Peran Lembaga Masyarakat, Kunci Optimalkan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 03 Mei 2018
  • Dibaca : 1081 Kali
...

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

Peran Lembaga Masyarakat, Kunci Optimalkan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan

    Siaran Pers Nomor: B- 062/Set/Rokum/MP 01/05/2018

 

Jayapura (3/5) – Miris, sebanyak 65,71% perempuan yang tergolong produktif di Indonesia belum berperan optimal dalam pembangunan Negara ini (Data Profil Perempuan Indonesia). Hal tersebut disebabkan masih rendahnya kualitas hidup dan tingkat pendidikan yang dimiliki kaum perempuan. Untuk itu dibutuhkan peningkatan kualitas dan kemampuan kaum perempuan melalui dukungan dari masyarakat khususnya lembaga masyarakat dan juga kaum laki-laki itu sendiri, demi mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia.

“Perempuan memiliki potensi sangat besar untuk ikut berpartisipasi dalam mengontrol dan memberikan manfaat  pada pembangunan Negara. Tentunya potensi tersebut harus dikelola dan diarahkan dengan baik, seperti meningkatkan kapasitas dan memberikan akses bagi perempuan untuk berpartisipasi. Pembangunan Pemberdayaan Perempuan merupakan suatu Komitmen Nasional dalam meningkatkan status, posisi, dan kondisi perempuan agar dapat mencapai kemajuan yang setara dengan laki-laki. Negara pun menjamin pelaksanaan komitmen tersebut, kita harus memastikan bahwa kaum perempuan memperoleh kesamaan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat yang sama dan setara dari hasil pembangunan yang dilaksanakan” tegas Menteri PPPA, Yohana Yembise dalam acara Pelantikan dan Deklarasi Dewan Pimpinan Cabang Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (DPC-FPPI) di Jayapura.

Peran laki-laki dalam meningkatkan pembangunan  pemberdayaan perempuan juga sangat dibutuhkan, melalui 3 fokus utama yaitu peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, penurunan angka kematian ibu (AKI) dan penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia khususnya Papua. Mengapa Papua? Human Development Report (HDR) pada Tahun 2016 melansir, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dimiliki Indonesia menduduki urutan 113 dari 188 negara, hal ini menunjukan Indonesia berada dibawah posisi rata-rata dunia. Terlebih lagi pada tahun 2015 Papua menjadi Provinsi dengan nilai IPM dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) terendah yaitu 58,05 dan 79.09. Hal ini menegaskan bahwa perlunya peningkatan kualitas masyarakat di Papua, khususnya dalam hal pendidikan, kesehatan, ekonomi dan standard hidup yang layak.

Menteri Yohana mengungkapkan bahwa FPPI merupakan salah satu organisasi perempuan yang berperan sangat penting dalam meningkatkan partisipasi aktif perempuan di bidang politik, sosial, budaya, kesehatan, dan pendidikan di Indonesia. Dibutuhkan sinergi yang  kuat antara lembaga masyarakat dengan pemerintah baik pusat dan daerah serta organisasi keagamaan, akademisi, dunia usaha, dan media. Peran lembaga masyarakat sangat penting mengingat jejaring dan koneksi yang dimiliki hingga ke wilayah akar rumput yang berpotensi sangat besar dalam meningkatkan peran serta masyarakat, mulai dari individu dan keluarga dalam masyarakat.

“Saya berharap kepada para pengurus dan anggota FPPI yang telah terpilih, agar dapat bekerja secara nyata untuk masyarakat, demi meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat khususnya perempuan dan anak di Papua. Mari bersama kita tingkatkan kinerja demi kemajuan dan kesejahteraan perempuan dan anak di Indonesia, ” Pungkas Menteri Yohana.

                                    PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

                                                                                                                                       DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                                                                           email:publikasi@kemenpppa.go.id

    www.kemenpppa.go.id

 

                                   

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (46)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (56)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (653)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (656)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…
Siaran Pers, Kamis, 11 April 2019

KEMITRAAN PEMERINTAH-SWASTA-LEMBAGA MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DAN PERDAGANGAN SERTA PENYELUDUPAN MANUSIA DI KAWASAN ASIA PASIFIK (764)

Pada 8-10 April 2019 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA…