MAHASISWA MAMPU OPTIMALKAN KETAHANAN KELUARGA

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 12 Mei 2018
  • Dibaca : 1894 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE
 
MAHASISWA MAMPU OPTIMALKAN KETAHANAN KELUARGA

Siaran Pers Nomor: B-073/Set/Rokum/MP 01/05/2018


 
Kabupaten Tangerang (12/5) – “Mahasiswa dipercaya memiliki potensi kecerdasan, idealisme, semangat, dan energi yang tinggi. Mahasiswa juga merupakan kelompok yang peka terhadap situasi sekelilingnya dan merupakan agen-agen yang akan memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia.” papar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise dalam Indonesian Culture And Nationalism (ICN) 2018 di Universitas Prasetiya Mulya.

Setiap individu merupakan sumber daya pembangunan. Bayangkan jika satu orang mahasiswa dapat membantu 1 keluarga yang masih sulit untuk terhubung dengan pelayanan pembangunan, maka akan terlihat berapa banyak keluarga yang dapat di bantu. Inilah salah satu praktek nyata, bagaimana mahasiswa akan berperan di dalam masyarakat setelah lulus dari perguruan tinggi nanti.

Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong para mahasiswa di perguruan tinggi untuk ikut andil dalam program One Student Save One Family (OSSOF). OSSOF merupakan strategi penguatan ketahanan keluarga untuk lebih memperkenalkan mahasiswa pada kehidupan keluarga-keluarga di sekeliling mereka. Para mahasiswa juga dapat membantu keluarga-keluarga untuk mencari jalan keluar dari masalah yang mereka alami. Kita bisa saja belajar banyak ilmu dan teori, namun tidak pernah melihat siapa yang ada di sekeliling kita, bagaimana kehidupan mereka dan cara mereka meningkatkan kualitas hidup.

Hal senada di sampaikan oleh Puteri Indonesia Lingkungan Hidup 2018, Vania Fitryanti Herlambang, "Saya sangat bangga berada disini, menyaksikan para mahasiswa berprestasi yang merupakan generasi penerus bangsa. Janganlah pernah lelah untuk berprestasi dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar dan pembangunan Indonesia." ujar Vania.

Era globalisasi memaknai nasionalisasi kaum muda dalam wujud jiwa yg kreatif,mandiri,serta partisipatif dalam pembangunan. Setidaknya 59% populasi Indonesia berada dalam usia produktif dan mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik.

“Pesan saya kepada seluruh mahasiswa untuk terus belajar manfaatkan fasilitas, tekhnologi, sarana dan prasara dengan baik. Harapannya kalian semua dapat mengenali situasi kehidupan masyarakat yang terlihat dan berada di sekitar kalian. Dengan demikian, kepekaan untuk memahami masalah dalam masyarakat semakin meningkat.” tutup Menteri Yohana.

 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (41)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (50)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (40)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (67)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (85)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"