KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

MAHASISWA MAMPU OPTIMALKAN KETAHANAN KELUARGA

  • Dipublikasikan Pada : Sabtu, 12 Mei 2018
  • Dibaca : 300 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE
 
MAHASISWA MAMPU OPTIMALKAN KETAHANAN KELUARGA

Siaran Pers Nomor: B-073/Set/Rokum/MP 01/05/2018


 
Kabupaten Tangerang (12/5) – “Mahasiswa dipercaya memiliki potensi kecerdasan, idealisme, semangat, dan energi yang tinggi. Mahasiswa juga merupakan kelompok yang peka terhadap situasi sekelilingnya dan merupakan agen-agen yang akan memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia.” papar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise dalam Indonesian Culture And Nationalism (ICN) 2018 di Universitas Prasetiya Mulya.

Setiap individu merupakan sumber daya pembangunan. Bayangkan jika satu orang mahasiswa dapat membantu 1 keluarga yang masih sulit untuk terhubung dengan pelayanan pembangunan, maka akan terlihat berapa banyak keluarga yang dapat di bantu. Inilah salah satu praktek nyata, bagaimana mahasiswa akan berperan di dalam masyarakat setelah lulus dari perguruan tinggi nanti.

Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong para mahasiswa di perguruan tinggi untuk ikut andil dalam program One Student Save One Family (OSSOF). OSSOF merupakan strategi penguatan ketahanan keluarga untuk lebih memperkenalkan mahasiswa pada kehidupan keluarga-keluarga di sekeliling mereka. Para mahasiswa juga dapat membantu keluarga-keluarga untuk mencari jalan keluar dari masalah yang mereka alami. Kita bisa saja belajar banyak ilmu dan teori, namun tidak pernah melihat siapa yang ada di sekeliling kita, bagaimana kehidupan mereka dan cara mereka meningkatkan kualitas hidup.

Hal senada di sampaikan oleh Puteri Indonesia Lingkungan Hidup 2018, Vania Fitryanti Herlambang, "Saya sangat bangga berada disini, menyaksikan para mahasiswa berprestasi yang merupakan generasi penerus bangsa. Janganlah pernah lelah untuk berprestasi dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar dan pembangunan Indonesia." ujar Vania.

Era globalisasi memaknai nasionalisasi kaum muda dalam wujud jiwa yg kreatif,mandiri,serta partisipatif dalam pembangunan. Setidaknya 59% populasi Indonesia berada dalam usia produktif dan mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik.

“Pesan saya kepada seluruh mahasiswa untuk terus belajar manfaatkan fasilitas, tekhnologi, sarana dan prasara dengan baik. Harapannya kalian semua dapat mengenali situasi kehidupan masyarakat yang terlihat dan berada di sekitar kalian. Dengan demikian, kepekaan untuk memahami masalah dalam masyarakat semakin meningkat.” tutup Menteri Yohana.

 


PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 22 Mei 2018

Anak Banti Harus Kembali Sekolah (60)

“Anak Banti harus segera kembali bersekolah!” ujar Yohana Yembise
Siaran Pers, Senin, 14 Mei 2018

INDONESIA BEBAS KEKERASAN 2030 (31)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA).
Siaran Pers, Minggu, 13 Mei 2018

ANAK INOVATIF DAN KREATIF, INDONESIA CERIA (28)

Dalam rangka mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030, perlu upaya bersama dalam meningkatkan pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Siaran Pers, Jumat, 11 Mei 2018

Blue Bird Luncurkan Buku “Kartini Blue Bird : The Spirit of Emak-Emak” (26)

Sebagai bagian dari bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan perempuan sebagai sosok yang mampu memberikan kontribusi pada kesejahteraan keluarga serta kegiatan…
Siaran Pers, Rabu, 09 Mei 2018

KOMITMEN DUNIA ATASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI PENGUATAN KESETARAAN GENDER (34)

Dalam rangkaian acara Bonn Climate Change Conference sebagai tindak lanjut dari Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC),