Perempuan Asmat Semangat Wujudkan Kesetaraan

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 18 Mei 2018
  • Dibaca : 1508 Kali
...

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

PEREMPUAN ASMAT SEMANGAT WUJUDKAN KESETARAAN

 

Siaran Pers Nomor: B-079/Set/Rokum/MP 01/05/2018

 

Asmat (17/5) – Beberapa warga berbaris rapih di pinggiran pelabuhan kabupaten Asmat menunggu kehadiran Mama Yo di negeri seribu papan ini, Wakil Bupati Asmat segera menyambut hangat dan memberikan piyiwi (sejenis ikatan kepala dari bulu kasuari) beserta noken dalam suatu prosesi sakral.

Menggunakan motor listrik, Mama Yo kemudian mengunjungi tiga tempat, pertama gedung Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Asmat yang berada di pusat kota Agats, Mama Yo berujar akan menjalankan program yang berkelanjutan bagi warga Asmat khususnya perempuan dan anak. “Kami bangga melihat ibu ibu yang hadir disini, kami akan terus melindungi perempuan yang ada di Indonesia, tumbuh kembang anak dan hak anak tanpa diskriminasi dari Sabang sampai Merauke” tegas Mama Yo pada saat memberikan sambutan pada kunjungan kerjanya di Kabupaten Asmat,  Papua.   

Masih dalam sambutannya, pada Sustainable Development Goals (SDG’s) pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional, ada 17 indikator yang harus menjadi konsern, salah satunya adalah indikator yang ke lima yaitu kesetaraan. Perempuan diharapkan bisa sejalan dan setara dengan laki laki sehingga image perempuan tidak hanya sebatas pada urusan domestik saja namun sebagai bagian terpenting di dalam pembangunan sebuah Negara.

Menteri PPPA juga menegaskan bahwa urusan terkait perempuan dan anak merupakan urusan wajib daerah sesuai dengan Undang- Undang No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. “Jadi setiap Kepala Daerah punya tanggung jawab untuk memberikan perhatian untuk perlindungan perempuan dan anak serta pemberdayaan perempuan demi keluarga dan pembangunan Negara.” Pukas Mama Yo.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanto, bahwasanya perempuan dan laki laki harus saling melengkapi satu sama lain. “Dahulu perempuan Papua merasa tidak sanggup untuk setara dengan laki laki, kini perempuan Papua lebih bersemangat untuk memajukan ekonominya sehingga kesetaraan demi kemajuan negara akan terlaksana” jelas Thomas.

Pada kunjungan kerjanya hari ini, Mama Yo memberikan pelatihan mengolah makanan untuk meningkatkan gizi massyarakat disana seperti sinole, sanusep isi ikan, ulat sagu, papeda, sagu opom dan lain sebagainya. Selanjutnya Mama Yo berdialog dengan mama mama di gereja dan bermain simulasi pembangunan ketahanan keluarga di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) untuk konseling pengasuhan anak pada masing masing pasangan keluarga dan ditutup dengan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah Agats.

 

                                              PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasikpppa@gmail.com

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (142)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (224)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (132)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (702)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (687)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…