Mama Yo Pecahkan Problema kekerasan

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 18 Mei 2018
  • Dibaca : 1476 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

Mama Yo Pecahkan Problema kekerasan

    Siaran Pers Nomor: B- 080/Set/Rokum/MP 01/05/2018

 

Asmat (18/05) – “Ubah budaya patriarki, laki laki Astj harus melindungi, menyayangi  dan memuliakan perempuan. Begitu juga dengan anak, perhatikan kesehatannya dan pendidikannya, terutama anak perempuan. Jangan begitu gadis langsung kasih nikah” tutur Mama Yo dengan logat khas Papuanya kala berdialog dengan guru, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama  dan anak anak di kampung Astj, Kabupaten Asmat Papua.

Untuk mendukung kemajuan di negeri Papua, maka semua elemen masyarakat harus bersatu padu menghilangkan budaya kekerasan sejak saat ini. “Kitong pu tanah ini harus  maju, jangan lagi baku pukul” ujar Mama Yo.

Angka kekerasan pada perempuan dan anak di Provinsi Papua paling tinggi diantara Provinsi yang lain, Mama Yo hadir ke pelosok negeri guna memecahkan permasalahan kekerasan dengan cara berdialog langsung kepada masyarakat. Sebagian besar masyarakat Astj masih melakukan kekerasan fisik, baik guru kepada murid, orang tua kepada anak maupun suami kepada isteri. Mama Yo berpesan agar tindak kekerasan tidak lagi di selesaikan dengan cara adat, denda dan mediasi namun harus ditangani secara hukum.

Pada hari kedua kunjungan kerja di Kabupaten Asmat, Mama Yo menempuh perjalanan sungai dari ibukota kabupaten Asmat ke kampung Astj menggunakan speed boat dan memakan waktu satu setengah hingga dua jam dengan kecepatan rata rata 60 km/jam.

Setibanya di kampung Astj, masyarakat terlihat sangat antusias. Sebagian berkelompok menyanyikan lagu khas diiringi dengan tabuh gendang dan tarian, sesekali pekikan suara warga juga terdengar. “Mama yo memang sudah ditunggu tunggu oleh masyarakat setempat, karena belum pernah ada pejabat Negara setingkat Menteri hadir di kampung kami” ujar pastor Eko, tokoh agama dari kampung Astj.

Sebelumnya Mama Yo telah menandatangani launching Kabupaten Asmat menuju Kabupaten Layak Anak di gedung Bumiwiyata Mandala. Ada 24 indikator dan tahapan yang harus dijalani, salah satunya anak anak harus bersekolah, mendapatkan akses kesehatan, gizi yang baik dan perlindungan hak sipil. "Yang tidak kalah penting, segeralah membuat forum anak agar terlibat di dalam musyawarah perencanaan pembangunan." Tegas Mama Yo.

 

 

                             PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                         DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                           e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (143)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (224)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (132)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (702)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (687)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…