya berharap Program IR yang diinisiasi oleh Kemen PPPA dapat direplikasi dan dikembangkan di daerah untuk memutus mata rantai kemiskinan kaum perempuan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ke depan, kami akan mengupayakan usaha kelompok perempuan yang ada di desa agar masuk menjadi salah satu bagian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dikelola oleh perempuan,” harap Arida.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi bagi pengembangan program IR ke depan, yaitu :

           Pusat

  1. Percepat penyusunan regulasi tentang pemberdayaan ekonomi perempuan melalui ekonomi produktif, termasuk sosialisasinya agar dapat direplikasi daerah
  2. Surat Keputusan Bersama antar Kementerian/Lembaga untuk pengembangan IR
  3. MoU Kemen PPPA dengan Kementerian Desa untuk APBDes
  4. Fasilitasi promosi hasil produksi IR melalui pameran

Daerah

  1. Regulasi daerah untuk pemberdayaan ekonomi perempuan
  2. Koordinasi dan penganggaran terkait IR dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
  3. Pelibatan Camat/Kades untuk tim pelaksana
  4. Bermitra dengan Lembaga Masyarakat dan Perguruan Tinggi

 

         Pendamping

  1. Training of Trainers (ToT) dan peningkatan kapasitas pendamping
  2. Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) pendamping

 

                                   

                                              PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 22 Mei 2018

Anak Banti Harus Kembali Sekolah (60)

“Anak Banti harus segera kembali bersekolah!” ujar Yohana Yembise
Siaran Pers, Senin, 14 Mei 2018

INDONESIA BEBAS KEKERASAN 2030 (31)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA).
Siaran Pers, Minggu, 13 Mei 2018

ANAK INOVATIF DAN KREATIF, INDONESIA CERIA (28)

Dalam rangka mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030, perlu upaya bersama dalam meningkatkan pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Siaran Pers, Jumat, 11 Mei 2018

Blue Bird Luncurkan Buku “Kartini Blue Bird : The Spirit of Emak-Emak” (26)

Sebagai bagian dari bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan perempuan sebagai sosok yang mampu memberikan kontribusi pada kesejahteraan keluarga serta kegiatan…
Siaran Pers, Rabu, 09 Mei 2018

KOMITMEN DUNIA ATASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI PENGUATAN KESETARAAN GENDER (34)

Dalam rangkaian acara Bonn Climate Change Conference sebagai tindak lanjut dari Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC),