INDUSTRI RUMAHAN BANTU EKONOMI MAMA-MAMA WARDO

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 10 Mei 2018
  • Dibaca : 1538 Kali
...

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

INDUSTRI RUMAHAN BANTU EKONOMI MAMA-MAMA WARDO

    Siaran Pers Nomor: B- 069/Set/Rokum/MP 02/05/2018

Biak Barat (8/5) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise meninjau langsung proses pembuatan minyak Virgin Coconut Oil (VCO) hasil industri rumahan (IR) Kelompok Mawar atau mama-mama Papua Kampung Wardo, di Biak Barat, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Kelompok Mawar merupakan salah satu kelompok yang mendapat bantuan mesin pengolahan kelapa menjadi VCO dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) sejak setahun lalu. Kunjungan Menteri Yohana juga untuk melihat perkembangan dan kemajuan pemberdayaan mama-mama di Kampung Wardo, yang selama ini mereka belum berdaya dari segi ekonomi.

    “Kami merasa sangat senang dengan bantuan mesin ini dari ibu Menteri. Ibu-ibu di Kampung Wardo ini jadi punya kegiatan yang bermanfaat, karena selama ini ibu-ibu ini tidak buat apa-apa, tinggal di rumah atau berkebun saja, sekarang jadi kreatif. Selain itu kami juga terbantu karena minyak VCO bisa kami jual hingga ke Jayapura, dan hasilnya lumayan untuk tambah pemasukan keluarga. Saya ketua di kelompok ini, bertugas untuk mengoperasikan mesin dibantu seorang bapak lainnya. Selama ini pekerjaan saya nelayan. Tentu ada pasang surutnya. Jadi kalau ada pekerjaan membuat minyak ini saya juga masih bisa produktif dan menghasilkan uang,” jelas Frans, salah satu anggota laki-laki di kelompok Mawar.
    
    Sebelumnya, kelompok Mawar berada di bawah sebuah yayasan dan sempat berhenti sementara waktu. Mereka kemudian memutuskan untuk melanjutkan industri rumahan VCO secara mandiri dengan pendampingan dari KemenPPPA. Sejauh ini, kelompok mawar telah memproduksi minyak VCO hingga 600 liter, dan didistribusikan ke berbagai daerah di Papua. Yuli Yumabar, salah satu mama di kelompok Mawar menyebutkan bahwa IR tersebut dikelola 12 orang, yang kedepannya akan bertambah mengingat warga kampung Wardo sudah banyak mendengar kegiatan dan manfaat dari IR ini. “Kami sangat bangga sekali dan senang dengan adanya mesin ini. Kedepan, kami akan bekerjasama dengan banyak ibu-ibu disini, supaya produksi minyak VCO juga lebih banyak,” tambah Yuli disela-sela produksi.

“Kami berencana akan mengajak perwakilan kelompok untuk belajar  industri rumahan di salah satu daerah seperti Jakarta, atau Surabaya untuk kemajuan mama-mama di Wardo. Industri Rumahan merupakan bagian program 3Ends KemenPPPA, yaitu pemberdayaan ekonomi perempuan untuk mengakhiri kesenjangan ekonomi pada perempuan. Untuk itu kami harap agar kelompok ini aktif agar ada peningkatan, baik dari segi produksi maupun pendapatan nantinya. Lebih kreatif lagi, dan memproduksi barang selain VCO dengan melihat sumberdaya alam serta potensi yang ada di Wardo. Dengan Industri Rumahan, mama-mama akan lebih berdaya dan dapat membantu perekonomian keluarganya,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise saat berdialog dengan Mama-mama Kampung Wardo (8/5).

                             PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
                                                                                                                         DAN PERLINDUNGAN ANAK
                                                                                                                              Telp.& Fax (021) 3448510,
                                                                                                            e-mail : publikasi@kemepppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (143)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (224)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (132)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (702)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (687)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…